Ditengah Kritikan Sipil, TNI AD Tegaskan Penjagaan DPR Sesuai UU

- Penulis

Sabtu, 20 September 2025 - 10:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana respons kritikan penjagaan TNI di Parlemen. (tniad.mil.id)

i

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana respons kritikan penjagaan TNI di Parlemen. (tniad.mil.id)

SEKITARKITA.id – Penjagaan dan pengamanan Gedung DPR/MPR RI di Senayan, Jakarta Pusat oleh TNI Angkatan Darat (AD) menuai polemik.

Sejumlah organisasi masyarakat sipil melontarkan kritik tajam, menyebut langkah itu justru mengintimidasi rakyat yang ingin menyampaikan aspirasi.

Namun, TNI AD menegaskan keterlibatan prajurit hanyalah bentuk bantuan kepada kepolisian dan pemerintah daerah, sesuai amanat Undang-Undang TNI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana menjelaskan, pelibatan prajurit dalam pengamanan DPR merupakan bagian dari tugas operasi militer selain perang.

“Prinsipnya kami bekerja sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Di dalam UU TNI, baik yang lama maupun yang direvisi, tetap ada 14 tugas TNI, termasuk operasi militer selain perang,” ujar Wahyu kepada wartawan saat ditemui di kawasan Monas, Jakarta, Sabtu (20/9/2025).

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana respons kritikan penjagaan TNI di Parlemen. (tniad.mil.id)
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana respons kritikan penjagaan TNI di Parlemen. (tniad.mil.id)

Menurut Wahyu, tugas pengamanan meliputi bantuan kepada kepolisian, pemerintah daerah, hingga pengamanan objek vital negara.

“Ada permintaan membantu institusi sipil maupun kepolisian dalam melaksanakan pengamanan suatu kegiatan atau area, tentu kita laksanakan,” tambahnya.

Baca Juga:  Janji Anyar Menkeu Purbaya Usai Umumkan Program Stimulus Ekonomi RI
Related Posts

Ia juga menegaskan bahwa TNI tidak mengambil alih kewenangan kepolisian.

“Kita tidak mengambil alih, tetap sesuai bidang masing-masing. Rekan-rekan kepolisian tetap melaksanakan tugasnya, kami hanya membantu sesuai permintaan,” jelasnya.

Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan telah menyetujui langkah TNI menjaga Gedung DPR.

“DPR adalah simbol kedaulatan negara, sehingga perlu dijaga. Saya sudah menyetujui, dan Panglima bersama kepala staf menindaklanjuti agar instalasi DPR dijaga TNI,” kata Sjafrie di Kompleks Parlemen, Selasa (16/9/2025).

Ia menegaskan penjagaan akan berlangsung sampai situasi lebih kondusif. “Kalau memang diperlukan, kita harus ada di tengah-tengah rakyat,” ujarnya.

Sikap pemerintah dan TNI tersebut menuai kritik dari Koalisi Masyarakat Sipil yang terdiri atas Imparsial, Centra Initiative, Raksha Initiatives, HRWG, KPI, Dejure, PBHI, Setara Institute, LBH Apik, hingga Walhi.

Baca Juga:  Kompak, Debat Perdana Pilkada Bandung Barat Diwarnai Protes dari Paslon HADE dan EDUN

Direktur Imparsial, Ardi Manto, menilai pelibatan TNI keliru karena DPR bukanlah simbol kedaulatan negara, melainkan lembaga perwakilan rakyat.

“Wajar apabila DPR RI menjadi objek kritik dan aksi demonstrasi masyarakat ketika dianggap keliru,” tegasnya.

Menurut Ardi, kehadiran TNI justru menghadirkan kesan intimidatif.

“Menempatkan TNI untuk menjaga DPR memberikan kesan mengancam masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi,” ujarnya.

Ia pun mengingatkan Menhan agar tidak menyeret TNI ke ranah sipil.

“Konstitusi dan UU TNI jelas menyebut TNI bertugas di bidang pertahanan negara, sedangkan keamanan dan ketertiban masyarakat adalah ranah Polri. Pelibatan TNI di DPR merupakan penyimpangan fungsi,” tandasnya.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : tniad.mil.id

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sambut HUT RI ke-81, Kampung Warna-Warni di Padalarang Curi Perhatian, Mural Persib Jadi Ikon Swafoto
Golkar KBB Soroti Pernyataan Jeje Soal Pencatutan Nama, Dinilai Memperkeruh Situasi Birokrasi
5 Pabrik Kapur di Cipatat Ditutup Permanen, KDM: Penerima Bantuan Bertambah Jadi 1.000 Orang
Apin Marmot Puji Kreativitas Mobivan BOMBER KBB, UMKM Bobotoh Makin Berdaya
Marak Tramadol di Cimahi dan KBB, Dedi Mulyadi: “Masa Negara Kalah Sama Beking?”
Dedi Mulyadi Tegur Wali Kota Cimahi Soal Peredaran Tramadol ‘Sikat Saja’ Jangan Takut 
KPK Ingatkan Celah Korupsi Sektor Pertanahan, Bandung Barat Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian
Persib Lolos ke Final Piala Presiden 2026, Ketum BOMBER Dian Purnama Puji Performa Solid Maung Bandung 

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Sambut HUT RI ke-81, Kampung Warna-Warni di Padalarang Curi Perhatian, Mural Persib Jadi Ikon Swafoto

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Golkar KBB Soroti Pernyataan Jeje Soal Pencatutan Nama, Dinilai Memperkeruh Situasi Birokrasi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:45 WIB

5 Pabrik Kapur di Cipatat Ditutup Permanen, KDM: Penerima Bantuan Bertambah Jadi 1.000 Orang

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:02 WIB

Apin Marmot Puji Kreativitas Mobivan BOMBER KBB, UMKM Bobotoh Makin Berdaya

Selasa, 4 Agustus 2026 - 22:35 WIB

Marak Tramadol di Cimahi dan KBB, Dedi Mulyadi: “Masa Negara Kalah Sama Beking?”

Berita Terbaru