Kompak, Debat Perdana Pilkada Bandung Barat Diwarnai Protes dari Paslon HADE dan EDUN

- Penulis

Selasa, 29 Oktober 2024 - 22:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SekitarKita.id  Debat perdana pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat pada Pilkada 2024 diwarnai insiden teknis.

Hal ini yang menimbulkan protes keras dari dua paslon, yaitu paslon nomor urut 3, Hengky Kurniawan – Ade Sudrajat (HADE), dan paslon nomor urut 4, Edi Rusyandi – Unjang Asari (EDUN).

Insiden ini terjadi pada Selasa siang, 29 Oktober 2024, di Hotel Novena, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Paslon HADE mengungkapkan ketidakpuasannya akibat gangguan teknis yang terjadi saat debat berlangsung. Ketika Hengky Kurniawan menjawab pertanyaan panelis tentang optimalisasi potensi perikanan di KBB, siaran langsung video sempat terputus.

Selain itu, mikrofon yang digunakan Hengky sempat tidak berfungsi dengan baik, sehingga suaranya terdengar tidak jelas.

Hengky Kurniawan mengungkapkan bahwa insiden tersebut cukup mengganggu konsentrasi, terutama karena topik yang ia sampaikan sangat relevan dengan isu lingkungan dan ekonomi.

Hengky merasa konsep perikanan yang disampaikan tidak tersampaikan secara maksimal kepada masyarakat Bandung Barat.

Baca Juga:  Pemilihan BPD di Padalarang, Duseng Siap Kolaborasi Pentahelix dengan Pemdes Jayamekar

“Saya dapat kabar dari teman-teman bahwa di TV sempat blank. Jadi, konsep yang kami sampaikan tentang perikanan tidak sampai pesannya ke masyarakat,” ujarnya usai debat.

Related Posts

Hengky menambahkan, dirinya menjelaskan tentang optimalisasi ekonomi perikanan dengan memanfaatkan Keramba Jaring Apung (KJA) yang ramah lingkungan. Menurutnya, pembangunan ekonomi harus selaras dengan pelestarian lingkungan demi generasi mendatang.

“Kami menekankan bahwa ekosistem harus dirawat dengan penggunaan bahan kimia yang bijak. Namun, sayangnya video tidak muncul,” tambahnya.

Paslon HADE berharap agar pada debat selanjutnya, insiden serupa tidak terjadi lagi. Menurut Hengky, debat adalah momen penting untuk menyampaikan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan ke depan lebih baik, termasuk evaluasi saat pengambilan pertanyaan. Tadi, teman di nomor 4 juga mempertanyakan hal ini karena terlihat seperti ada setingan. Semoga lebih dinamis ke depannya,” ungkap Hengky.

Baca Juga:  Polres Cimahi Bongkar Praktik Ilegal Pupuk Subsidi, 3 Tersangka Diringkus di KBB

Protes Paslon EDUN Terhadap Pengelolaan Waktu dan Keakuratan Pertanyaan

Paslon nomor urut 4, Edi Rusyandi – Unjang Asari (EDUN), juga menyampaikan ketidakpuasan terhadap pengaturan waktu dalam debat.

Paslon nomor urut 4, Edi Rusyandi - Unjang Asari (EDUN), foto: Abdul Kholilulloh
Paslon nomor urut 4, Edi Rusyandi – Unjang Asari (EDUN), foto: Abdul Kholilulloh

Edi Rusyandi menyoroti bahwa keterbatasan waktu membuat beberapa gagasan tidak tersampaikan sepenuhnya. Selain itu, ia juga mengkritisi ketidakcocokan antara kotak dan amplop pertanyaan yang diterima moderator.

“Karena terbatasnya waktu yang disediakan oleh panitia, ada beberapa gagasan yang tidak bisa kami sampaikan sepenuhnya. Ada sedikit kesalahan dari panitia terkait ketidaksesuaian antara kotak dan amplop pertanyaan dari pembawa acara,” ujar Edi.

Edi menyebutkan bahwa ketidakakuratan ini menimbulkan insiden kecil di antara para pendukung dan berharap agar pihak panitia dapat memperbaikinya pada debat berikutnya.

Menurutnya, penting bagi panitia untuk menjaga transparansi agar tidak menimbulkan kecurigaan di antara para peserta.

“Kami harap ini menjadi koreksi bagi panitia untuk ke depan agar tidak menimbulkan prasangka dari pihak lain,” tambahnya.

Edi juga menyampaikan apresiasinya terhadap semua paslon yang telah mengikuti debat dengan baik. Ia menegaskan bahwa penilaian debat sepenuhnya diserahkan kepada masyarakat Bandung Barat.

Baca Juga:  Murka ! Puluhan emak-emak nekat geruduk tempat esek-esek di Karawang

Debat perdana yang berlangsung di Hotel Novena ini mendapat perhatian besar dari masyarakat. Dengan adanya protes dari beberapa paslon, diharapkan pelaksanaan debat berikutnya dapat lebih baik dan tertib.

Panitia diharapkan dapat melakukan evaluasi untuk memastikan kelancaran debat kedua yang dijadwalkan pada 16 November mendatang.

Source link



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sambut HUT RI ke-81, Kampung Warna-Warni di Padalarang Curi Perhatian, Mural Persib Jadi Ikon Swafoto
Golkar KBB Soroti Pernyataan Jeje Soal Pencatutan Nama, Dinilai Memperkeruh Situasi Birokrasi
5 Pabrik Kapur di Cipatat Ditutup Permanen, KDM: Penerima Bantuan Bertambah Jadi 1.000 Orang
Apin Marmot Puji Kreativitas Mobivan BOMBER KBB, UMKM Bobotoh Makin Berdaya
Marak Tramadol di Cimahi dan KBB, Dedi Mulyadi: “Masa Negara Kalah Sama Beking?”
Dedi Mulyadi Tegur Wali Kota Cimahi Soal Peredaran Tramadol ‘Sikat Saja’ Jangan Takut 
KPK Ingatkan Celah Korupsi Sektor Pertanahan, Bandung Barat Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian
Persib Lolos ke Final Piala Presiden 2026, Ketum BOMBER Dian Purnama Puji Performa Solid Maung Bandung 

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Sambut HUT RI ke-81, Kampung Warna-Warni di Padalarang Curi Perhatian, Mural Persib Jadi Ikon Swafoto

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Golkar KBB Soroti Pernyataan Jeje Soal Pencatutan Nama, Dinilai Memperkeruh Situasi Birokrasi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:45 WIB

5 Pabrik Kapur di Cipatat Ditutup Permanen, KDM: Penerima Bantuan Bertambah Jadi 1.000 Orang

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:02 WIB

Apin Marmot Puji Kreativitas Mobivan BOMBER KBB, UMKM Bobotoh Makin Berdaya

Selasa, 4 Agustus 2026 - 22:35 WIB

Marak Tramadol di Cimahi dan KBB, Dedi Mulyadi: “Masa Negara Kalah Sama Beking?”

Berita Terbaru