Indeks Kerukunan Bandung Barat Capai 65 Persen, Bakesbangpol Pastikan Kondisi Sosial Tetap Kondusif

- Penulis

Senin, 15 Desember 2025 - 13:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bakesbangpol KBB gelar 
Pengukuran Indeks Harmoni Indonesia (IHai) di Lembang (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Bakesbangpol KBB gelar Pengukuran Indeks Harmoni Indonesia (IHai) di Lembang (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id– Upaya menjaga stabilitas sosial dan kerukunan masyarakat terus menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Melalui hasil Pengukuran Indeks Harmoni Indonesia (IHai) yang dilakukan berbasis kerja lapangan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) mencatat bahwa kondisi sosial masyarakat Bandung Barat berada dalam kategori aman dan kondusif dengan nilai indeks mencapai 65,55 persen.

Hal ini dijelaskan Sekretaris Kesbangpol Kabupaten Bandung Barat, Agus Mulya, ia menyebut, bahwa pengukuran tersebut dilakukan secara menyeluruh dengan menilai berbagai aspek kehidupan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tidak hanya terbatas pada satu indikator, penilaian mencakup aspek ekonomi, sosial, budaya, serta keberagaman yang hidup dan tumbuh di tengah masyarakat.

Sekretaris Kesbangpol Kabupaten Bandung Barat, Agus Mulya (foto: Abdul Kholilulloh)
Sekretaris Kesbangpol Kabupaten Bandung Barat, Agus Mulya (foto: Abdul Kholilulloh)

“Ini kan bentuk kerja lapangan. Kita turun langsung untuk melihat bagaimana masyarakat menjalani kehidupannya, khususnya dalam konteks keberagaman. Bagaimana masyarakat dengan latar belakang agama, suku, dan budaya yang berbeda bisa hidup berdampingan secara damai tanpa adanya konflik sosial,” ujar Agus Mulya saat ditemui SEKITARKITA.id di Lembang, Senin 15 Desember 2025.

Baca Juga:  Momen Wabup Asep Ismail Naik Motor di Tengah Aksi Buruh KBB, Soroti Tuntutan Kesejahteraan Pekerja

Menurutnya, hasil pengukuran menunjukkan bahwa potensi gesekan sosial di Bandung Barat relatif rendah.

Hal ini tidak terlepas dari kesadaran masyarakat yang sudah terbiasa hidup dalam lingkungan yang majemuk.

Related Posts

Keberagaman agama dan suku bangsa justru menjadi kekuatan sosial yang mampu memperkuat kohesi di tengah masyarakat.

Agus menambahkan, kondisi aman ini juga didukung oleh sinergi berbagai pihak, termasuk aparat keamanan.

Bakesbangpol KBB gelar Pengukuran Indeks Harmoni Indonesia (IHai) di Lembang (foto: Abdul Kholilulloh)
Bakesbangpol KBB gelar
Pengukuran Indeks Harmoni Indonesia (IHai) di Lembang (foto: Abdul Kholilulloh)

Bakesbangpol, lanjut Agus, secara aktif berkoordinasi dengan unsur kepolisian, TNI, serta jajaran Kodim untuk memastikan setiap potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini.

Namun demikian, pendekatan yang dilakukan lebih mengedepankan pencegahan dan edukasi kepada masyarakat, bukan semata-mata penindakan.

“Harapannya jangan sampai terjadi konflik. Jangan sampai kejadian serupa terulang sampai tiga kali. Karena itu, pencegahan jauh lebih penting dibanding penanganan setelah konflik muncul,” tegasnya.

Baca Juga:  NPCI Kabupaten Bekasi Fokus Tingkatkan Pembinaan Atlet Jelang Paralympic Daerah 2025

Menjelang momentum-momentum rawan seperti perayaan tahun baru atau hari besar keagamaan, Kesbangpol meningkatkan kewaspadaan dengan memperkuat komunikasi lintas sektor.

Agus menekankan pentingnya menjaga narasi yang menyejukkan di ruang publik agar tidak terjadi salah persepsi atau pernyataan yang dapat memicu kesalahpahaman antarumat beragama.

Ia juga menegaskan bahwa dukungan antarumat beragama di Bandung Barat selama ini sudah terjalin dengan baik.

Toleransi bukan hanya sebatas slogan, tetapi telah menjadi praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Dengan capaian indeks kerukunan tersebut, Kesbangpol optimistis Bandung Barat tetap menjadi wilayah yang aman, damai, dan harmonis.

Ke depan, penguatan nilai kebangsaan dan toleransi akan terus dilakukan melalui program pembinaan masyarakat, dialog lintas agama, serta penguatan peran tokoh masyarakat.

“Tentunya kami berharap, seluruh elemen masyarakat dapat terus menjaga persatuan dan saling menghormati perbedaan, demi terciptanya stabilitas sosial yang berkelanjutan di Kabupaten Bandung Barat,” tandasnya.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kondisi Pasca 16 Bangunan Liar Dibongkar, Pedagang di Padalarang Belum Dapat Relokasi
Ngeri! Pelajar SMP Tewas Terlindas Truk di Padalarang Bandung Barat
Pembongkaran Bangli di Sukamulya Padalarang, Warga RW 25 Pertanyakan Keadilan
Tahap Pertama, 16 Bangunan Liar di Padalarang Akhirnya Dibongkar Paksa!
Misteri Kematian Pria di Kontrakan Padalarang, Diduga Meninggal karena Sakit
Viral, Kisah Siswa Naik Rakit di Cililin, Dedi Mulyadi Turunkan Tim PU Bangun Jembatan
Dari Lereng Lembang ke Timur Tengah, Kopi Arabika KBB Raup Transaksi Rp800 Juta
Di Ujung Tanduk! Nasib 16 Bangunan Liar di Sudimampir Padalarang Terancam Dibongkar Paksa

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 14:23 WIB

Kondisi Pasca 16 Bangunan Liar Dibongkar, Pedagang di Padalarang Belum Dapat Relokasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:30 WIB

Ngeri! Pelajar SMP Tewas Terlindas Truk di Padalarang Bandung Barat

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:50 WIB

Pembongkaran Bangli di Sukamulya Padalarang, Warga RW 25 Pertanyakan Keadilan

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:32 WIB

Tahap Pertama, 16 Bangunan Liar di Padalarang Akhirnya Dibongkar Paksa!

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:07 WIB

Viral, Kisah Siswa Naik Rakit di Cililin, Dedi Mulyadi Turunkan Tim PU Bangun Jembatan

Berita Terbaru

Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Padalarang-Bandung, Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Senin (31/8/2026) sekitar pukul 14.37 WIB. Foto: Abdul Kholilulloh

Bandung Barat

Ngeri! Pelajar SMP Tewas Terlindas Truk di Padalarang Bandung Barat

Senin, 31 Agu 2026 - 18:30 WIB