SEKITARKITA.id – Peta persaingan menjelang Musyawarah Daerah (Musda) V DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung Barat (KBB) semakin mengerucut.
Hingga memasuki masa injury time atau menjelang penutupan pendaftaran bakal calon Ketua DPD Partai Golkar KBB, baru satu nama yang resmi mendaftar, yakni kader senior Partai Golkar, Edi Rusyandi.
Edi mendaftarkan diri di Sekretariat DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung Barat pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekretaris Steering Committee (SC) Musda V DPD Partai Golkar KBB, Eber Simbolon, mengatakan hingga Sabtu malam pukul 20.00 WIB belum ada bakal calon lain yang menyerahkan berkas pendaftaran.
“Sampai sekarang pukul 20.00 WIB hanya satu nama yang mencalonkan diri, yaitu Kang Edi Rusyandi. Kami selaku panitia membuka pendaftaran selama dua hari dan ini hari terakhir hingga pukul 24.00 WIB malam,” kata Eber saat ditemui Sekitarkita.id di Hotel Mansion Pain, Kota Baru, Kecamatan Padalarang saat meninjau persiapan Musda V, Sabtu (1/8/2026) malam.
Menurut Eber, Edi Rusyandi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua PW GP Ansor Jawa Barat telah memenuhi salah satu syarat utama pencalonan dengan membawa dukungan mayoritas pemilik hak suara.
Ia menjelaskan, Edi telah mengantongi dukungan dari 22 pemilik hak suara, yang terdiri dari 16 Pengurus Kecamatan (PK) serta unsur organisasi pendiri dan yang didirikan Partai Golkar.
Dengan komposisi dukungan tersebut, kata Eber, peluang Musda V Golkar Bandung Barat berlangsung secara aklamasi dinilai semakin besar.
“Kang Edi telah mengantongi dukungan dari 22 pemilik hak suara. Kalau ada yang ingin mendaftar tetap kami terima sampai batas waktu yang ditentukan. Tetapi berdasarkan dukungan yang sudah masuk, hampir seluruh persyaratan dukungan telah berada pada calon yang mendaftar hari ini. Kalau pun ada yang mendaftar, peluangnya sangat tipis untuk memenuhi syarat,” ujarnya.
Eber menegaskan panitia tetap membuka kesempatan bagi kader lain yang ingin maju sebagai bakal calon Ketua DPD Golkar KBB hingga batas akhir pendaftaran pukul 24.00 WIB.
Namun, melihat syarat dukungan yang sudah terkonsentrasi kepada Edi Rusyandi, kemungkinan munculnya calon penantang dinilai sangat kecil.
Ia menambahkan, secara organisasi masih dimungkinkan muncul diskresi dari DPP Partai Golkar. Namun hingga memasuki penghujung masa pendaftaran, belum ada indikasi ke arah tersebut.
“Secara organisasi memang bisa saja terjadi diskresi apabila ada keputusan dari DPP Partai Golkar. Tetapi itu sangat sulit terjadi karena harus mengikuti Peraturan Organisasi. Sampai injury time ini belum ada calon lain yang mendaftar,” jelasnya.
Apabila hingga penutupan pendaftaran tidak ada bakal calon lain yang memenuhi syarat, maka Musda V DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung Barat diperkirakan akan menetapkan Edi Rusyandi sebagai Ketua DPD Partai Golkar KBB secara aklamasi.
Menurut Eber, mekanisme tersebut merupakan bagian dari proses demokrasi organisasi karena didasarkan pada dukungan para pemilik hak suara.
“Kalau nanti memang terjadi aklamasi, tentu itu merupakan keputusan demokratis berdasarkan dukungan yang diberikan para pemilik hak suara. Yang terpenting, Musda ini diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan yang semakin memperkuat Partai Golkar di Bandung Barat,” katanya.
Setelah ketua terpilih ditetapkan, lanjut Eber, akan dibentuk tim formatur untuk menyusun kepengurusan DPD Partai Golkar KBB periode berikutnya.
Perubahan atau penyegaran struktur kepengurusan nantinya menjadi kewenangan ketua terpilih bersama tim formatur.
Eber juga mengungkapkan Musda V DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung Barat menjadi Musda kedua di Jawa Barat setelah Kabupaten Bogor.
Ia menilai pelaksanaan Musda di Bandung Barat memiliki nilai strategis karena wilayah Kabupaten Bandung Barat yang luas serta dinilai menjadi salah satu pelaksanaan Musda yang paling representatif di Jawa Barat.
Sementara itu, kepemimpinan DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung Barat saat ini masih dipegang oleh Dadan Supardan hingga proses Musda menetapkan ketua definitif yang baru.
“Untuk beliau (ketua lama DPD Golkar KBB Dadan Supardan) belum mendaftarkan diri, artinya calon tunggal Edi Rusyandi berpeluang aklamasi,” tandasnya.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : liputan







