Sungai Cihaur Padalarang Jadi Lautan Sampah, Warga Desak UPT Kebersihan KBB Bertindak

- Penulis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saluran drainase di Kampung Sukamaju, Desa Padalarang dipenuhi sampah timbulkan bau menyengat sebelum dibersihkan (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Saluran drainase di Kampung Sukamaju, Desa Padalarang dipenuhi sampah timbulkan bau menyengat sebelum dibersihkan (foto: Abdul Kholilulloh)

KBB | SEKITARKITA.id – Warga mengeluhkan tumpukan sampah yang menutup saluran drainase di kawasan yang berbatasan dengan RW 25 Sukamulya, RW 05 Kampung Rancabali, dan RW 06 Kampung Sukamaju, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Tumpukan sampah tersebut bukan hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga menimbulkan bau menyengat, genangan air, serta menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Kondisi ini dikhawatirkan semakin buruk apabila tidak segera dilakukan penanganan.

Warga sekitar, Ipan Fadilah (53), mengatakan persoalan tersebut berkaitan dengan kondisi saluran air yang belum berfungsi normal setelah sebelumnya sempat terkendala akibat jembatan ambruk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jembatan sungai Cihaur Padalarang sudah diperbaiki, Ironisnya, kondisi itu justru menimbulkan tumpukan sampah karena saluran air tidak berfungsi normal atau mampet dampak kemarau panjang,” kata Ipan saat ditemui di lokasi, Rabu 19 Agustus 2026.

Jembatan sungai Cihaur Padalarang di Kampung Sukamaju sudah diperbaiki, tumpukan sampah menggunung (foto: Abdul Kholilulloh)
Jembatan sungai Cihaur Padalarang di Kampung Sukamaju sudah diperbaiki, tumpukan sampah menggunung (foto: Abdul Kholilulloh)

Menurutnya, kondisi saluran yang minim aliran air saat musim kemarau membuat sampah mudah menumpuk. Di sisi lain, masih terdapat masyarakat yang membuang sampah sembarangan ke saluran drainase.

Baca Juga:  Buntut pengusiran wartawan oleh safety CGI, Ketua PWI Cianjur desak Pemkab copot EO Biru

“Kalau sekarang mampet karena tidak ada air, apalagi musim kemarau. Kadang ada yang buang sembarangan, bahkan siang hari,” ujarnya.

Ipan menilai persoalan tersebut tidak semata-mata disebabkan kondisi drainase. Rendahnya kesadaran sebagian masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan juga menjadi persoalan serius.

Related Posts

“Dulu ketika jembatan ambruk, jarang warga membuang sampah. Sekarang setelah jembatan diperbaiki malah banyak yang membuang sampah,” ungkapnya.

Saluran drainase di Kampung Sukamaju, Desa Padalarang dipenuhi sampah timbulkan bau menyengat (foto: Abdul Kholilulloh)
Saluran drainase di Kampung Sukamaju, Desa Padalarang dipenuhi sampah timbulkan bau menyengat (foto: Abdul Kholilulloh)

Akibat tumpukan sampah dan genangan air, warga mulai merasakan dampak langsung berupa bau yang menyengat dan banyaknya nyamuk di sekitar lokasi.

“Bau menyengat karena ada genangan air. Nyamuk juga ganas,” katanya.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), khususnya UPT Kebersihan segera turun tangan melakukan pembersihan dan pengangkutan tumpukan sampah dan pengawasan berkala dari SDA Dinas PUTR.

Baca Juga:  Tolak dicium, pedangdut cantik di Purworejo ditendang Kepala Sekolah sampai tersungkur

Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah persoalan lingkungan berkembang menjadi masalah yang lebih besar, terutama ketika musim hujan tiba dan saluran drainase kembali dipenuhi aliran air.

“Harapannya pemerintah melalui DLH dan UPT Kebersihan bisa segera melakukan pembersihan dan mengangkut sampah. Jangan sampai dibiarkan dan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan,” tutur Ipan.

Namun, penyelesaian masalah tidak cukup hanya dengan mengandalkan pemerintah. Warga juga perlu terlibat menjaga saluran drainase agar tidak kembali menjadi tempat pembuangan sampah.

Penanganan ideal di kawasan tersebut dapat dilakukan melalui tiga langkah cepat. Pertama, DLH KBB melakukan pembersihan serta pengangkutan sampah yang sudah menumpuk.

Kedua, pemerintah desa bersama pengurus RT/RW memasang imbauan dan melakukan pengawasan terhadap kebiasaan membuang sampah sembarangan.

Ketiga, masyarakat perlu membangun kesadaran bersama bahwa saluran drainase bukan tempat pembuangan sampah.

Pembersihan juga perlu diikuti pengecekan kondisi saluran untuk memastikan tidak ada penyumbatan lain yang menghambat aliran air. Dengan begitu, persoalan sampah tidak hanya diselesaikan di permukaan, tetapi juga dari sumber masalahnya.

Baca Juga:  Update, H-3 Lebaran 2023, Jalur Pantura Cikarang- Karawang Mulai Dipadati Ribuan Pemudik

“Kesadaran masyarakat juga perlu. Kita sama-sama menjaga lingkungan,” pungkas Ipan.

Masalah sampah di drainase Rancabali kini menjadi pekerjaan bersama. Pemerintah dituntut cepat bertindak, sementara masyarakat wajib menghentikan kebiasaan membuang sampah sembarangan. Jangan menunggu saluran penuh, bau makin menyengat, atau banjir terjadi baru semua bergerak.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gegara Pelantikan Kepsek, Jam Belajar Siswa SD di Ngamprah Dipangkas, Disiplin Guru Disorot
Pasca Viral, Satgas Citarum Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Sungai Cihaur Padalarang
Soal Dana Bos, SMPN 2 Ngamprah Disorot, Sejumlah Fasilitas Rusak hingga 29 Ruang Kelas Diusulkan Direvitalisasi
Kasus Dugaan Pelecehan di SMPN 2 Ngamprah, Alumni Soroti Lemahnya Perlindungan Siswa
Babak Baru, Sejumlah Kios Terima Surat Pembongkaran Satpol PP KBB, Nasib Pedagang Terancam
Bangli Rancabali Segera Dibongkar, Warga Sentil Dugaan Satpol PP KBB Tebang Pilih
Keributan Warnai Karnaval HUT RI ke-81 di Tagog Apu, Panitia Bantah Isu Pembacokan
HUT ke-81 RI, Bupati Jeje: Kemerdekaan Harus Terasa dalam Kehidupan Masyarakat Bandung Barat

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:30 WIB

Gegara Pelantikan Kepsek, Jam Belajar Siswa SD di Ngamprah Dipangkas, Disiplin Guru Disorot

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Pasca Viral, Satgas Citarum Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Sungai Cihaur Padalarang

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:50 WIB

Soal Dana Bos, SMPN 2 Ngamprah Disorot, Sejumlah Fasilitas Rusak hingga 29 Ruang Kelas Diusulkan Direvitalisasi

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:36 WIB

Kasus Dugaan Pelecehan di SMPN 2 Ngamprah, Alumni Soroti Lemahnya Perlindungan Siswa

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:19 WIB

Babak Baru, Sejumlah Kios Terima Surat Pembongkaran Satpol PP KBB, Nasib Pedagang Terancam

Berita Terbaru