Bawaslu Bandung Barat Mulai Petakan Potensi Kerawanan Pilkada 2024

- Penulis

Jumat, 9 Agustus 2024 - 06:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bawaslu KBB Launching Pemetaan Kerawanan Pemilihan Serentak 2024 yang berlangsung di Hotel Novena Lembang, pada Kamis (8/8/2024). Foto: Abdul Kholilulloh

i

Bawaslu KBB Launching Pemetaan Kerawanan Pemilihan Serentak 2024 yang berlangsung di Hotel Novena Lembang, pada Kamis (8/8/2024). Foto: Abdul Kholilulloh

SEKITARKITA.id- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bandung Barat (KBB) telah mulai memetakan potensi kerawanan dalam Pilkada 2024.

Pemetaan ini didasarkan pada evaluasi dari pelanggaran-pelanggaran yang terjadi pada Pemilu sebelumnya, dengan tujuan untuk meminimalkan masalah serupa pada kontestasi mendatang.

Menurut Riza Nasrul Falah Sopandi, Ketua Bawaslu KBB, evaluasi terhadap pelanggaran yang terjadi pada Pemilu 2024 menjadi fondasi untuk menyusun pemetaan kerawanan Pilkada 2024.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Intinya, pemetaan ini berangkat dari evaluasi pemilu sebelumnya, dari mulai tindakan pelanggaran dan lain sebagainya, yang kemudian dikolaborasikan dan diurutkan menjadi pemetaan kerawanan yang mungkin akan terjadi,” ujarnya usai hadiri Launching Pemetaan Kerawanan Pemilihan Serentak 2024 yang berlangsung di Hotel Novena Lembang KBB pada Kamis (8/8/2024).

Riza menekankan bahwa berbagai aspek yang mungkin menjadi tren kerawanan, seperti kualitas politik, kampanye, dan pemungutan suara, telah dipertimbangkan dalam pemetaan ini.

Bawaslu juga telah menyiapkan langkah-langkah preventif untuk memastikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) bekerja sesuai regulasi yang ada.

Baca Juga:  Rayakan Idul Adha 2024, warga Kesuben Tegal sembelih sapi limousin

Kasus Pencatutan Data: Tantangan dan Solusi

Riza menjelaskan, seperti apa yang dipaparkan Ridwan, Koordinator Divisi Pencegahan Bawaslu KBB, bahwa pihaknya juga menangani masalah pencatutan data pemilih yang dilaporkan oleh masyarakat.

Bawaslu telah membuat desk posko pencatutan di setiap kecamatan dan di kabupaten untuk menghimpun data pemilih yang dicatut. Data tersebut kemudian diserahkan ke KPU untuk diproses lebih lanjut.

“Terkait dengan pencatutan, kami membuat desk, posko pencatutan di setiap kecamatan dan kabupaten. Data yang kami himpun nanti akan kami berikan ke KPU. Kenapa tidak langsung? Karena desk-nya itu hanya ada di KPU, bukan di kita,” jelas dia.

Riza juga menegaskan bahwa proses penanganan kasus pencatutan data ini tidaklah sulit atau lambat, melainkan lebih kepada bagaimana sistem berjalan. Bawaslu memastikan data yang dicatut akan ditangani sesuai prosedur dan regulasi yang berlaku.

Netralitas ASN dan Pemilih Pemula

Selain itu, netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) juga menjadi sorotan dalam pemetaan kerawanan Pilkada 2024. Berdasarkan tren Pemilu sebelumnya, netralitas di pemerintahan desa menjadi isu yang menonjol.

Baca Juga:  Sensasi K-pop KATSEYE Hiasi Versi Khusus NYLON JAPAN Januari 2025

Bawaslu telah berkoordinasi dengan Penjabat (PJ) Bupati dan sektor terkait untuk memastikan netralitas ASN.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Pak PJ Bupati melalui sosialisasi terkait netralitas ASN. Pak PJ Bupati juga sudah merespon terkait hal ini,” kata dia.

Riza juga mengungkapkan bahwa pemilih pemula menjadi salah satu fokus pemantauan Bawaslu. Bawaslu telah melakukan komunikasi dengan dinas terkait dan KPU untuk memastikan bahwa data pemilih pemula dikelola dengan baik, termasuk Daftar Pemilih Khusus (DPK) yang memiliki potensi kerawanan.

“Kerawanan yang kita potret di lapangan terutama terkait usia pemilih pemula yang mendekati usia 17 tahun pada tanggal 27 November. Kita sudah koordinasikan dengan KPU untuk memasukkan mereka ke dalam daftar pemilih potensial,” ujar Riza.

Dengan pemetaan kerawanan yang komprehensif dan kolaborasi lintas sektor, Bawaslu KBB berharap dapat mengawal pelaksanaan Pilkada 2024 dengan lebih baik, adil, dan transparan.

 



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Laporan Taufik/Yudha

Berita Terkait

Bupati Bandung Barat Prioritaskan Infrastruktur 2026, Perbaikan Jalan dan Jembatan Jadi Fokus Utama
Capaian Pajak KBB 2026 Melejit Rp183 Miliar, PBB Masih Terseok
HUT Kabupaten Bandung ke-385 Jadi Momentum Aksi Nyata: Dadang M Naser Ajak Warga Fokus Rawat Lingkungan
Tak Punya SLF, Satpol PP KBB Siap Matikan Operasional Tower Protelindo di Padalarang
Skandal Pencatutan Nama Prabowo Subianto, DPRD KBB Sebut PT Protelindo Bohongi Publik
Sorotan Publik Menguat, DPRD KBB Usulkan Stop Sementara Aktivitas Tower PT Protelindo
Jeje Alami Kecelakaan, Diduga Rem Blong Truk Box Container Hantam Pembatas Jalan di KBB
Viral, Bocah 3 Tahun di KBB Diduga Dilecehkan, Ibu-ibu Ngadu ke Dedi Mulyadi

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 10:37 WIB

Bupati Bandung Barat Prioritaskan Infrastruktur 2026, Perbaikan Jalan dan Jembatan Jadi Fokus Utama

Senin, 20 April 2026 - 20:00 WIB

Capaian Pajak KBB 2026 Melejit Rp183 Miliar, PBB Masih Terseok

Senin, 20 April 2026 - 14:29 WIB

HUT Kabupaten Bandung ke-385 Jadi Momentum Aksi Nyata: Dadang M Naser Ajak Warga Fokus Rawat Lingkungan

Jumat, 17 April 2026 - 07:54 WIB

Tak Punya SLF, Satpol PP KBB Siap Matikan Operasional Tower Protelindo di Padalarang

Rabu, 15 April 2026 - 19:00 WIB

Sorotan Publik Menguat, DPRD KBB Usulkan Stop Sementara Aktivitas Tower PT Protelindo

Berita Terbaru

Kantor Bapenda KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Bandung Barat

Capaian Pajak KBB 2026 Melejit Rp183 Miliar, PBB Masih Terseok

Senin, 20 Apr 2026 - 20:00 WIB