Kabupaten Bekasi | SekitarKita.id,- Puluhan warga Desa Karangsambung, Kecamatan Kedungwaringin protes, mereka mengklaim Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bekasi tak berpihak (tembang pilih) kepada warga sekitar dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sebelumnya, aksi unjuk rasa puluhan warga didepan gedung KPUD Kabupaten Bekasi dijalan Raya Raya Rengas Bandung No 103, Desa Karangsambung, Kamis (18/1/24) malam itu buntut dari kekesalan warga yang tidak dilibatkan tenaga proses sortir dan lipat atau (sorlip) surat suara Pemilu 2024
Mereka kecewa, momentum di tahun politik 2024, seharusnya perhelatan pesta demokrasi lima tahunan ini warga sekitar (Kedungwaringin) dilibatkan pada proses sorlip. Mereka berharap adanya kegiatan yang menambah penghasilan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu protes diutarakan Rama, warga sekitar, ia mengatakan, ditengah himpitan ekonomi serba sulit, bahan sembako yang kian melejit dirinya dan puluhan warga sekitar hanya mengandalkan pekerjaan serabutan untuk menyambung kebutuhan sehari-hari. Tak ada tumpuan warga untuk mengadu kepada siapa agar mereka mendapatkan pekerjaan itu.
Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bekasi seakan tutup mata melihat fenomena ini, pemerintah tak berkutik melihat KPU Kabupaten Bekasi seolah tembang pilih (pilih kasih) dalam merekrut tenaga sorlip, cenderung warga luar daerah Kedungwaringin itu sendiri yang dipekerjakan.
Diwilayah kabupaten/kota baik di Jawa Barat umumnya Indonesia, warga di lingkungan sekitar gedung KPU lah yang diutamakan terlebih dahulu dalam pelipatan surat suara pemilu, ini terjadi hanya ada di Kabupaten Bekasi.
“Miris memang, saya ingin kerja kang, ngelipet surat suara, semalam warga protes ada sekitar 120 orang,” kata Rama dengan raut muka melas seakan menggambarkan kecewanya saat ditemui pewarta SekitarKita.id Desa Karangsambung, Jumat (19/01/2024) siang.
Ia menyebut, dari hasil unjuk rasa semalam, kata Rama, sekitar 120 orang hanya se per-empat yang diakomodir (dipekerjakan), sebelumnya melakukan aksi, KPU Kabupaten Bekasi merekrut tenaga kerja dari luar daerah Kecamatan Kedungwaringin ada sekitar ratusan, artinya warga lokal hanya berapa persen saja yang dilibatkan.
“Semalam saya sudah dimintain data KTP, sampai sekarang ditunggu tunggu kaga ada nama saya, cuman didata doang ya belum kerja kalau yang lain sudah sebagian,” cetus Rama.
Dijelaskan dia, pihaknya diminta untuk bersabar dan menunggu keputusan dari pimpinan KPU Kabupaten Bekasi, entah harus nunggu berapa lama dirinya tidak menjelaskan secara pasti.
“Katanya suruh nunggu, sampai kapan kita kan buat ngurusin anak,” ujarnya.
Sementara itu, saat disambangi awak media, Ketua KPU Kabupaten Bekasi, Ali Rido tak berada di kantor, pihaknya mengkonfirmasi melalui aplikasi perpesanan tengah melakukan rapat diluar kota. Warga pun kesulitan menemui pimpinan KPU Kabupaten Bekasi.
Ali menjelaskan, terkait rekrutmen petugas surat suara yang dilakukan di aula kantor KPU dan di gudang KPU Kabupaten Bekasi, menurut dia sudah sesuai instruksi sekretaris KPU RI. Pertanggal 20 Januari 2024 KPU naik di kabupaten/kota harus sudah selesai pelipatan.
“Keterkaitan tentang batas petugas lipat suara yakni tahap pertama kurang lebih 1000 orang dan tahap 2 berjumlah 800 orang yang terbagi kepada 400 orang di gedung aula KPU Kabupaten Bekasi dan 400 orang yang bertugas di gedung KPU,” ujar Ali.
Dirinya mengakui adanya kesalah pahaman atau miskomunikasi dilapangan terkait rekrutmen petugas sorlip oleh warga sekitar yang sebagian belum tercatat kedalam petugas sorlip.
“Hal tersebut kami lakukan langkap pendekatan persuasif anatara warga sekitar, pak kepala Desa, Kapolsek Kedungwaringin dan pihak KPU Kabupaten Bekasi sehingga kesalahpaman yang terjadi dapat terlerai dengan baik,” bebernya .
“Dari hal tersebut esok hari kami akan melanjutkan pelipatan surat suara kembali sesuai dengan target yang kami canangkan,” tulisnya.
Atas peristiwa itu, pihaknya meminta maaf kepada seluruh staf jika dalam perekrutan terjadi ketidaknyamanan bagi masyarakat. Kendati itu ia tak merinci jumlah biaya atau gaji tenaga petugas sorlip tersebut.
“Untuk semua pihak kami atas nama KPU Kabupaten Bekasi dan seluruh staf sekretariat mohon maaf jika dalam perekrutan terjadi ketidaknyamanan bagi masyarakat sekitar. Namun tetap upaya kami untuk terus memberikan pelayanan bagi warga sekitar agar bisa di rasakan dengan baik,” tandasnya.
Laporan: Darto
Editor: Abdul Kholilulloh








