Carut-marut tenaga sorlip surat suara, warga sebut KPU Kabupaten Bekasi tembang pilih

- Penulis

Sabtu, 20 Januari 2024 - 12:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Bekasi | SekitarKita.id,- Puluhan warga Desa Karangsambung, Kecamatan Kedungwaringin protes, mereka mengklaim Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bekasi tak berpihak (tembang pilih) kepada warga sekitar dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sebelumnya, aksi unjuk rasa puluhan warga didepan gedung KPUD Kabupaten Bekasi dijalan Raya Raya Rengas Bandung No 103, Desa Karangsambung, Kamis (18/1/24) malam itu buntut dari kekesalan warga yang tidak dilibatkan tenaga proses sortir dan lipat atau (sorlip) surat suara Pemilu 2024

Mereka kecewa, momentum di tahun politik 2024, seharusnya perhelatan pesta demokrasi lima tahunan ini warga sekitar (Kedungwaringin) dilibatkan pada proses sorlip. Mereka berharap adanya kegiatan yang menambah penghasilan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu protes diutarakan Rama, warga sekitar, ia mengatakan, ditengah himpitan ekonomi serba sulit, bahan sembako yang kian melejit dirinya dan puluhan warga sekitar hanya mengandalkan pekerjaan serabutan untuk menyambung kebutuhan sehari-hari. Tak ada tumpuan warga untuk mengadu kepada siapa agar mereka mendapatkan pekerjaan itu.

Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bekasi seakan tutup mata melihat fenomena ini, pemerintah tak berkutik melihat KPU Kabupaten Bekasi seolah tembang pilih (pilih kasih) dalam merekrut tenaga sorlip, cenderung warga luar daerah Kedungwaringin itu sendiri yang dipekerjakan.

Baca Juga:  Pemkab Bandung Barat Percepat Bantuan Rp5 Juta bagi Warga Terdampak Longsor Cisarua
Pantauan dilokasi gudang KPU Kabupaten Bekasi tenaga sorlip dari luar wilayah Kedungwaringin (foto: Darto/ tim SekitarKita.id)
Pantauan dilokasi gudang KPU Kabupaten Bekasi tenaga sorlip dari luar wilayah Kedungwaringin (foto: Darto/ tim SekitarKita.id)

Diwilayah kabupaten/kota baik di Jawa Barat umumnya Indonesia, warga di lingkungan sekitar gedung KPU lah yang diutamakan terlebih dahulu dalam pelipatan surat suara pemilu, ini terjadi hanya ada di Kabupaten Bekasi.

“Miris memang, saya ingin kerja kang, ngelipet surat suara, semalam warga protes ada sekitar 120 orang,” kata Rama dengan raut muka melas seakan menggambarkan kecewanya saat ditemui pewarta SekitarKita.id Desa Karangsambung, Jumat (19/01/2024) siang.

Related Posts

Ia menyebut, dari hasil unjuk rasa semalam, kata Rama, sekitar 120 orang hanya se per-empat yang diakomodir (dipekerjakan), sebelumnya melakukan aksi, KPU Kabupaten Bekasi merekrut tenaga kerja dari luar daerah Kecamatan Kedungwaringin ada sekitar ratusan, artinya warga lokal hanya berapa persen saja yang dilibatkan.

Baca Juga:  Kesaksian Iwan korban kebakaran minibus di SPBU Cikamuning KBB, sempat terjebak api

“Semalam saya sudah dimintain data KTP, sampai sekarang ditunggu tunggu kaga ada nama saya, cuman didata doang ya belum kerja kalau yang lain sudah sebagian,” cetus Rama.

Dijelaskan dia, pihaknya diminta untuk bersabar dan menunggu keputusan dari pimpinan KPU Kabupaten Bekasi, entah harus nunggu berapa lama dirinya tidak menjelaskan secara pasti.

“Katanya suruh nunggu, sampai kapan kita kan buat ngurusin anak,” ujarnya.

Sementara itu, saat disambangi awak media, Ketua KPU Kabupaten Bekasi, Ali Rido tak berada di kantor, pihaknya mengkonfirmasi melalui aplikasi perpesanan tengah melakukan rapat diluar kota. Warga pun kesulitan menemui pimpinan KPU Kabupaten Bekasi.

Ali menjelaskan, terkait rekrutmen petugas surat suara yang dilakukan di aula kantor KPU dan di gudang KPU Kabupaten Bekasi, menurut dia sudah sesuai instruksi sekretaris KPU RI. Pertanggal 20 Januari 2024 KPU naik di kabupaten/kota harus sudah selesai pelipatan.

“Keterkaitan tentang batas petugas lipat suara yakni tahap pertama kurang lebih 1000 orang dan tahap 2 berjumlah 800 orang yang terbagi kepada 400 orang di gedung aula KPU Kabupaten Bekasi dan 400 orang yang bertugas di gedung KPU,” ujar Ali.

Baca Juga:  Ditengah animo ngabuburit tinggi, gerbang komplek Pemda KBB digembok Satpol PP

Dirinya mengakui adanya kesalah pahaman atau miskomunikasi dilapangan terkait rekrutmen petugas sorlip oleh warga sekitar yang sebagian belum tercatat kedalam petugas sorlip.

“Hal tersebut kami lakukan langkap pendekatan persuasif anatara warga sekitar, pak kepala Desa, Kapolsek Kedungwaringin dan pihak KPU Kabupaten Bekasi sehingga kesalahpaman yang terjadi dapat terlerai dengan baik,” bebernya .

“Dari hal tersebut esok hari kami akan melanjutkan pelipatan surat suara kembali sesuai dengan target yang kami canangkan,” tulisnya.

Atas peristiwa itu, pihaknya meminta maaf kepada seluruh staf jika dalam perekrutan terjadi ketidaknyamanan bagi masyarakat. Kendati itu ia tak merinci jumlah biaya atau gaji tenaga petugas sorlip tersebut.

“Untuk semua pihak kami atas nama KPU Kabupaten Bekasi dan seluruh staf sekretariat mohon maaf jika dalam perekrutan terjadi ketidaknyamanan bagi masyarakat sekitar. Namun tetap upaya kami untuk terus memberikan pelayanan bagi warga sekitar agar bisa di rasakan dengan baik,” tandasnya.

 

Laporan: Darto

Editor: Abdul Kholilulloh 

 



Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Massa Siapkan Aksi 27 Agustus di DPR, Sejumlah Tuntutan Jadi Sorotan
Gegara Sekolah Kumuh, Bupati Jeje Semprot Kepsek SMPN 2 Ngamprah Bandung Barat 
Antrean Kendaraan Mengular Batujajar-Cimareme, Perbaikan Jalan di Cangkorah Jadi Biang Kemacetan
Pasca Ledakan Tabung Gas, Polsek Padalarang Pasang Garis Polisi di Lokasi Fried Chicken
Ngeri! Ledakan Tabung Gas di Padalarang Lukai Lima Orang, Tiga Korban Alami Luka Bakar hingga Melepuh
Disentil KPK, DPRD KBB Akhirnya Setop Rapat di Hotel, Ketua Dewan Berdalih Demi Efisiensi
Siswa Dipulangkan Lebih Awal Tanpa Alasan, Disdik KBB Evaluasi Disiplin Guru SD di Ngamprah
Bawa Misi Ketahanan Pangan ke Bandung Barat, Dadang M Naser Tebar Ribuan Benih Ikan di Padalarang

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:55 WIB

Massa Siapkan Aksi 27 Agustus di DPR, Sejumlah Tuntutan Jadi Sorotan

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:53 WIB

Gegara Sekolah Kumuh, Bupati Jeje Semprot Kepsek SMPN 2 Ngamprah Bandung Barat 

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:18 WIB

Antrean Kendaraan Mengular Batujajar-Cimareme, Perbaikan Jalan di Cangkorah Jadi Biang Kemacetan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:15 WIB

Pasca Ledakan Tabung Gas, Polsek Padalarang Pasang Garis Polisi di Lokasi Fried Chicken

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:16 WIB

Ngeri! Ledakan Tabung Gas di Padalarang Lukai Lima Orang, Tiga Korban Alami Luka Bakar hingga Melepuh

Berita Terbaru