Di Tengah Pro dan Kontra, Bupati Jeje dan Kades Bandung Barat Tetap Dukung Rereongan Poe Ibu

- Penulis

Jumat, 10 Oktober 2025 - 12:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berbagai macam uang koin mata uang Rupiah (foto: istimewa/ @yudigram)

i

Berbagai macam uang koin mata uang Rupiah (foto: istimewa/ @yudigram)

SEKITARKITA.id – Program Rereongan Sapoe Sarebu atau Poe Ibu gagasan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terus menuai pro dan kontra di tengah masyarakat.

Meski demikian, Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat menyatakan dukungan terhadap program yang mengedepankan semangat gotong royong itu.

Kepala Desa Tanimulya, Omin Efendi, menegaskan bahwa program ini bukan bentuk paksaan, melainkan ajakan untuk meningkatkan kesadaran sosial masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Gubernur Jabar KDM menekan seperti itu bagus untuk mengingatkan agar kegiatan sosial lebih diaktifkan kembali. Pro dan kontra itu wajar, artinya masyarakat mulai sadar. Program ini bukan pemaksaan, lebih kepada kesadaran dan belajar bersosial,” ujar Omin daat ditemui sekitarkita.id di kantor, pada Jumat 10 Oktober 2025.

Berbagai macam uang koin mata uang Rupiah (foto: istimewa/ @yudigram)
Berbagai macam uang koin mata uang Rupiah (foto: istimewa/ @yudigram)

Omin menjelaskan, kesalahpahaman muncul karena sebagian masyarakat mengira program ini wajib menyetor Rp1.000 per hari. Padahal, menurutnya Rereongan Poe Ibu hanya berupa surat edaran, bukan aturan hukum yang memaksa.

“Ini hanya edaran, bukan regulasi. Kalau mampu seribu sehari silakan, kalau cuma lima ratus pun jalan. Bahkan bisa per minggu atau per bulan,” jelasnya.

Baca Juga:  Profil TB Ardi Januar: Kandidat Kuat Calon Bupati Bandung Barat dari Partai Gerindra

Omin menyebut, tradisi gotong royong seperti ini sebenarnya sudah lama dilakukan masyarakat, misalnya melalui iuran kematian, bantuan warga sakit, hingga kegiatan PKK atau RW.

Desa Tanimulya berencana membuat kotak donasi di setiap RT/RW sebagai contoh implementasi. Dana yang terkumpul akan dikelola secara transparan oleh bendahara khusus dan tidak dicampur dengan anggaran desa atau bantuan pemerintah.

Ia menyebut, dana bisa digunakan untuk biaya kedukaan atau kematian, bantuan warga sakit yang tidak mampu, membantu warga yang menunggui keluarga di rumah sakit.

Lalu kemudian, kata Omin, untuk membantu pegawai atau warga yang menikah, pinjaman sosial sementara, kegiatan desa yang tidak ada anggaran

“Kalau ada warga sakit dan tidak punya uang untuk makan saat menunggu di rumah sakit, kita bisa bantu dari dana itu. Ini bentuk kepedulian,” tambahnya.

Pemkab Bandung Barat Siapkan Teknis Pelaksanaan

Sebelumnya, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menyatakan dukungan penuh terhadap program Rereongan Poe Ibu. Ia menilai program ini memperkuat solidaritas sosial dan kemandirian masyarakat.

Baca Juga:  Sindikat Maling Motor di Bekasi Diringkus Polisi, 2 Senjata Api Rakitan dan 5 Motor Disita

“Gerakan ini contoh nyata bahwa nilai-nilai solidaritas sosial masih hidup dan tumbuh di tengah masyarakat,” kata Jeje, Rabu (8/10/2025).

Jeje menegaskan tidak ada paksaan dalam pelaksanaannya. Pengelolaan dapat dilakukan hingga tingkat RW bahkan RT.

“Karena sifatnya sukarela dan dikelola langsung oleh kelompok masyarakat, ini justru bentuk kemandirian sosial,” tegasnya.

Jeje membuka opsi bahwa program ini akan diterapkan terlebih dahulu kepada ASN Pemkab Bandung Barat, sebelum digulirkan ke masyarakat luas.

“Apakah pakai pola kencleng harian atau mingguan, nanti kita siapkan teknisnya,” jelasnya.

Rereongan Poe Ibu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 149/PMD.03.04/KESRA, yang merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial.

“SE ini ditujukan kepada, Bupati/Wali Kota se-Jawa Barat, Kepala Perangkat Daerah Pemprov Jabar, Kantor Wilayah Kementerian Agama Jabar,” ujarnya.

Gubernur Dedi Mulyadi mengajak ASN, pelajar, dan masyarakat untuk meningkatkan kesetiakawanan sosial serta pemenuhan hak dasar di bidang pendidikan dan kesehatan.

Dana Rereongan Poe Ibu akan digunakan untuk membantu masyarakat yang mengalami, keterbatasan ekonomi, kendala akses layanan kesehatan atau pendidikan situasi darurat atau mendesak.

Baca Juga:  Bolonemase Jakarta Utara Gelar Kopdar Akbar Sekaligus Pengukuhan Korcam dan Korkel

Meski menuai pro dan kontra, dukungan terus mengalir dari desa hingga pemerintah daerah. Desa Tanimulya siap menjadi contoh implementasi program ini dengan menekankan nilai kesukarelaan, transparansi, dan gotong royong.

Program Rereongan Poe Ibu dinilai sebagai gerakan sosial berbasis kearifan lokal untuk memperkuat solidaritas di tengah tantangan ekonomi masyarakat.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Misteri Dugaan Keracunan MBG Belum Terungkap, Kepsek SDN 2 Cipeundeuy Ungkap Kronologinya
SPPG Padalarang Disuspend 20 Hari, BGN Temukan Masalah Pencucian Ompreng
Brigez Indonesia Jalin MoU dengan SKB KBB, Perkuat Pendidikan Kesetaraan 2026
Sidak SPBE Patra Niaga Padalarang, Wamendag Dyah Roro Pastikan LPG 3 Kg Sesuai Timbangan 
Mobil Tabrak Tiang PJU di Depan Pemkab Bandung Barat, Diduga Ban Pecah
Kanaya Whu Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker, Dedi Mulyadi Kenang Karyanya Lewat Lagu
Puluhan Siswa Diduga Keracunan, Pemdes Cipeundeuy Padalarang Malah Asik Berlibur ke Pangandaran
Dinkes KBB Belum Pastikan Dugaan Keracunan MBG, Sampel Makanan Tak Tersedia

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 18:58 WIB

Misteri Dugaan Keracunan MBG Belum Terungkap, Kepsek SDN 2 Cipeundeuy Ungkap Kronologinya

Senin, 14 September 2026 - 17:12 WIB

SPPG Padalarang Disuspend 20 Hari, BGN Temukan Masalah Pencucian Ompreng

Senin, 14 September 2026 - 16:45 WIB

Brigez Indonesia Jalin MoU dengan SKB KBB, Perkuat Pendidikan Kesetaraan 2026

Senin, 14 September 2026 - 13:57 WIB

Sidak SPBE Patra Niaga Padalarang, Wamendag Dyah Roro Pastikan LPG 3 Kg Sesuai Timbangan 

Minggu, 13 September 2026 - 21:57 WIB

Mobil Tabrak Tiang PJU di Depan Pemkab Bandung Barat, Diduga Ban Pecah

Berita Terbaru

Sebuah mobil mengalami kecelakaan tunggal di kompleks Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (13/9/2026) malam. Foto: istimewa

Bandung Barat

Mobil Tabrak Tiang PJU di Depan Pemkab Bandung Barat, Diduga Ban Pecah

Minggu, 13 Sep 2026 - 21:57 WIB