Hongaria tidak akan memberlakukan kembali larangan impor madu Ukraina meskipun ada protes Oleh Reuters

- Penulis

Rabu, 27 Maret 2024 - 03:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

BUDAPEST (Reuters) – Hongaria tidak akan menerapkan kembali larangan impor madu dari Ukraina meskipun ada tuntutan dari para petani madu yang memprotes dengan mengatakan madu murah dari Ukraina menekan harga dan mengancam akan membuat mereka gulung tikar.

Pemerintahan Perdana Menteri Viktor Orban memberlakukan larangan impor 24 produk pertanian dari Ukraina tahun lalu termasuk biji-bijian, daging babi, dan juga madu. Pada tanggal 19 Februari, pemerintah menghapuskan larangan impor madu, sehingga memicu protes dari sekitar 22.000 peternak lebah di negara tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menteri Pertanian Istvan Nagy mengatakan kepada Reuters bahwa larangan impor sepihak gagal memberikan dampak positif pada pasar lokal karena harga pembelian grosir tidak meningkat sesuai harapan petani lokal, dan hal ini merugikan perusahaan yang mengemas dan mengekspor madu ke UE.

Dia mengatakan eksportir madu membutuhkan madu Ukraina karena mereka tidak akan mampu memenuhi pengiriman sesuai kontrak.

“Karena penutupan (larangan) tidak lagi mendukung kepentingan peternak lebah Hongaria, hal ini tidak memiliki dampak yang nyata, kami tidak ingin menciptakan masalah yang lebih besar…itulah sebabnya kami harus membuka kembali pasar kami,” kata Nagy.

Baca Juga:  Saham Asia rebound seiring meredanya kekhawatiran di Timur Tengah Oleh Making an investment.com

Ketika ditanya apakah pemerintah akan mempertimbangkan untuk menerapkan kembali larangan impor, dia menjawab “tidak, karena tidak ada dampaknya.”

Sebagian besar impor madu ke UE berasal dari Tiongkok dan Ukraina. Impor Ukraina menyumbang 25% dari impor madu UE pada Januari-Agustus 2023, menurut knowledge Komisi Eropa.

Krisztian Kisjuhasz, seorang peternak lebah di desa Ladanybene, memiliki 110 sarang lebah dan mengatakan harga pembelian grosir saat ini bahkan tidak menutupi biaya yang dikeluarkannya. Kisjuhasz mengambil bagian dalam protes petani di dekat perbatasan Ukraina pada awal Februari.

“Yang kami inginkan adalah…mencegah madu Ukraina masuk ke pasar Eropa atau setidaknya Hongaria dengan harga murah, guna melindungi pasar kami karena harga telah tertahan (rendah) selama 2 tahun,” ujarnya.

© Reuters.  Peternak lebah Krisztian Kisjuhasz bekerja di sarang lebah di Ladanybene, Hongaria, 23 Maret 2024. REUTERS/Marton Monus

“Sayangnya, di masa depan para peternak lebah yang mencari nafkah dari hal ini, akan terpaksa… mengambil pekerjaan lain dan melanjutkan peternakan madu sebagai hobi karena kami tidak akan bisa menjual madu kami dalam jumlah besar, kata Kisjuhasz.

Dia mengatakan masalah terbesar selain impor Ukraina adalah madu murah Tiongkok yang membanjiri pasar UE.

Baca Juga:  Morgan Stanley merencanakan PHK di Asia dan Tiongkok yang paling terkena dampaknya - Bloomberg Oleh Making an investment.com



[ad_2]

2024-03-27 03:37:17

www.making an investment.com



Berita Terkait

Tyranno Rilis! Motor Listrik Petualang Rp25 Juta: Fitur Canggih yang Mengancam!
Repo BI Kini Gunakan Obligasi Korporasi, Tingkatkan Likuiditas Pasar
Pemerintah Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Kredit Industri Padat Karya, Subsidi Bunga Rp260 Miliar
Disperindag KBB Dorong 50 Produk IKM Tembus Pasar Modern, Ini Tantangannya
muslimai.ai: Sahabat Digital Gen Z untuk Refleksi, Ketenangan, dan Iman di Era Kegelisahan
Cara Menghilangkan Jerawat di Punggung Secara Alami dan Efektif
Soft Opening Master Baker Indonesia: Sekolah Baking Profesional Baru di Surabaya Barat
Kolaborasi Pentahelik, Hamaren Corporation Sukses Gelar Annual Meeting 2025 di Bekasi

Berita Terkait

Senin, 10 November 2025 - 05:15 WIB

Tyranno Rilis! Motor Listrik Petualang Rp25 Juta: Fitur Canggih yang Mengancam!

Senin, 10 November 2025 - 04:30 WIB

Repo BI Kini Gunakan Obligasi Korporasi, Tingkatkan Likuiditas Pasar

Senin, 8 September 2025 - 09:20 WIB

Pemerintah Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Kredit Industri Padat Karya, Subsidi Bunga Rp260 Miliar

Kamis, 3 Juli 2025 - 19:37 WIB

Disperindag KBB Dorong 50 Produk IKM Tembus Pasar Modern, Ini Tantangannya

Rabu, 18 Juni 2025 - 12:37 WIB

muslimai.ai: Sahabat Digital Gen Z untuk Refleksi, Ketenangan, dan Iman di Era Kegelisahan

Berita Terbaru