SEKITARKITA.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah insiden keracunan massal terjadi di SMPN 1 Cisarua, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Menyikapi kejadian ini, Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, turun langsung ke lokasi untuk meninjau posko darurat penanganan korban.
Peristiwa ini menambah catatan buruk pelaksanaan program MBG, setelah sebelumnya kasus serupa terjadi di Cipongkor dan Cihampelas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Padahal, program ini dirancang untuk meningkatkan gizi siswa, bukan membahayakan kesehatan mereka.
Mengutip data Dinas Kesehatan KBB, Jeje Ritchie mengungkapkan bahwa sebanyak 161 siswa mengalami gejala keracunan.
Meski jumlahnya cukup besar, sebagian besar siswa sudah membaik dan dipulangkan ke rumah masing-masing.
“Saya berharap malam ini kondisi siswa sudah membaik semuanya,” ujar Jeje, Rabu 15 Oktober 2025.
Jeje menegaskan bahwa program MBG sebenarnya program baik, namun harus dijalankan dengan pengawasan dan evaluasi ketat agar insiden tidak terus berulang.
“Program ini sangat baik, tetapi kalau tidak dievaluasi dengan tepat, kejadian seperti ini bisa terus terulang,” tegasnya.
Pemkab Bandung Barat akan mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh tahapan pelaksanaan program MBG.
Evaluasi mencakup, kata Jeje, pengadaan bahan makanan, proses memasak, distribusi makanan ke sekolah-sekolah.
“Kedepannya BGN harus melakukan evaluasi lebih mendalam. Apalagi ini sudah kejadian kedua,” kata Jeje.
Demi menjaga keamanan siswa, kegiatan belajar mengajar di SMPN 1 Cisarua sementara dialihkan ke sistem daring (online) hingga kondisi sekolah dinyatakan benar-benar aman.
“Untuk belajar mengajar akan dilakukan secara daring untuk sementara,” ungkap Jeje.








