Koalisi Enam Serikat Buruh Bandung Barat Desak Supremasi Sipil dan Hapus Sistem Outsourcing

- Penulis

Selasa, 23 September 2025 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pernyataan sikap Koalisi Enam Serikat Pekerja/Serikat Buruh Kabupaten Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Pernyataan sikap Koalisi Enam Serikat Pekerja/Serikat Buruh Kabupaten Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id – Koalisi Enam Serikat Pekerja/Serikat Buruh Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyampaikan pernyataan sikap terkait dinamika ketenagakerjaan dan penegakan hukum di Indonesia.

Pernyataan ini ditegaskan langsung oleh Koordinator Koalisi, Dede Rahmat, yang menegaskan bahwa buruh menolak segala bentuk tindakan represif aparat terhadap aksi massa serta menuntut adanya supremasi sipil.

Pernyataan sikap Koalisi Enam Serikat Pekerja/Serikat Buruh Kabupaten Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)
Pernyataan sikap Koalisi Enam Serikat Pekerja/Serikat Buruh Kabupaten Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)

Dalam pernyataannya, Koalisi Enam Serikat Buruh yang terdiri dari FSPMI, SPN, GOBSI, FSP LEM SPSI, FSP KEP SPSI dan SBSI 92, dan jajaran pengurus menyampaikan delapan poin penting, di antaranya:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Mendukung tegaknya supremasi sipil di Indonesia.

2. Mendorong Polri menerapkan restorative justice terhadap peserta aksi 25–30 Agustus 2025 yang ditahan namun tidak terlibat dalam perusakan maupun pembakaran fasilitas publik.

3. Mengecam tindakan represif anggota Polri yang bahkan sampai menghilangkan nyawa saat aksi unjuk rasa.

4. Mendukung Polri untuk mengusut tuntas pelaku perusakan dan pembakaran fasilitas publik tanpa pandang bulu.

Related Posts

5. Mendesak pemerintah segera mengesahkan RUU Ketenagakerjaan tanpa omnibuslaw, sesuai putusan Mahkamah Konstitusi No. 168/PUU-XXI/2023.

Baca Juga:  SMPN 3 Parongpong Bangga, Citra dan Lionel Raih Prestasi Membanggakan di Ajang Bahasa dan Sastra

6. Menuntut penghapusan sistem kerja outsourcing serta pembentukan satgas PHK sesuai janji Presiden RI pada perayaan Mayday 2025.

7. Mendorong reformasi kepolisian yang bermakna perbaikan sistem agar lebih profesional dan akuntabel, bukan sekadar pergantian Kapolri.

8. Menolak keras jika Polri ditempatkan di bawah Menhan, apalagi Mendagri.

Menurut Dede Rahmat, sikap tegas ini merupakan bentuk konsistensi gerakan buruh dalam memperjuangkan keadilan sosial dan perlindungan bagi kaum pekerja di tengah maraknya persoalan ketenagakerjaan.

“Kami menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap buruh yang berjuang untuk hak-haknya. Negara harus hadir untuk melindungi, bukan menindas,” kata Dede Rahmat saat ditemui SEKITARKITA.id dalam agenda konferensi pers di Batujajar, Selasa 23 September 2025.

Buruh menuntut kepastian kerja, kepastian hukum, serta perlindungan yang adil bagi seluruh rakyat pekerja,” sambungnya.

Koalisi Enam Serikat Pekerja/Serikat Buruh Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyampaikan pernyataan sikap terkait dinamika ketenagakerjaan dan penegakan hukum di Indonesia (foto: Abdul Kholilulloh)
Koalisi Enam Serikat Pekerja/Serikat Buruh Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyampaikan pernyataan sikap terkait dinamika ketenagakerjaan dan penegakan hukum di Indonesia (foto: Abdul Kholilulloh)

Koalisi Enam Serikat Buruh KBB juga menegaskan akan terus mengawal jalannya pembahasan RUU Ketenagakerjaan dan menolak setiap upaya pemerintah yang dinilai melemahkan posisi buruh.

“Kami siap melakukan konsolidasi lebih luas jika tuntutan ini tidak diindahkan,” tandasnya.

Baca Juga:  Banjir Bandang Sumatera Utara Lukai Warga: Desa Sipange Tukka Terisolasi dan Butuh Bantuan Mendesak



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sambut HUT RI ke-81, Kampung Warna-Warni di Padalarang Curi Perhatian, Mural Persib Jadi Ikon Swafoto
Golkar KBB Soroti Pernyataan Jeje Soal Pencatutan Nama, Dinilai Memperkeruh Situasi Birokrasi
5 Pabrik Kapur di Cipatat Ditutup Permanen, KDM: Penerima Bantuan Bertambah Jadi 1.000 Orang
Apin Marmot Puji Kreativitas Mobivan BOMBER KBB, UMKM Bobotoh Makin Berdaya
Marak Tramadol di Cimahi dan KBB, Dedi Mulyadi: “Masa Negara Kalah Sama Beking?”
Dedi Mulyadi Tegur Wali Kota Cimahi Soal Peredaran Tramadol ‘Sikat Saja’ Jangan Takut 
KPK Ingatkan Celah Korupsi Sektor Pertanahan, Bandung Barat Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian
Persib Lolos ke Final Piala Presiden 2026, Ketum BOMBER Dian Purnama Puji Performa Solid Maung Bandung 

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Sambut HUT RI ke-81, Kampung Warna-Warni di Padalarang Curi Perhatian, Mural Persib Jadi Ikon Swafoto

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Golkar KBB Soroti Pernyataan Jeje Soal Pencatutan Nama, Dinilai Memperkeruh Situasi Birokrasi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:45 WIB

5 Pabrik Kapur di Cipatat Ditutup Permanen, KDM: Penerima Bantuan Bertambah Jadi 1.000 Orang

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:02 WIB

Apin Marmot Puji Kreativitas Mobivan BOMBER KBB, UMKM Bobotoh Makin Berdaya

Selasa, 4 Agustus 2026 - 22:35 WIB

Marak Tramadol di Cimahi dan KBB, Dedi Mulyadi: “Masa Negara Kalah Sama Beking?”

Berita Terbaru