[ad_1]
Catatan untuk pria di mana pun: Berhentilah melakukan push-up dan mulailah memperbaiki perilaku Anda. Anda mungkin saja mengira perut six pack Anda adalah yang diinginkan para wanita, tetapi mereka ingin Anda tetap membukakan pintu untuk mereka.
Sebuah jajak pendapat pada tahun 2012 menemukan bahwa dari 1.500 wanita lajang Kanada yang berusia antara 18 dan 40 tahun, lebih dari setengahnya lebih menyukai penampilan ksatria dan tubuh seksi. Meski demikian feminisme jelas berada di garis depan pikiran wanita trendy, wanita menyukai gagasan diajak keluar, diminum, dan disantap, dan diberi tanggung jawab seperti yang biasa dilakukan pria di masa lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Benar sekali: Pacaran adalah kualitas kuno yang hidup dan tertanam dengan baik di hati wanita di mana pun.
Wanita ingin Anda membukakan pintu untuk mereka, dan mereka ingin Anda menyebut mereka cantik, dan agar pria memandang mereka sebagaimana mereka mencoba memeriksa, dan bukan hanya seseorang yang mungkin saja bisa membuat mereka menguntungkan di kemudian hari.
Kita semua sependapat bahwa permainan kencan telah berubah, terutama sepanjang dua puluh tahun terakhir. Seseorang bisa menemukan kencan dalam 15 detik andai hatinya benar-benar menginginkannya. Lewatlah sudah hari-hari mendekati orang asing yang lucu di kedai kopi dan begadang hanya untuk mengobrol.
studio cottonbro / Pexels
Menurut jajak pendapat tersebut, lebih dari separuh wanita masih berharap pria untuk mengajak mereka berkencan (59%), membukakan pintu untuk mereka (54%), dan membayar untuk kencan pertama (51%).
Yang lebih mengejutkan lagi, wanita berusia 25-35 tahun belum pernah mencoba mencari tau cinta secara on-line. Tetapi, teknologi tetap berperan dalam menemukan cinta. 52% responden menyampaikan mereka memakai Fb untuk melihat calon kencan, 43% mengaku mengirim SMS yang berisi hal-hal eksplisit, dan 27% menyampaikan mereka mengirim electronic mail atau SMS berisi foto-foto skandal.
Jajak pendapat lain yang dilakukan oleh YouGov menyatakan bahwa 35% orang setuju bahwa seorang pria harus segera membayar pada kencan pertama, dan 40% pria juga memberikan suara yang sama. Saya tidak ingat kapan terakhir kali saya berkencan dan pria itu bahkan membukakan pintu untuk saya, dan satu-satunya pria yang pernah saya temui yang bangun setiap kali saya bepergian atau kembali ke meja makan adalah ayah saya — dan hanya saat kita keluar di restoran.
Sejujurnya, saya terkejut setiap kali ada orang asing yang membukakan pintu untuk saya atau bahkan menyingkir untuk mengizinkan saya masuk ke dalam gedung terlebih dahulu. Aku bangun di sana, bingung dan kaget, bertanya-tanya apakah ada kamera tersembunyi di dekat sini yang dapat menangkap reaksiku.
Konsep tata krama dalam masyarakat untuk saat ini, baik yang dilakukan oleh laki-laki maupun perempuan, seakan-akan sudah tak ada lagi. Kehidupan masyarakat terus menerus kali bergerak terlalu cepat dengan begitu tidak peduli pada kesopanan dan ego mengalahkan segalanya.
Tetapi, andai kita semua dapat memperlambat, mengevaluasi kembali cara kita menghadapi satu sama lain, dan memakai tata krama yang diajarkan orang tua kita, dunia akan menjadi tempat yang jauh lebih menyenangkan. Dan berdasarkan jajak pendapat ini, laki-laki akan dapatkan kencan lebih dengan jumlah besar.
Amanda Chatel adalah penulis esai, cara hidup, dan kesehatan keintiman dengan fokus pada hubungan, hak reproduksi perempuan, dan kesehatan psychological. Tulisannya telah muncul di Harper's Bazaar, The Atlantic, Forbes, Livingly, Mic, The Bolde, Huffington Put up, dan lain-lain.
[ad_2]
Sumber: yourtango








