KBB, SekitarKita.id – Masuk pada malam tahun baru 2025, menjadi momen membahagiakan bagi ratusan warga Desa Tugumukti, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat (KBB).
Cafe Waarung Gunung 58 (WG58) memberikan fasilitas khusus bagi gabungan beberapa komunitas pemuda, gabungan dari ratusan warga lainnya.
Niko (50) yang didampingi istri tercintanya Irene (48), Owner dari Cafe Waarung Gunung 58 saat ditemui Bangbara di lokasi, mengungkapkan ucapan rasa syukur dan bahagiannya sebab lihat ratusan warga dari kalangan muda-mudi yang nampak sangat bahagia dalam menyambut pergantian tahun 2025 ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alhamdulillah saya sangat senang sekali semua warga sangat senang dengan antusias sambil bernyanyi bersama, semua saya berikan fasilitas untuk mereka, agar kita semua bahagia, dan semangat menyambut pergantian tahun baru 2025 ini,” terang Niko, Rabu, 1 Januari 2025.
Niko didampingi sangat mengharapkan di tahun baru 2025 ini, semua masa depan Cafe WG58 ini bisa pulih dari mulai tambahan menu kuliner, pelayanan, maupun wahana keluarga yang akan terus diperbaharui dalam pengadaannya.
Niko dan Irene yang mempunyai 4 orang anak ini telah malang melintang dalam dunia bisnis, tetapi masuk di usia 50 tahun ini pihaknya sangat bahagia dapat berdampingan bersama putra putrinya.
Niko membeberkan dari keempat anaknya ini, baru satu orang anak pertamanya yang baru menikah, dan ketiga lainnya belum menikah.
“Tepat pada 1 januari 2025 ini, pun merupakan tanggal 1 Rajab 1446 H. Semoga Barokah untuk kita semua dalam menyambut tahun 2025 dan Ramadhan 1446 H,” papar Niko kembali
Menurut Niko, dia dan istri tercintanya memberikan kepercayaan penuh kepada anak-anaknya sebagai pendiri dari usaha yang dijalaninya sejak Agustus 2024 silam.
Dari hal itu sehingga kini hadir sebagai pengusaha muda dalam dunia kuliner dan entertainment.
“Kami orang tua sudah berumur, biar anak-anak saya saja yang naik pentas, dalam seluruh pengelolaan,” katanya kembali.
Berikut ini Sosok para pendiri dan pengelola WG58 diantaranya:
- Dylan Marzal Radjawali (23 th), biasa di panggil Bang “Radja”
- Dinis Elang Verdhani (24 th), biasa di panggil Bang “Elang”
- Aditri Syifa Syahrani (23 th), yang biasa di panggil “Syifa”
- Priscilla Evangeline Celline (23 th), biasa di panggil “Enji”
Menurut Niko keempat sosok muda inilah yang menjadi pendiri sekaligus pengelola WG58 sebagai usaha UMKM berbasis anak2 muda, dalam lingkup dunia Pariwisata, Resto dan Kuliner.
“Semoga mereka menjadikan anak-anak muda bandung barat yang semakin terinsiprasi dan solid dalam berkarya,” ujarnya.
Cafe WG58 yang setiap harinya selalu diramaikan para pengunjung dari dalam, maupun luar kota ini, selalu ada hiburan musik dari Canda Musik yang kesemuanya para musisi dari Kabupaten Bandung Barat.
Menutup perbincangan, Niko membeberkan juga bahwa cafe yang dibangun tepat dibawah kaki bukit Burangrang ini baru saja dibuka tepatnya pada 16 Agustus 2024.
Selain itu, WG58 ini juga ikut memperdayakan para tetangga untuk menjadi seller/provider dari beberapa bahan pokok, seperti dagung ayam potong, sayuran, telur ayam, dan lainnya.
Selain bisa sejumlah besar membantu warga setempat, Niko sangat mengharapkan pada 2025 ini Niko bisa memperluas dan bahkan menambah menu kuliner, serta wahana untuk keluarga di Cafe Waarung Gunung 58 ini.
Layanan publik dan Fasilitas dari WG58 diantaranya:
- Food Court (Pujasera)
- Cafe & Coffee
- Perpustakaan & Printing Center
- for Wedding
- for Party
- for Meeting
“Terimakasih untuk dukungan semua pengunjung, warga, puluhan karyawan, dan semua yang sudah membantu Cafe ini, untuk pengembangan ke depan tidak menutup kemungkinan akan dibuka juga para investor yang akan bergabung,” tambahnya.
Tidak dapat dipungkiri, kenyataannya, WG58 telah membuktikan telah membuka lapangan pekerjaan, dengan cara pemanfaatkan sumber daya Masyarakat sekitar.
“Kedepannya WG58 mengharapkan semakin dapatkan dukungan, perhatian dan arahan dari pemerintahan Desa Tugumukti, Kecamatan Cisarua, KBB khususnya
dari para tokoh masyarakat, organisasi pemuda pada umumnya,” katanya.
Ditempat yang sama Anissa (Ceu edoh) ditemani Ica yang merupakan pelanggan setia dari Gunung Batu Pasteur Kota Bandung ini, mengaku sangat senang dapat kumpul tenang di sini, karean notabene pemandangan alami yang sangat indah.
“saya senang di WG58 ini, bahkan kalau dihitung hampir tiap hari, pokoknya setiap ada live music saja walaupun saya dari Pasteur jauh ke sini, yang saya suka live musicnya lama hingga malam jadi saya betah sekali sambil melihat pemandangan,” tutur Anissa.
Adhel, perwakilan tim Canda Music juga sangat senang sebab dapat bekerjasama dengan Cafe Waarung Gunung 58 ini, dan ikut membawa rekan musisi lainnya untuk bersama bermain musik di Cafe itu.
“Seneng banget dapat kerjasama dengan Cafe WG58 ini, kita bisa menghibur para pelanggan semua yang datang, sambil meramaikan pergantian tahun 2025,” pungkasnya.***







