[ad_1]
- Mazda meluncurkan sedan listrik baru bernama EZ-6 untuk pasar Cina dengan perkiraan jangkauan 370 mil.
- Mazda serta akan menjual EZ-6 sebagai mobil hybrid plug-in yang diklaim mempunyai jangkauan berkendara 620 mil.
- Sebagai bagian dari usaha patungan dengan produsen mobil Tiongkok Changan, kecil kemungkinan EZ-6 mencapai ke Amerika Serikat
Upaya pertama Mazda pada mobil listrik di AS gagal. MX-30 hadir dengan perkiraan jangkauan hanya 100 mil juga ditawarkan secara eksklusif di California, hanya bertahan semasa dua tahun fashion.
Meski demikian produsen mobil Jepang itu belum menguraikan rencananya untuk kendaraan listrik selanjutnya yang akan diproduksi di Amerika, kini mereka telah mengungkapkan sedan listrik baru untuk Tiongkok di pameran otomotif Beijing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Disebut EZ-6, mobil ini memberi kesan reinkarnasi dari sedan Mazda 6 bertenaga gasoline yang keluar setelah tahun 2021. Sayangnya, kemungkinan besarnya mobil itu sepertinya tidak akan ditawarkan di AS.
Mazda 6 Listrik
EZ-6 dikembangkan sebagai bagian dari usaha patungan dengan produsen mobil Tiongkok Changan juga akan mulai dijual di Tiongkok pada akhir tahun ini.
Sedan listrik ini mempunyai bodywork yang ramping juga postur yang terarah, dengan lampu depan yang panjang juga tipis yang mengalir ke gril yang lebar juga berbentuk persegi.
Bilah lampu lebar penuh membentang di bagian belakang namun masih menyertakan elemen seperti mata melingkar yang acquainted dari Mazda masa lalu.
Di atas lampu belakang, sayap yang bisa ditarik bisa diangkat untuk meningkatkan stabilitas pada kecepatan lebih tinggi. EZ-6 satu inci lebih panjang dari sedan Mazda 6 terakhir di negara kami.
Kabin EZ-6 tampaknya mempunyai subject material yang kaya juga dilengkapi layar sentuh tengah berukuran 14,6 inci bersamaan dengan cluster pengukur virtual 10,2 inci.
Konsol tengah mempunyai desain sederhana dengan bantalan pengisi daya nirkabel, dua cupholder, juga beberapa trim kayu berkelas yang serta muncul di sekitar sakelar jendela di setiap pintu. Kursi belakang mempunyai sepasang ventilasi juga kontrol sentuh haptik untuk sistem iklim, juga sistem infotainment dilengkapi kontrol suara juga gerakan.
Sepertinya tidak banyak sekali spesifikasi yang ditawarkan pada powertrain listrik EZ-6, tapi kita tahu tersebut yaitu penggerak roda belakang, memperlihatkan motor listrik tunggal yang dipasang di lokasi belakang.
Mazda mengklaim mempunyai distribusi bobot 50/50 juga menyampaikan EZ-6 memakai penyangga depan juga suspensi multilink belakang.
Kebersamaan dengan powertrain listrik, Mazda akan menjual EZ-6 sebagai hibrida plug-in, meski demikian tidak ada lagi rincian yang diberikan mengenai mesin yang menyertainya.
Mazda memperkirakan jarak tempuh untuk EV sekitar 370 mil, dengan PHEV diperkirakan mampu menempuh jarak sekitar 620 mil dengan satu tangki bahan bakar. EZ-6 serta hadir dengan “teknologi parkir cerdas” yang bisa dikontrol dengan suara bahkan saat pemiliknya berada di luar kendaraan.
SUV Listrik yang Ramping
Mazda serta memamerkan konsep SUV mencolok bernama Arata, yang menurut Mazda akan mulai diproduksi untuk pasar Cina sebagai kendaraan listrik kedua perusahaan pada akhir tahun 2025.
Belum ada element yang terungkap mengenai powertrainnya, tetapi Arata mempunyai tampilan yang gagah. lampu depan tipis, gril kosong, juga pilar D besar yang miring.
Meski demikian Arata merupakan crossover yang berpenampilan tajam, kami jauh lebih kecewa dengan pemikiran bahwa sedan EZ-6 kemungkinan akan tetap eksklusif untuk pasar Cina.
Sedan listrik dengan jangkauan lebih dari 300 mil akan mengisi kekosongan panjang di jajaran Mazda Amerika Serikat juga, dengan konfigurasi penggerak roda belakangnya, dapat menjadi salah satu kendaraan listrik pasar massal yang paling menyenangkan untuk dikendarai.
Sekalipun EZ-6 sepertinya tidak berhasil melintasi Samudra Pasifik, kami mengharapkan rencana EV Mazda untuk Amerika Serikat menyertakan sedan setampan ini.
[ad_2]
caranddriver











