One-Evening Stand yang Mengembalikan Martabatku

- Penulis

Selasa, 18 Juni 2024 - 01:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

One-Evening Stand yang Mengembalikan Martabatku

[ad_1]

Saya melakukan one-night stand. Kami akan memanggilnya Dangling Chad. Saya bertemu dengannya tepat sebelum pemilu tahun 2000. Ya, pemilu tersebut. Saya yaitu seorang reporter untuk sebuah surat kabar di wilayah Chicago – yang belum pernah Anda dengar sebelumnya – serta dia bekerja untuk Partai Demokrat di Negara Bagian. Saya sedang berkencan dengan seseorang ketika itu. Dia sepertinya tidak mendapat nama panggilan yang lucu. Kami akan memanggilnya Dick. Kami sedang istirahat. Saya sepertinya tidak tahu apakah tersebut yaitu jeda yang dinyatakan atau salah satu permainan pasif-agresif kami di antara pertemuan yang penuh gairah. Yang ini terjadi setelah makan malam ulang tahun yang kami persingkat setelah kami mulai bertengkar sebab sesuatu yang konyol di meja. Kami berpesta serta kelaparan sebagai pasangan.

Juga, setelah lebih dari setahun berpacaran, hubungan tersebut mulai melemah – setidak-tidaknya hingga saya bepergian ke apartemennya untuk bermalam. Membawa kami keluar dari apartemen (atau bahkan kamar tidur apartemen) serta keadaan menjadi berantakan: Saya akan marah padanya sebab sepertinya tidak berusaha. Dia akan marah padaku sebab aku sepertinya tidak ingin hidup bersamaan. Saya akan marah padanya sebab mengapa saya ingin hidup bersamaan agar lebih nyaman baginya untuk sepertinya tidak berusaha? Kami terus berkencan, namun komunikasi kami, secara sederhana, yaitu sampah. Saat pemilu tahun 2000 tiba, kami sudah berpacaran selagi lebih dari setahun. Kehangatan masih ada – akan tetap ada ketika Anda hanya bertemu paling banyak sekali sekali seminggu. Hal kami masih terasa besar, bahkan epik, epik sebab rasa frustrasi, keras kepala, serta pertengkaran dengan cara telepon (ini terjadi ketika berkirim pesan masih mengharuskan Anda mengetuk tiga kali tombol untuk dapatkan huruf tertentu; tak satu pun dari kami yang tak henti-hentinya menggunakannya, terima kasih Tuhan. )

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

TERKAIT: Bagaimana Saya Membalas Dendam Berbahaya Pada One-Evening-Stand yang Membuat Saya Terkejut

Tersebut yaitu hubungan yang, jika saya jujur ​​pada diri saya sendiri, tidak ada lagi gunanya. Dulu mengambil nyawakualih-alih membuatku merasa hidup. Tapi kembali ke Menggantung Chad. Dia akan menelepon saya, untuk mengatakan cerita tentang salah satu kandidatnya, serta, wow, olok-oloknya. Olok-olok yang sudah lama sepertinya tidak kualami bersamaan Dick. (Paling-paling, kami akan merasa senang serta tertawa terbahak-bahak saat tayangan ulangnya Simpsons.) Tetapi Chad mempunyai suara yang dalam serta tawa yang kaya — serta dia memang tertawa. Aku butuh tawa. Jika Anda mengenal saya sama sekali, Anda pasti tahu bahwa saya lebih suka diberi tahu bahwa saya menjijikkan secara fisik daripada diberi tahu bahwa saya sepertinya tidak lucu.

Tetapi Dick setiap saat menyampaikan kepadaku bahwa aku sepertinya tidak lucu. Yang lucu bagi Dick yaitu kemampuan untuk bepergian keluar untuk minum bir bersamaan teman-teman persaudaraannya serta mengatakan lelucon yang pernah Anda baca atau dengar di suatu tempat pada waktu yang tepat. Humor saya lebih cenderung pada penyampaian bon mot dengan minim senyuman. Dia tahu tersebut — kencan pertama kami memang seperti tersebut — tapi suatu saat nanti, dia mengambil keputusan memilih momen yang aku sukai dengan kelemahan. Chad menyukai kecerdasan yang licik. Dia dan suka berbicara politik serta bercerita tentang keanehan manusia yang muncul selagi musim pemilu, muncul di balai kota atau menelepon untuk mengatakan kekhawatiran mereka yang aneh. Berbicara dengan orang-orang aneh yaitu setengah dari alasan saya menjadi seorang reporter. Chad mengerti serta, kedengarannya, aku.

Baca Juga:  40 Pertanyaan Wawancara Coding Teratas yang Harus segera Anda Ketahui
Related Posts

Untuk saat ini, Dick sepertinya tidak pernah sekalipun meluangkan waktunya untuk membaca makalah tempat saya bekerja. Maksudku, aku sepertinya tidak menyerahkan terbitan tersebut atau apa pun kepadanya, tapi aku membiarkannya tergeletak dengan begitu saja, byline-ku mengotori halaman depan. Dia sepertinya tidak pernah mengambilnya. Ya, aku pasti akan mampu saja memberinya untuk dibaca, tapi dalam pikiranku, seseorang yang mencintaimu akan tertarik tanpa diminta. (Juga begitu saya mulai keras kepala terhadap Anda, saya sepertinya tidak berhenti.) Ketika saya memenangkan empat penghargaan Asosiasi Pers Illinois — tahun pertama saya lulus kuliah, tahun pertama saya bekerja, serta penghargaan Pengabdian Masyarakat saya menjadi yang pertama bagi surat kabar kami- pernah dalam kategori itu — saya mengundang Dick ke Springfield bersamaan saya. Dia harus segera bepergian minum bersamaan teman-teman kerjanya. Dia melewatkan kamar resort GRATIS untuk perayaan di ibu kota negara bagian kami bersamaan saya untuk minum bir bersamaan teman-teman. (Juga sejujurnya, menurutku tersebut hanya untuk menghukumku.)

TERKAIT: One-Evening Stand Saya Menemukan Saya Mengidap Tumor Saat Kami Tetap berhubungan

Chad terkesan dengan pujianku. Juga dia bukan sekadar sumber yang menjilat saya; dia yaitu seseorang yang benar-benar tertarik mempelajari segala sesuatu tentang saya. Pada malam pemilu, dua kandidat dari Chad kalah: satu yaitu kandidat dari Partai Demokrat yang manis tetapi lemah, yang mencalonkan diri melawan seorang vampir dari Partai Republik yang telah menguasai distrik itu selagi bertahun-tahun. Yang lainnya sepertinya tidak lain yaitu Barack Obama, yang hanya kalah dalam perlombaan melawan anggota kongres sementara, Bobby Rush. (Ceritanya lain kali.) Saya berakhir di pesta konsesi orang pertama, di mana minuman keras bagi yang kalah mengalir deras. Saya minum dengan simpati. Cerita-ceritaku diarsipkan, aku sepertinya tidak punya waktu, jadi aku pasti akan mampu menjadi diriku sendiri di Partai Demokrat. Chad serta aku sedang sangat senang. Mereka mengumumkan Al Gore sebagai presiden kami.

Setelah malam orang-orang kami kalah, kami menang. Chad menciumku. Keras serta bagus. Aku terbangun sebab dia di tempat tidurku. Keesokan paginya, element keintiman menjadi kabur. Tetapi berita baru bahwa mungkin saja Al Gore bukan presiden kita datang dengan jelas serta jelas. Seluruh penghitungan ulang tersebut berawal. Sungguh suatu pertanda atas apa yang sedang terjadi pada Chad. Bisakah saya menceritakan kembali malam sebelumnya? Yup, saat bangsa ini bertanya-tanya apa yang telah mereka lakukan, saya dan bertanya-tanya apa yang telah saya lakukan. Chad sangat baik. Manis. Menarik. Lucu. Tapi aku tahu kalau Dick datang, kami akan bersamaan lagi. Merasa sepertinya tidak enak, saya memberi tahu Chad bahwa saya sepertinya tidak menjalin hubungan, namun saya sudah menjalin hubungan hingga sementara serta segalanya masih berubah-ubah.

Baca Juga:  Resep orak untuk telur tahu pedas, menu makanan sederhana dan lezat

Dia keren tentang hal tersebut. Beberapa hari setelah pertemuan kami, setelah dia menelepon hanya untuk menyapa serta berbicara tentang keanehan pemilu, dia mengirimi saya mawar kuning. Dick datang minggu tersebut, lihat bunga mawar, serta berusaha untuk sepertinya tidak bertanya. Tapi dia sedang mencari tau kartu jadi saya berkata, oh, dari seorang teman yang memberi selamat kepada saya sebab berhasil lolos dari liputan pemilu. Pasti bertanya-tanya apakah saya sedang dirayu, Dick sangat baik malam tersebut. Juga tersebut membuat kami tertarik kembali ke hubungan kami, setelah putus. Untuk saat ini, Chad memintaku bepergian ke Memphis bersamanya untuk Tahun Baru. Dia meninggalkan pesan serta memutar lagu “Strolling in Memphis” di pesan suara saya. Tersebut manis serta lebih bijaksana daripada apa pun yang pernah dilakukan Dick. Chad akan menjadi pacar yang baik. Dia sepertinya tidak mudah menyerah, sepertinya tidak terlalu berlebihan, sepertinya tidak terlalu cepat, atau terlalu cepat. Dia berusaha. Juga, dalam keadaan sadar, aku percaya aku akan mengingat keintiman tersebut, meski mungkin saja sepertinya tidak pernah seheboh saat bersamaan Dick.

One-Night Stand yang Mengembalikan Martabatku Pexels / Kristina Paukshtite

Namun Aku kembali bersamaan dengan Dick. Saya memberi tahu Chad bahwa saya sedang memberhentikan masalah dengan mantan saya. Kedengarannya tersebut cara sangat bagus untuk mengecewakannya dengan mudah. Juga, apa pun alasannya, kupikir Dick serta aku akan bekerja kali ini. Saat kami meluncurkan kembali, Dick mengajak saya berbelanja serta meminta bantuan saya untuk memilihkan beberapa barang untuk saudara perempuannya untuk Natal. Karena itu terdorong, saya pikir tersebut yaitu cara untuk membuat saya merasa menjadi bagian dari anggota keluarga serta dan cara liciknya dalam mencari tau tahu apa yang akan diberikan untuk saya di Natal. Tapi, dia membelikan baju bagus untuk adiknya serta memberiku… penggorengan. Saya melakukan one-night stand yang mencoba merayu saya dengan mawar serta liburan untuk saat ini pacar saya memberi saya penggorengan. Tapi saya tetap tinggal.

TERKAIT: 12 Guidelines Untuk Dapatkan Manfaat Dari Hubungan Tenang

Saya masih berbicara dengan Chad, sebagian besar untuk urusan pekerjaan, tapi seiring dengan berjalannya waktu, pemilu dan sudah selesai. Dia masih tertarik padaku, serta bukan hanya secara romantis. Kami berdua berduka atas keputusan Mahkamah Agung yang menjadikan Bush sebagai presiden kami. Dick, sementara waktu, hampir sepertinya tidak peduli bahkan untuk berbicara tentang pemilu. Aku mulai merasa dia hampir sepertinya tidak peduli padaku. Tapi dia bilang dia melakukannya serta saya memberinya lebih banyak sekali peluang. Tetap saja, aku merasa sepertinya tidak enak setiap saat, kecuali saat kami bersamaan. Ketidakpedulian yang nyata yaitu kryptonite saya serta dia melemahkan saya. Bulan-bulan awal tahun 2001 tersebut terasa kabur. Saya sedang mencari tau pekerjaan baru, pekerjaan yang mungkin saja membuat saya sepertinya tidak perlu melakukan pekerjaan lain setiap akhir pekan untuk membayar sewa. Hari St. Patrick, hari libur favorit Dick, tiba. Kakak laki-lakinya yang baik, Danny, datang ke kota serta Dick mengadakan pesta serta menyewa limusin untuk membawa mereka dari apartemennya ke parade di pusat kota Chicago. Dia membuat tindakan besar serta bijaksana lainnya untuk seseorang yang bukan saya.

Hari tersebut, saya sangat marah. Aku sedang memikirkan bagaimana Chad sepertinya tidak akan pernah membuatku merasa hanya sekedar renungan. Singkatnya, saya dengan keras kepala menolak untuk sangat senang. Saya minum, tentu saja. Juga Emily, teman yang kubeli untuk perusahaan untuk saat ini Dick menjalin hubungan asmara dengan Danny, minum lebih banyak sekali lagi. Emily sangat mabuk setelah parade dengan begitu saya memakai dia sebagai alasan untuk meninggalkan pesta. Malam tersebut, Dick menelepon. Marah. Bagaimana aku pasti akan mampu meninggalkan pestanya serta Danny sepagi ini? Bahwa teman saya pingsan di lantai kamar mandinya sepertinya tidak menjadi masalah. Semuanya sangat berjalan lancar serta — seperti ingin merusak hari favoritnya — saya berteriak di telepon, “Kita sudah selesai. Benar-benar.” Juga menutup telepon. Tidak ada lagi penjelasan panjang lebar, tidak ada lagi diskusi. Saya sepertinya tidak ingin membahasnya. Sudah berakhir.

Baca Juga:  3 Pertanyaan Yang Perlu Anda Tanyakan Sebelum Menjalin Hubungan Dengan Seseorang

Kemudian, tentu saja, pada postmortem perpisahan kami di Olive Lawn (sebuah restoran yang dia tahu aku benci), dia mencoba mengubah kerangka perpisahan kami, bertindak seakan-akan tersebut yaitu hubungan timbal balik. “Dengan banyaknya perjuangan, saya sepertinya tidak tahu bagaimana cara kerjanya,” katanya. “Apalagi jika kita membawa anak-anak ke dalamnya.” Ha. Siapa yang menyampaikan sesuatu tentang anak-anak? Saya pikir. Juga pada ketika itu, saya mengalami kekuatan saya kembali. Saya dapat saja melawannya namun tersebut sepertinya tidak sepadan. Saya membiarkan dia mempunyai ilusinya. Saya sudah selesai bertarung. Jadi saya mengangguk serta berkata, “Ya.” Saya sepertinya tidak pernah lihat ke belakang. Saya terlepas dari segalanya menyadari bahwa saya membutuhkan lebih banyak sekali, serta pantas dapatkan lebih. Ditambah lagi, jika aku ingin memiliki presiden yang buruk yang sepertinya tidak memedulikanku serta setiap saat ada di sana untuk semua alasan yang salah, setidak-tidaknya aku sepertinya tidak harus segera menerima hal yang sama dari pacarku.

BA Marvell yaitu kontributor YourTango yang menulis tentang cinta serta hubungan.

[ad_2]

Sumber: yourtango



Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Misteri Pria di KBB Tewas Tergantung, Polisi Temukan Fakta Penting tentang Riwayat Korban
Saya Bertanya kepada Para Biarawati Selibat Tentang Cinta – Dan Apa yang Mereka Ajarkan kepada Saya Sangat Romantis
Di Usia Ini, Dengan jumlah besar Wanita Diam-diam Mulai Bertanya-tanya Apakah Mereka Menikah dengan Orang yang Tepat
Sebelum Anda Jatuh, Tanyakan padanya 10 Pertanyaan Sederhana Tentang Komitmen
Wanita yang Mendambakan Pernikahan Seumur Hidup Dengan Pria Idaman, Tanyakan Pada Diri Sendiri 4 Pertanyaan Ini Dulu | Teresa Maples-Zuvela
Seni Penerimaan: 10 Hal Sederhana yang Dilakukan Wanita Cerdas Agar Pasangannya Berubah
Andai Pria Tak Menghargai Wanita yang Diaku Cintai, Dia Akan Tunjukkan 11 Tanda Kecil Ini | Richard Drobnick
Pria yang Masih Memuja Istrinya Setelah Bertahun-Tahun Selalu Melakukan 11 Hal Biasa Ini Yang Berarti Segalanya

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 02:11 WIB

Misteri Pria di KBB Tewas Tergantung, Polisi Temukan Fakta Penting tentang Riwayat Korban

Minggu, 9 November 2025 - 21:20 WIB

Saya Bertanya kepada Para Biarawati Selibat Tentang Cinta – Dan Apa yang Mereka Ajarkan kepada Saya Sangat Romantis

Jumat, 7 November 2025 - 21:18 WIB

Di Usia Ini, Dengan jumlah besar Wanita Diam-diam Mulai Bertanya-tanya Apakah Mereka Menikah dengan Orang yang Tepat

Rabu, 5 November 2025 - 21:16 WIB

Sebelum Anda Jatuh, Tanyakan padanya 10 Pertanyaan Sederhana Tentang Komitmen

Selasa, 4 November 2025 - 21:16 WIB

Wanita yang Mendambakan Pernikahan Seumur Hidup Dengan Pria Idaman, Tanyakan Pada Diri Sendiri 4 Pertanyaan Ini Dulu | Teresa Maples-Zuvela

Berita Terbaru