Penyandang Disabilitas ikuti Pelatihan Kerja Barista yang Digelar Yayasan Disproman Indonesia 

- Penulis

Rabu, 21 Agustus 2024 - 10:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyandang Disabilitas ikuti Pelatihan Kerja Barista yang Digelar Yayasan Disproman Indonesia (foto: Jeje)

i

Penyandang Disabilitas ikuti Pelatihan Kerja Barista yang Digelar Yayasan Disproman Indonesia (foto: Jeje)

SEKITARKITA.id- Yayasan Disabilitas Produktif dan Mandiri (Disproman) Indonesia mengadakan pembukaan pelatihan kerja barista bagi penyandang disabilitas di Cafe Tempo Coffee, Desa Jayamukti, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, pada Selasa (20/8/2024).

Acara pelatihan ini direncanakan berlangsung selama 25 hari, dengan tujuan utama membekali para penyandang disabilitas dengan keterampilan yang relevan di industri kopi.

Pembukaan acara dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Ketua Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kabupaten Bekasi sekaligus Founder dan Ketua Yayasan Disproman Indonesia, Rani Mei Lestari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, hadir pula Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Bekasi Hasan Basri, perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), perwakilan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM, perwakilan Pemerintah Kecamatan Cikarang Pusat, serta para peserta pelatihan beserta pendamping.

Penyandang Disabilitas ikuti Pelatihan Kerja Barista yang Digelar Yayasan Disproman Indonesia (foto: Jeje)
Penyandang Disabilitas ikuti Pelatihan Kerja Barista yang Digelar Yayasan Disproman Indonesia (foto: Jeje)

Rani Mei Lestari menjelaskan bahwa program pelatihan ini bertujuan untuk mempersiapkan para penyandang disabilitas, terutama yang berusia muda, agar siap bekerja di berbagai tempat seperti coffee shop, restoran, cafe, dan hotel.

Baca Juga:  Bayi Cantik yang Ditemukan di Bandung Barat, Kini Kondisinya Membaik

Selain itu, mereka juga diharapkan dapat menjadi wirausahawan yang kompeten dalam bidang pembuatan kopi.

“Program pelatihan ini dirancang untuk membentuk kaum disabilitas menjadi tenaga kerja yang siap bersaing, khususnya di industri kopi,” ungkap Rani.

Pelatihan ini didukung oleh Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) Republik Indonesia, Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung, serta dukungan penuh dari Cafe Tempo Coffee yang menjadi tempat pelatihan barista.

“Alhamdulillah, kegiatan pelatihan ini mendapatkan dukungan penuh dari Kemenaker RI, BBPVP Jawa Barat, Pemkab Bekasi, dan tentunya Cafe Tempo Coffee sebagai tempat pelatihan,” tambahnya.

Rani juga menyampaikan terima kasih kepada para tamu undangan, terutama kepada Gatot Waskito dan Felicia Noviana selaku pemilik Cafe Tempo Coffee.

Ia berharap apa yang dilakukan melalui program ini dapat bermanfaat dalam memberdayakan kaum disabilitas agar lebih produktif.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, Hasan Basri, memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini. Menurutnya, pelatihan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan keterampilan dan memberdayakan penyandang disabilitas agar dapat hidup mandiri dan produktif.

Baca Juga:  Hadir dengan Retailer Baru, Baper Retailer Adakan Grand Opening yang Meriah

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini sebagai upaya untuk meningkatkan semangat dan keterampilan para penyandang disabilitas melalui pelatihan selama 25 hari di Cafe Tempo Coffee,” ujarnya.

Hasan Basri juga mengucapkan terima kasih kepada pemilik Cafe Tempo Coffee yang telah berkenan menjadikan tempat usahanya sebagai lokasi pelatihan bagi penyandang disabilitas.

Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mempelajari tidak hanya keterampilan sebagai barista, tetapi juga kemampuan komunikasi dan pelayanan yang baik.

“Pelatihan ini bukan hanya tentang menjadi barista, tetapi juga tentang bagaimana berkomunikasi dan memberikan pelayanan yang baik,” jelasnya.

Ia berharap selama pelatihan, para peserta dapat menyerap ilmu yang diberikan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka dapat menjadi wirausahawan yang lebih produktif dan mandiri.

“Ini adalah awal yang baik. Semoga setelah pelatihan ini, para penyandang disabilitas dapat lebih produktif dan mandiri,” pungkasnya.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Laporan Jeje

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fakta Baru Sengketa Lahan SDN 2 Kertamulya, Komisi IV DPRD KBB Sebut Pemkab Menang di Pengadilan
Dispernakan KBB Gencarkan Pencegahan Rabies, Warga Diminta Waspadai Gigitan Hewan Penular
Ironi Penataan di Padalarang: Bangli Dibongkar, Minimarket Justru Menjamur
Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 
Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah
Bak Istana Presiden, Jurnalis Masuk Gedung Mewah DPRD KBB Malah Diusir, Alasannya Bikin Geleng Kepala
Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 
Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:31 WIB

Fakta Baru Sengketa Lahan SDN 2 Kertamulya, Komisi IV DPRD KBB Sebut Pemkab Menang di Pengadilan

Senin, 28 September 2026 - 14:07 WIB

Dispernakan KBB Gencarkan Pencegahan Rabies, Warga Diminta Waspadai Gigitan Hewan Penular

Senin, 28 September 2026 - 10:50 WIB

Ironi Penataan di Padalarang: Bangli Dibongkar, Minimarket Justru Menjamur

Kamis, 24 September 2026 - 22:48 WIB

Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 

Kamis, 24 September 2026 - 19:12 WIB

Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah

Berita Terbaru