PIKIRAN RAKYAT– Youtuber edukasi anak-anak terkenal, Ms Rachel, baru-baru ini mendapat perhatian publik dengan cara yang sangat mengharukan. Tokoh yang dikenal melalui program pembelajaran untuk anak usia dini ini memperlihatkan bahwa dukungan terhadap Palestina dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, bahkan melalui pakaian yang ia pakai.
Di ajang Glamour Girls of the Yr 2025 Awards yang dilaksanakan hari Selasa, 4 November 2025 lalu di The Plaza Lodge, New York, wanita dengan nama lengkap Rachel Accurso tampil mengagumkan dired carpetIa menggunakan gaun upcycle dengan palet warna monokrom hitam putih yang mempunyai motif ilustrasi karya anak-anak Gaza, membuat sejumlah besar orang terpukau olehnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Karya Seni dari Anak-anak Gaza
Hal yang membuat gaun tersebut sangat unik adalah desain pola yang terdapat pada bagian tudung dan ekor rok. Bukan hanya hiasan biasa, gambar-gambar tersebut merupakan hasil lukisan anak-anak Gaza, yang menggambarkan harapan serta perjuangan mereka dalam situasi konflik.
Gambar yang dijahit pada gaun tersebut menggambarkan berbagai bentuk seperti burung merpati, anak perempuan bersayap, kapal layar, bendera Palestina berbentuk hati, sampai anak kecil yang memeluk semangka. Simbol semangka telah lama menjadi tanda dukungan bagi penduduk Gaza, khususnya sejak serangan militer Israel yang berawal pada Oktober 2023.
Berdasarkan laporan dari Glamour, sebelum acara penghargaan berawal, Ms Rachel terlebih dahulu mengajak anak-anak Gaza yang pernah tampil di saluran YouTube-nya untuk membuat gambar dan ilustrasi karya mereka sendiri. Setelah itu, karya-karya mereka kemudian dijahit ke dalam gaun daur ulang yang ia pakai pada malam hari itu.
“Saya memikirkan anak-anak di sana dan apa yang bisa saya lakukan untuk mereka,” ujar Ms Rachel, seperti dilansir dari Glamour.
Pakaian Daur Ulang Penuh Makna
Meski desainer utama gaun tersebut tidak disampaikan secara eksplisit, diketahui bahwa pakaian tersebut merupakan hasil dari modifikasi oleh Design Mabel, sedangkan hiasan bordiran ilustrasi dibuat secara guide oleh LW Pearl Atelier. Menurut penata busana Risa Kostis, gaun itu berasal dari potongan lama yang diubah kembali, sesuai dengan pesan harapan yang disampaikannya.
Malam tersebut menjadi lebih berkesan ketika Ms Rachel memperoleh penghargaan Girls of the Yr dari Glamour sebab dedikasinya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kondisi anak-anak di Gaza.
Konflik yang berlarut dan serangan yang dilakukan Israel dikarenakan krisis kemanusiaan di Gaza, menghancurkan sejumlah besar harapan anak-anak Palestina. Melalui platformnya yang kini telah sampai 13 miliar tayangan di YouTube, serta karya-karya lain seperti sembilan buku, lini mainan edukatif, dan serial Netflix “Ms Rachel”, ia terus berupaya memberikan ruang bagi suara anak-anak tersebut.
Situasi Hangat dan Pesan Kemanusiaan
Setelah acara, Ibu Rachel membagikan momen haru tersebut melalui akun Instagram resminya. Dalam unggahan tersebut, ia mengungkapkan bahwa seluruh anak Gaza yang terlibat menerima bantuan langsung darinya.
“Saya sangat bangga dapat mengumumkan karya seni dari anak-anak Gaza yang fantastis. Kita berhasil! Kalian semua luar biasa dan semua orang senang mendengar kisah tentang kalian, lihat foto-foto kalian, serta menyimak cerita kalian,” tulis Ms Rachel.
“Gaun ini berasal dari daur ulang dan saya mendonasikan kepada semua anak,” tambahnya.
Cinta yang Tidak Pernah Mengenal Batas
Sejak awal agresi di Gaza pada tahun 2023, Ibu Rachel aktif mengungkapkan dukungan dan perhatian bagi anak-anak Palestina melalui berbagai materi yang ia bagikan. Ia tak henti-hentinya mengundang anak-anak dari daerah sengketa untuk menceritakan pengalaman mereka, memperlihatkan bahwa rasa empati terhadap anak-anak tidak boleh dibatasi oleh perbedaan apapun.
“Perasaan kasih dan perhatian terhadap anak-anak tidak hanya terbatas pada anak-anak saya sendiri. Tidak juga terbatas pada anak-anak di negara kami. Perasaan kasih dan perhatian ini meliputi setiap anak di seluruh dunia,” kata Rachel kepada Glamour beberapa waktu lalu.
“Dan menurut saya, cinta tidak seharusnya terhenti sebab agama, warna kulit, atau tempat lahir mereka. Anak-anak mempunyai hak asasi manusia, dan memang mereka layak mendapatkannya. Bagi saya, sejumlah besar orang dewasa yang gagal memenuhi hak tersebut dan tidak mengikuti aturan, hal ini membuat saya sedih,” ungkapnya.







