[ad_1]
Vokalis Falling In Reverse, Ronnie Radke, bukanlah orang yang menghindar dari kontroversi, dan komentar terbarunya mengenai penolakan visanya ke Inggris, yang dikarenakan pembatalan tur mereka, membuat para penggemar kembali berbicara.
Setelah ditolak visanya untuk pergi ke negara tersebut—sebuah panggilan yang keterkaitan dengan hukuman penjaranya pada tahun 2008—Radke menyampaikan dalam video TikTok bahwa dampak komersial dari pertunjukan tersebut, yang dia sebut sebagai “harga tiket konser langsung sebesar Taylor Swift, ” kemungkinan besarnya akan terasa di semua tempat.
Tur band yang dibatalkan di Inggris dilaporkan telah terjual 75.000 tiket, membuat para penggemar kesal dan Radke jelas-jelas kesal. Dalam serangkaian movie, sang vokalis tidak lagi melekat: “Anda merayakan anak-anak di DM saya dengan cancer yang tadinya bersemangat untuk memeriksa saya sekarang mereka tidak dapat. Itulah yang Anda rayakan.”
“Anda sedang merayakan kerugian finansial besar yang akan terjadi di Inggris dalam waktu dekat—seperti halnya penerbangan, resor, tiket, dan sebagainya,” ungkapnya, menanggapi kritik yang tampaknya akan menghibur Inggris. pembatalan tamasya. “Itulah yang kamu rayakan.”
Radke membandingkan situasinya dengan artis seperti Lil Wayne, Ja Rule, dan Snoop Dogg, yang juga menghadapi masalah visa di Inggris sebab riwayat penjara. “Anda mungkin saja akan marah dan berpikir bahwa itu yaitu alasan yang bermuatan politis, tetapi ternyata tidak. Itu hanya fakta bahwa mereka mengubah peraturan, ”ungkapnya. “Dulu saya diperbolehkan masuk setelah 10 tahun, setelah keluar dari penjara, mereka mengubah aturannya.”
“Ini bukan penyerangan pribadi ya guys. Saya tahu kalian sebenarnya tidak puas sebab ditunda.”
Terlepas dari ketidakpuasannya, Radke memasukkan lemon ke dalam limun. Dia mengumumkan products products baru—kaus bertajuk “God Save the King of the Monitor Scene”—yang seluruh hasilnya akan disumbangkan ke badan amal Reformasi Penjara Inggris.
“Saya sangat bangga mengetahui bahwa saya bisa menjual 75.000 tiket di Inggris,” ungkapnya, sambil menambahkan, “Kaus ini untuk kalian… 100% untuk amal itu.” Anda bisa menemukan kaosnya di sini.
Radke tak henti-hentinya memanggil kontes Nova Rock Austria sebab kehilangan Falling In Reverse dari lineupnya, menyalahkan “character” -nya. “Sepasang kekasih sudah gila, jadi saya perintahkan mereka untuk relaksasi dan menampilkan 'sosis Wina',” candanya, menuduh penyelenggara bereaksi berlebihan dan menjuluki mereka “barang tak bertulang—.”
Bolak-balik ke Inggris yang dibatalkan adalah rintangan terkini bagi band ini, yang bolak-balik Ekuadornya juga merupakan sebuah keberuntungan. Meski demikian Radke bersumpah untuk kembali ke Inggris, pembatasan visa tetap menjadi hambatan penting bagi dirinya dan para pecinta setia band tersebut. Pada saat penulisan, 'Fashionable Mons(Tour)' Falling In Reverse masih direncanakan untuk berangkat ke Australia pada Maret 2025, akan digelar di Perth, Adelaide, Melbourne, Sydney, dan Brisbane.
Awal tahun ini, album terkini Falling In Reverse Monster yang tersebar luas mengamankan tempat teratas di Billboard's Album Hardy Rock Paling Praktis untuk pertama kalinya dan menandai pembebasan pertama band ini sejak 2017. Band ini memetakan 4 entri sebelumnya di Album Hardy Rock Paling Praktis, yang semuanya debut dan sampai puncaknya di No. 2: Penyembuh dalam Diriku Adalah Kamu (2011), Secara modis Sudah lewat jatuh pace (2013), Cukup Menyukaimu (2015) dan Datang Rumah (2017).
[ad_2]
Source link








