[ad_1]
Making an investment.com– Saham-saham produsen kendaraan listrik utama Tiongkok turun pada hari Jumat, setelah beberapa laporan mengatakan bahwa Amerika Serikat sedang mempersiapkan tarif lebih besar terhadap perusahaan-perusahaan Tiongkok, khususnya yang ditujukan pada kendaraan listrik dan sektor-sektor utama lainnya.
Li Otomatis Inc (HK 🙂 (NASDAQ :), NIO Inc (HK 🙂 (NYSE :), BYD (HK 🙂 dan Geely Car (HK 🙂 turun antara 1% dan 4% di perdagangan Hong Kong, tertinggal dari lompatan 1.5% dalam indeks.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Xiaomi (OTC:) Corp (HK :), yang baru-baru ini memasuki sektor kendaraan listrik dengan type SU7-nya, turun 0,9%, sementara raksasa pembuat baterai Recent Amperex Generation (SZ 🙂 turun 2,2% karena laporan mengatakan industri baterai China juga akan menjadi sasarannya. .
Laporan dari Bloomberg dan Reuters mengatakan Presiden AS Joe Biden dapat mengumumkan tarif baru terhadap Tiongkok secepatnya pada minggu depan, memperluas tarif tertentu yang diberlakukan oleh mantan Presiden Donald Trump.
Namun tarif baru ini akan jauh lebih bertarget dibandingkan tarif pada generation Trump, dan akan fokus pada sektor-sektor strategis utama seperti kendaraan listrik, baterai, dan peralatan energi surya.
Tarif apa pun yang dikenakan AS terhadap produsen kendaraan listrik Tiongkok diperkirakan akan membatalkan rencana mereka untuk melakukan ekspansi internasional. Namun ketakutan akan dominasi kendaraan listrik murah asal Tiongkok di AS dan Eropa juga menjadi kekhawatiran bagi produsen mobil besar lainnya.
Tarif pada industri baterai Tiongkok juga dapat memberikan hambatan bagi produsen kendaraan listrik AS, mengingat ketergantungan mereka pada Tiongkok untuk teknologi baterai. CATL, misalnya, memiliki banyak kemitraan dengan Tesla Inc (NASDAQ 🙂 dan Ford Motor Corporate (NYSE 🙂 untuk memasok teknologi baterai untuk kendaraan mereka.
Kenaikan tarif dagang juga mengancam tindakan pembalasan dari Tiongkok, mengingat hubungan antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia sudah memburuk.
Hilangkan iklan
.
Namun dampak sebenarnya dari tarif terhadap produsen kendaraan listrik Tiongkok masih belum jelas, mengingat mereka masih menjual sebagian besar mobil mereka di pasar domestik. Permintaan kendaraan listrik di Tiongkok tetap menjadi titik terang di tengah lemahnya pasar mobil international.
[ad_2]
2024-05-10 17:08:22
www.making an investment.com








