Tanggapi Dedi Mulyadi soal Wacana Ganti Nama KBB, ABR: Kurang Relevan Fokus Dulu Naikkan IPM

- Penulis

Sabtu, 21 Juni 2025 - 22:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung baru DPRD KBB (foto: istimewa)

i

Gedung baru DPRD KBB (foto: istimewa)

SEKITARKITA.id – Asep Bayu Rohendi (ABR), mantan Ketua DPD PAN Kabupaten Bandung Barat, angkat suara terkait wacana perubahan nama Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang disampaikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam Sidang Paripurna HUT ke-18 KBB.

Menurut ABR, wacana tersebut kurang relevan jika dibandingkan dengan tantangan mendesak yang tengah dihadapi masyarakat Bandung Barat, terutama dalam aspek pembangunan manusia.

“Daripada Gubernur membantu branding nama baru, lebih baik bantu Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk menaikkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM),” tegas ABR melalui keterangan tertulis, Sabtu (21/6/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyebut, dalam pidatonya, Gubernur Dedi Mulyadi menyatakan kesiapannya untuk membantu branding jika Pemkab Bandung Barat berniat mengganti nama daerah.

Gedung baru DPRD KBB (foto: istimewa)
Gedung baru DPRD KBB (foto: istimewa)

“Gubernur juga menjanjikan pembangunan flyover di simpang Cimareme dan Tagog, mempercantik kawasan depan Stasiun KCIC Padalarang, serta menagih kompensasi terkait TPSA Sarimukti ke Pemkot Bandung,” ungkapnya.

Namun ABR mengingatkan, pembangunan flyover di jalan nasional bukanlah kewenangan pemerintah provinsi atau kabupaten, melainkan pemerintah pusat.

Baca Juga:  Pastikan keamanan Pemilu 2024 di Kabupaten Bekasi, petugas gabungan tinjau gudang PPK di 3 wilayah

Karena itu, kata dia, peran Bupati KBB, Gubernur Jabar, serta anggota DPR dan DPD RI Dapil Jabar II sangat penting dalam mendorong realisasi anggaran dari pusat.

Asep Bayu Rohendi atau yang akrab disapa ABR memberikan santunan kepada yatim piatu di wilayah Kecamatan Cipatat KBB (foto: Tangkapan video Instagram @kang_abr)
Asep Bayu Rohendi (ABR), mantan Ketua DPD PAN Kabupaten Bandung Barat (foto: istimewa)

“Sayangnya, tak ada anggota DPR RI dari Dapil Jabar II yang berdomisili di Bandung Barat. Namun kita punya Gus Cucun Ahmad Syamsurijal, Wakil Ketua DPR RI, yang punya posisi strategis untuk mendorong realisasi infrastruktur ini,” ujar ABR.

ABR mengungkapkan keprihatinannya terhadap pencapaian IPM KBB. Berdasarkan data BPS tahun 2023, KBB menempati peringkat ke-20 dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat dengan skor 70,33.

Dikatakan ABR, angka ini hanya sedikit lebih baik dari Indramayu (70,19) namun masih tertinggal dari Pangandaran (70,55) dan Kabupaten Bandung (74,03), apalagi Kota Bandung yang mencapai 83,09.

“Di usia 18 tahun, seharusnya Bandung Barat lebih fokus membenahi kualitas pendidikan, kesejahteraan, dan kesehatan,” katanya.

Usulan Strategis: Keterampilan dan Akses Kerja ke Jepang

Sebagai solusi konkret, ABR mendorong pelatihan keterampilan kerja bagi lulusan SMA/SMK/MA dari keluarga tidak mampu, dengan standar kebutuhan industri di Jepang. Hal ini merujuk pada kebutuhan 280 ribu tenaga kerja asing yang dibutuhkan Jepang hingga tahun 2029.

Baca Juga:  Posko 'Megatron' Polres Cimahi di Tol Padalarang, Inovasi Unik Sambut Mudik Lebaran 2026

“Lapangan pekerjaan di Bandung Barat sangat terbatas. Maka, pelatihan tenaga kerja siap pakai dengan standar Jepang bisa jadi peluang emas,” jelas ABR.

Ia juga menyarankan agar Pemprov Jabar meningkatkan kualitas pendidikan SMA dan SMK di KBB. SMK harus terkoneksi langsung dengan industri, sedangkan lulusan SMA diarahkan ke perguruan tinggi dengan jurusan yang mendukung pembangunan daerah.

Selain pendidikan dan ketenagakerjaan, ABR menekankan pentingnya pelatihan dan pendampingan produk-produk lokal agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional. Menurutnya, jika pendidikan dan ekonomi tertata, maka perilaku hidup sehat juga akan terbentuk.

“Dengan pendidikan dan ekonomi yang memadai, masyarakat akan terbiasa mengonsumsi makanan bergizi. Ini bentuk investasi jangka panjang,” pungkasnya.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Rilis

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 
Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah
Bak Istana Presiden, Jurnalis Masuk Gedung Mewah DPRD KBB Malah Diusir, Alasannya Bikin Geleng Kepala
Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 
Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan
Website PWI Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah, Grand Launching 1 Oktober 2026
Polemik Lahan SDN 2 Kertamulya Kembali Mencuat, Disdik Klaim Pemda KBB Pernah Menang Sengketa
Sengketa Lahan Memanas, Spanduk Ahli Waris Muncul di SDN 2 Kertamulya Bandung Barat

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 22:48 WIB

Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 

Kamis, 24 September 2026 - 19:12 WIB

Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah

Kamis, 24 September 2026 - 12:42 WIB

Bak Istana Presiden, Jurnalis Masuk Gedung Mewah DPRD KBB Malah Diusir, Alasannya Bikin Geleng Kepala

Rabu, 23 September 2026 - 22:27 WIB

Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 

Rabu, 23 September 2026 - 21:29 WIB

Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan

Berita Terbaru