[ad_1]
Sistem kelistrikan motor roda dua punya peran penting dalam penyaluran arus listrik ke setiap komponen yang memerlukan daya listrik, mulai dari bagian pencahayaan mencapai pembakaran atau pengapian.
Sistem kelistrikan motor roda dua terdiri dari berbagai komponen, seperti spull, kiprok, juga masih banyak sekali lagi lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Semua komponen itu bekerja secara serentak untuk mengoptimalkan arus listrik yang berasal dari aki.
Nah untuk mengetahui lebih jauh apa saja komponen sistem kelistrikan motor, silahkan simak dibawah ini.
- 1. Kiprok
Kiprok atau biasa disebut rectifier regulator berfungsi sebagai menstabilkan tegangan listrik juga mengubah arus listrik. Kondisi kiprok sangat memengaruhi masa pakai aki sebagai sumber daya listrik.
Arus listrik yang dengan menggunakan kiprok akan distabilkan juga diubah menjadi arus satu arah (dari arus AC menjadi DC) sebelum dialirkan ke aki.
Selain tersebut, kiprok serta sebagai penstabil tegangan listrik yang mengalir ke aki. Akibat jika arus terlalu besar akan mengakibatkan over trade. Saat ini jika arus yang mengalir ke aki terlalu kecil, akan dikarenakan aki tekor.
Jadi, tegangan juga arus yang mengalir ke aki harus segera dalam kondisi seimbang jumlahnya.
Saat terjadi masalah pada sistem kelistrikan motor roda dua, komponen inilah yang biasanya harus segera diperiksa.
- 2. Spul/ generator
Spul yaitu komponen sistem kelistrikan motor roda dua sebagai penghasil energi listrik untuk seluruh kebutuhan kelistrikan motor, termasuk mengisi daya aki.
Spul menghasilkan arus listrik AC (Alternating Present) atau bolak balik. Energi listrik yang dihasilkan oleh spul kemudian digunakan untuk perangkat motor seperti busi, CDI, busi, bola lampu, juga lainnya.
Tegangan arus AC dari spul diubah terlebih dahulu menjadi DC (searah) memakai kiprok.
- 3. Kabel bodi
Kabel badan atau biasa bodi jadi salah satu komponen important pada sebuah rangkaian motor roda dua.
Kabel bodi berfungsi untuk menyalurkan listrik dari sepul ke aki juga menyebarkannya ke beberapa komponen seperti lampu, electrical starter, klakson juga kunci kontak.
Seiring masa pakai Motor roda dua, dapat dikarenakan penurunan kinerjanya mengaliri arus listrik. Salah satu cara mempertahankan kinerja kabel bodi yaitu dengan rutin melakukan pemeriksaan.
- 4. Sekring
Komponen kelistrikan motor roda dua yang satu ini berfungsi sebagai perangkat keamanan listrik.
Dengan sekring, kerusakan komponen kelistrikan karena hubungan arus pendek dapat dicegah.
Sekring dapat memutus arus listrik secara otomatis saat terjadi aliran listrik yang tak stabil atau karena korslet, dengan begitu kerusakan sepertinya tidak menyebar ke komponen lainnya.
- 5. Baterai
Baterai atau aki berfungsi untuk mendatanya listrik. Energi listrik cadangan ini dapat digunakan untuk menghidupkannya motor roda dua ketika di starter.
Selain tersebut, baterai serta dimanfaatkan untuk mengoperasikan perangkat motor lainnya seperti ECU, CDI, juga lampu.
Jika baterai habis akan memengaruhi kinerja komponen kelistrikan. Hal terburuk yaitu motor roda dua sepertinya tidak dapat dinyalakan.
Semua komponen kelistrikan motor roda dua tadi mempunyai fungsi important. Seiring masa pakai, komponen-komponen itu dapat rusak.
Tetapi masa pakainya dapat lebih lama jika perawatan juga pemeriksaan dilakukan secara rutin.
Maka bawalah motor roda dua ke bengkel AHASS terdekat untuk dapatkan pemeriksaan juga perawatan dari Mekanik berpengalaman.
Sumber :
[ad_2]
Sumber: motorkux








