Memanas! Koalisi Lima Serikat Pekerja KBB Protes Paslon Jeje-Asep Diduga Nyogok Warga Pake Duit

- Penulis

Selasa, 26 November 2024 - 22:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koalisi Lima Serikat Pekerja Bandung Barat gruduk kantor Bawaslu KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Koalisi Lima Serikat Pekerja Bandung Barat gruduk kantor Bawaslu KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Sekitar Kita.id – Ratusan massa yang tergabung dalam Koalisi Lima Serikat Pekerja Bandung Barat menggeruduk kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Selasa sore 26 November 2024.

Mereka menuntut tindakan tegas terkait dugaan pelanggaran pemilu, khususnya praktik politik uang, setelah video bagi-bagi amplop viral di media sosial.

Massa aksi berasal dari sejumlah kawasan industri di Kecamatan Batujajar, Cimareme, dan Cipatat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka mulai berkumpul di depan kantor Bawaslu sekitar pukul 16.00 WIB, menyuarakan orasi dengan mendesaknya Bawaslu memberikan penjelasan terkait penanganan kasus politik uang tersebut.

Desakan Penegakan Hukum

Koordinator aksi, Dede Rahmat, menyatakan bahwa Bawaslu harus bertindak tegas terhadap para pelaku politik uang tanpa memandang bulu.

Menurutnya, langkah ini krusial demi mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan transparan.

“Hari ini banyak video dugaan money politik yang beredar, namun pihak terkait belum bertindak tegas. Jika Bawaslu tidak bertindak, kami para buruh siap mengambil langkah sendiri,” tegas Dede.

Baca Juga:  Olahraga Tradisional Jadi Ruang Pendidikan Karakter di Bandung Barat
Related Posts

Dede juga meminta agar perangkat desa, RT, RW, dan pihak lain yang terlibat dalam praktik uang segera ditindak.

Ia menuding Bawaslu selama ini terkesan tidak tegas, termasuk dalam kasus dugaan ketidaknetralan aparat desa di Kecamatan Gununghalu yang hingga kini belum ada penyelesaiannya.

“Kami ingin pemilu dimulai dengan bersih, menghasilkan pemimpin tanpa suap. Jika Bawaslu tidak bertindak, kami buruh siap turun langsung,” tambahnya.

Perlindungan Pelapor

Selain meminta penindakan tegas, massa buruh juga siap mendampingi dan melindungi warga yang mengaku menerima uang dari praktik politik uang.

Mereka ingin memastikan warga bebas dari intimidasi dan dapat melaporkan kejadian tersebut tanpa rasa takut.

“Jika Bawaslu lambat bertindak, kami yang akan menjaga warga pelapor agar merasa aman dari tekanan pihak manapun,” ujar Dede.

Baca Juga:  Wanita Tua Bersimbah Darah, Diduga Dipukul Cucunya Gunakan Benda Tumpul di Tambun Bekasi

Video Viral Dugaan Politik Uang

Aksi ini bermula dari beredarnya sejumlah video di media sosial yang menampilkan pembagian amplop berisi uang Rp50 ribu dan paket kerudung kepada warga, dengan imbauan memilih calon pasangan nomor urut 2, Jeje Richie Ismail dan Asep Ismail.

Salah satu video berdurasi 22 detik menampilkan seorang perempuan yang memamerkan souvenir terbungkus plastik dan dua amplop putih.

Ia mengklaim bahwa barang tersebut diberikan atas permintaan mencoblos pasangan calon tertentu. Video serupa tersebar luas di berbagai grup WhatsApp dengan latar lokasi yang berbeda.

Bawaslu Kabupaten Bandung Barat hingga kini belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan massa maupun penyelidikan atas video tersebut.

Namun, massa buruh menegaskan akan terus memantau perkembangan kasus ini untuk memastikan pelanggaran pemilu tidak dibiarkan tanpa tindakan.

Tautan sumber



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sambut HUT RI ke-81, Kampung Warna-Warni di Padalarang Curi Perhatian, Mural Persib Jadi Ikon Swafoto
Golkar KBB Soroti Pernyataan Jeje Soal Pencatutan Nama, Dinilai Memperkeruh Situasi Birokrasi
5 Pabrik Kapur di Cipatat Ditutup Permanen, KDM: Penerima Bantuan Bertambah Jadi 1.000 Orang
Apin Marmot Puji Kreativitas Mobivan BOMBER KBB, UMKM Bobotoh Makin Berdaya
Marak Tramadol di Cimahi dan KBB, Dedi Mulyadi: “Masa Negara Kalah Sama Beking?”
Dedi Mulyadi Tegur Wali Kota Cimahi Soal Peredaran Tramadol ‘Sikat Saja’ Jangan Takut 
KPK Ingatkan Celah Korupsi Sektor Pertanahan, Bandung Barat Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian
Persib Lolos ke Final Piala Presiden 2026, Ketum BOMBER Dian Purnama Puji Performa Solid Maung Bandung 

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Sambut HUT RI ke-81, Kampung Warna-Warni di Padalarang Curi Perhatian, Mural Persib Jadi Ikon Swafoto

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Golkar KBB Soroti Pernyataan Jeje Soal Pencatutan Nama, Dinilai Memperkeruh Situasi Birokrasi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:45 WIB

5 Pabrik Kapur di Cipatat Ditutup Permanen, KDM: Penerima Bantuan Bertambah Jadi 1.000 Orang

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:02 WIB

Apin Marmot Puji Kreativitas Mobivan BOMBER KBB, UMKM Bobotoh Makin Berdaya

Selasa, 4 Agustus 2026 - 22:35 WIB

Marak Tramadol di Cimahi dan KBB, Dedi Mulyadi: “Masa Negara Kalah Sama Beking?”

Berita Terbaru