SekitarKita.ID- Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) dari Fraksi Partai Demokrat, Pither Tjuandys, kembali menggelar reses dalam rangka Masa Persidangan ke-2 Tahun Sidang ke-1.
Kegiatan ini berlangsung di salah satu rumah makan di Kecamatan Cisarua pada Senin (17/3/2025) dengan tujuan menampung aspirasi masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) 3, yang meliputi Kecamatan Lembang, Cisarua, dan Parongpong.
Seluruh anggota DPRD KBB, yang berjumlah 50 orang, saat ini sedang menjalankan agenda reses untuk menyerap aspirasi masyarakat di wilayah masing-masing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pither sendiri telah memulai kegiatan reses sejak 14 Maret 2025 di Kecamatan Lembang, yang berlangsung di Rumah Makan Dermaga Sunda.
Dari 300 undangan yang disebar, kata Pither, kehadiran masyarakat melebihi ekspektasi dengan total 520 peserta.
“Pada hari ini, reses dilanjutkan di Kecamatan Cisarua dan Parongpong, dengan jumlah undangan sebanyak 150 orang, namun antusiasme masyarakat begitu tinggi hingga kehadiran mencapai hampir 300 orang,” kata Pither.
“Antusiasme masyarakat dalam menghadiri undangan dari dewan sangat tinggi. Ini menunjukkan bahwa mereka masih memiliki kepercayaan dan kebersamaan dengan kami sebagai wakil rakyat. Saya merasa bangga dan semakin termotivasi untuk terus memperjuangkan aspirasi mereka,” sambung Pither.
Fokus Aspirasi: Infrastruktur dan Bantuan Sosial
Dalam setiap resesnya, Pither selalu memastikan bahwa masyarakat di wilayahnya mendapatkan perhatian khusus dalam berbagai aspek pembangunan.
Selama masa jabatannya, berbagai program telah direalisasikan, termasuk rumah tidak layak huni (rutilahu), pembangunan sumur bor, perbaikan jalan, pembangunan tembok penahan tanah (TPT), serta sarana ibadah.
Namun, pada reses kali ini, masyarakat banyak mengusulkan perbaikan infrastruktur, yang menjadi kewenangan pemerintah desa melalui alokasi APBD Kabupaten Bandung Barat.
Di Kecamatan Cisarua, terdapat 8 desa yang masih membutuhkan dorongan untuk percepatan pembangunan infrastruktur.
“Kemampuan keuangan daerah memang terbatas, sehingga beberapa bantuan belum bisa sepenuhnya mencukupi kebutuhan masyarakat. Namun, saya akan terus mendorong agar aspirasi mereka bisa terealisasi dengan optimal,” jelasnya.
Selain infrastruktur, isu perumahan dan banjir juga menjadi perhatian. Mengingat curah hujan yang tinggi, banyak rumah warga mengalami kerusakan.
Oleh karena itu, pada tahun 2025, anggaran bantuan rehabilitasi rumah ditingkatkan menjadi Rp20 juta per unit.
“Saat ini, saya juga mendapatkan bantuan provinsi sekitar Rp20 miliar yang akan disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” tambahnya.
Efisiensi Anggaran dan Realisasi Program
Pither juga menegaskan bahwa efisiensi anggaran sesuai dengan instruksi Presiden hanya berdampak pada perjalanan dinas dan bimbingan teknis, namun tidak akan mengganggu program prioritas pembangunan.
“Efisiensi ini tidak akan berpengaruh pada bantuan pembangunan skala prioritas. Program-program yang telah direncanakan tetap berjalan,” tegasnya.
Sejauh ini, selama menjabat sebagai anggota DPRD, Pither telah merealisasikan pembangunan, 500 titik sumur bor, 290 sarana ibadah di setiap kecamatan, Perbaikan rutilahu dan jalan melalui APBD KBB.
Dengan berbagai program yang telah dan akan terus direalisasikan, Pither berharap masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari pembangunan di Kabupaten Bandung Barat.
“Kami akan terus berjuang agar anggaran yang ada bisa digunakan seefektif mungkin untuk kepentingan masyarakat,” pungkasnya.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








