[ad_1]
Seperti saus tomat dan saus ranch, mayones (singkatnya mayo) merupakan makanan pokok di dengan jumlah besar rumah tangga Amerika. Makanan pokok di dapur, mayones digunakan dalam salad tuna, telur rebus, sandwich keju panggang, BLT, dan dengan jumlah besar lagi. Sebab sepertinya yang lezat, mayones bahkan digunakan dalam beberapa resep untuk memanggang. Meski demikian mayones populer dan serbaguna, ada bumbu lain yang menggoyang lidah. Ini dia aioli—bumbu putih dan lembut yang biasa dicampur dengan mayones. Anda mungkin saja pernah lihat aioli di menu restoran trendy sebagai olesan atau saus cocol untuk burger, kentang goreng, artichoke, kue kepiting, dan hidangan gurih lainnya.
Jadi, mengapa mayo dan aioli tak henti-hentinya disamakan? Keduanya mempunyai tampilan yang mirip, dan dalam beberapa kasus, keduanya mempunyai fungsi yang sama di atas piring Anda. Keduanya pada kenyataannya tidak sama, jadi mari kita bahas perbedaan antara aioli vs. mayo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Apa itu Aioli?
Apakah aioli hanyalah mayones? Anehnya, tidak. Aioli adalah bumbu atau saus kental yang berasal dari Mediterania. Asal usulnya tidak diketahui secara pasti, namun diyakini berasal dari Spanyol atau Prancis selatan. Anda mungkin saja baru saja menemukan aioli, namun saus ini sudah ada sejak ribuan tahun lalu.
Aioli tradisional adalah emulsi sederhana yang terbuat dari minyak zaitun dan bawang putih—itu saja. “Aioli” bahkan diterjemahkan menjadi “minyak bawang putih.” Hasilnya adalah saus krim yang berwarna putih atau kuning pucat dan kaya akan rasa bawang putih. Tetapi, aioli bawang putih bukanlah satu-satunya jenis. Aioli tomat lada, aioli ketumbar jeruk nipis, dan aioli sriracha adalah beberapa varietas aioli yang populer.
Aioli paling cocok digunakan dalam situasi gurih. Di AS, Anda biasanya akan memeriksanya dioleskan pada burger atau disajikan bersama kentang goreng sebagai cocolan. Aioli juga cocok dipadukan dengan sayur mayur, telur dadar, dan daging dari semua jenis—bahkan ikan, mentah dan matang. Aioli sangat serbaguna, jadi Anda dapat menyantap aioli dengan hampir semua makanan gurih.
Apa itu Mayones?
Mayones (atau mayo) adalah bumbu dapur andalan yang hampir selalu ada di setiap lemari es Amerika. Mayones adalah saus putih klasik yang bisa mengubah roti lapis kering menjadi makan siang yang lezat, dan sekaleng tuna menjadi hidangan pembuka yang menggugah selera. Mayones juga merupakan bahan dasar untuk saus seperti saus tartar dan saus Thousand Island, serta salad dingin seperti salad tuna dan makaroni. Mayones mempunyai kegunaan yang tak terbatas, dan muncul dengan cara yang mengejutkan, seperti pada makanan panggang.
Jadi, apa saja isinya? Mayones dalam bentuk yang paling sederhana adalah emulsi minyak, kuning telur, dan sumber asam, seperti cuka atau air jeruk lemon. Mayones juga dapat mengandung air, garam, mustard, dan berbagai rempah. Semua jenis bahan yang menyenangkan bisa ditambahkan ke mayo untuk membuat mayo dengan rasa baru, seperti chipotle, paprika merah panggang, dan mayo sriracha.
Sejarah mayones sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Seorang koki Prancis dianggap hal itu sebagai penemu mayones pertama pada abad ke-18, dan mayones telah digunakan sejak ketika itu.
Aioli vs. Mayones
Di Amerika, aioli telah direduksi menjadi sejenis mayo mewah, namun pada kenyataannya tidak demikian. Berikut ini adalah saat Anda bisa mengelompokkan aioli dan mayo bersama-sama, dan saat perbedaannya benar-benar terlihat.
Aioli dan mayo sama-sama saus krim, jadi keduanya mempunyai beberapa kesamaan. Anda bisa menggunakannya untuk menambahkan konsistensi krim dan rasa asam pada hidangan gurih. Keduanya sangat baik untuk menambah kelembapan pada makanan kering, seperti kentang kecil, andaikan.
Perbedaan terbesar antara aioli dan mayo adalah bahan-bahannya. Aioli terbuat dari minyak dan bawang putih, sedangkan mayo terutama terbuat dari minyak dan telur. Aioli secara khusus membutuhkan minyak zaitun, yang mempunyai rasa yang khas, sedangkan mayo biasanya dibuat dengan minyak yang sepertinya lebih netral. Mayo juga mengandung sumber asam, seperti cuka atau air jeruk lemon.
Keduanya juga mempunyai rasa, tekstur, dan kegunaan yang berbeda. Aioli mempunyai rasa bawang putih yang kuat, sedangkan mayo lebih asam sebab mengandung asam. Secara tekstur, aioli lebih kental daripada mayo. Ini dia sebabnya mengapa keduanya terkadang digunakan secara berbeda. Di antara keduanya, mayones minim lebih serbaguna. Aioli terasa lebih gurih, jadi tidak bisa digunakan dalam makanan manis atau makanan panggang seperti mayones. Anda lebih mungkin saja menemukan aioli digunakan sebagai saus cocol, sedangkan mayones lebih umum digunakan sebagai olesan atau dasar untuk saus dan dressing lainnya.
Bisakah Mayones Dirubah dengan Aioli?
“Aioli” dan “mayo” tak henti-hentinya digunakan secara bergantian, dan meski demikian keduanya tidak sama, keduanya cukup mirip dengan begitu terkadang Anda bisa merubah keduanya. Anda hanya perlu menyesuaikan ekspektasi Anda—dan mungkin saja perlu minim berimprovisasi—sebab keduanya mempunyai minim perbedaan dalam rasa dan konsistensi.
Anda bisa memakai aioli sebagai pengganti mayones dalam resep untuk saus gurih beraroma bawang putih—terutama andai digunakan sebagai cocolan. Rasa bawang putihnya kuat, jadi Anda mungkin saja perlu mengurangi penggunaan bawang putih di bagian lain resep. Anda mungkin saja juga perlu menambahkan lebih dengan jumlah besar cairan sebab mayones lebih encer daripada aioli.
Akan namun, lebih mudah memakai mayones sebagai pengganti aioli, sebab rasa mayones tidak terlalu menyengat. Memakai mayones sebagai pengganti aioli menghasilkan dasar krim yang serupa, meski demikian Anda mungkin saja perlu memakai lebih dengan jumlah besar mayones dan menambahkan bawang putih untuk dapatkan rasa bawang putih yang sama kentalnya.
[ad_2]
Sumber: realsimple.com








