Airlangga Hartarto Mundur dari Jabatan Ketum Partai Golkar, Nama-Nama Pengganti Mulai Muncul

- Penulis

Senin, 12 Agustus 2024 - 16:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Airlangga Hartarto, (foto: Instagram @airlanggahartarto_oficial)

i

Airlangga Hartarto, (foto: Instagram @airlanggahartarto_oficial)

SEKITARKITA.id- Menjadi hari bersejarah bagi Partai Golkar. Airlangga Hartarto, yang telah memimpin partai sejak 13 Desember 2017, secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Ketua Umum Partai Golkar.

Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, terutama karena masa jabatannya seharusnya berakhir pada akhir tahun ini.

Dalam video resmi yang beredar pada Minggu 11 Agustus 2024 pagi, Airlangga menyatakan bahwa keputusannya didasarkan pada keinginan untuk menjaga keutuhan Partai Golkar dan memastikan stabilitas transisi pemerintahan yang akan segera terjadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setelah mempertimbangkan dan untuk menjaga keutuhan Partai Golkar dalam rangka memastikan stabilitas transisi pemerintahan yang akan terjadi dalam waktu dekat, maka dengan mengucapkan Bismillahirohmanirohim dan atas petunjuk Tuhan yang Maha Besar, maka dengan ini menyatakan pengunduran diri sebagai ketua umum DPP Partai Golkar,” ujar Airlangga.

Surat pengunduran diri tersebut sebenarnya sudah diteken sejak Sabtu, 10 Agustus 2024, dan baru diumumkan ke publik pada keesokan harinya.

Airlangga menegaskan bahwa mekanisme organisasi sesuai ketentuan AD/ART akan dijalankan oleh DPP Partai Golkar untuk memastikan proses transisi yang damai dan tertib, serta tetap menjunjung tinggi marwah Partai Golkar.

Baca Juga:  Soal irigasi tersier, Mentan Pertanian RI tanggapi serius keluhan Pj Bupati Arsan Latif

Kini, perhatian publik dan kader partai tertuju pada siapa yang akan menggantikan Airlangga sebagai Ketua Umum. Ketua Dewan Pakar DPP Partai Golkar, Agung Laksono, menyebut beberapa nama yang dinilai layak untuk maju sebagai calon Ketua Umum.

Di antara nama-nama tersebut, Agus Gumiwang, Bambang Soesatyo (Bamsoet), Firman Soebagyo, dan Bobby Adhityo Rizaldi muncul sebagai kandidat potensial. Ketiga nama pertama saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, sementara Bobby adalah Ketua DPP Partai Golkar.

“Ya di situ ada Agus Gumiwang, ada Bambang Soesatyo, yang artinya (keduanya) adalah pengurus-pengurus Partai Golkar di DPP sekarang ya. Kemudian, ada juga pengurus lainnya, ada Pak Bobby, ada Pak Firman Soebagyo, banyak yang bisa jadi dipilih dari dalam pengurus,” kata Agung Laksono seperti dilansir dari Antara, dirilis Senin (12/8/2024).

Meski demikian, keputusan akhir mengenai siapa yang akan menggantikan Airlangga sebagai Ketua Umum akan diputuskan melalui Musyawarah Nasional (Munas) yang akan datang.

Tak hanya itu, muncul juga perbincangan tentang biaya yang dibutuhkan untuk menjadi Ketua Umum Partai Golkar. Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, pernah mengungkapkan bahwa untuk menjadi Ketua Umum Golkar, seseorang harus memiliki modal yang besar, sekitar Rp500 hingga Rp600 miliar.

Baca Juga:  Miris! Kekerasan Anak dan Perempuan di KBB Meningkat jadi 87 Kasus, ini Pemicunya 

Meskipun begitu, Jusuf Kalla tidak merinci untuk apa saja uang sebesar itu dibutuhkan.

Keputusan Airlangga untuk mundur dari jabatannya tentu akan membawa perubahan besar di tubuh Partai Golkar, terutama menjelang transisi pemerintahan yang akan datang.

Kini, seluruh kader dan simpatisan partai menanti siapa yang akan melanjutkan tongkat kepemimpinan partai beringin ini.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Antara

Berita Terkait

Kinerja Pajak KBB Moncer di 2026, Pajak Capai 22,47 Persen Namun PBB Tertinggal
HUT Kabupaten Bandung ke-385 Jadi Momentum Aksi Nyata: Dadang M Naser Ajak Warga Fokus Rawat Lingkungan
Tak Punya SLF, Satpol PP KBB Siap Matikan Operasional Tower Protelindo di Padalarang
Skandal Pencatutan Nama Prabowo Subianto, DPRD KBB Sebut PT Protelindo Bohongi Publik
Sorotan Publik Menguat, DPRD KBB Usulkan Stop Sementara Aktivitas Tower PT Protelindo
Jeje Alami Kecelakaan, Diduga Rem Blong Truk Box Container Hantam Pembatas Jalan di KBB
Viral, Bocah 3 Tahun di KBB Diduga Dilecehkan, Ibu-ibu Ngadu ke Dedi Mulyadi
Menara Tower PT Protelindo Picu Polemik Warga Padalarang, Pemkab Bandung Barat Dinilai Lambat

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 20:00 WIB

Kinerja Pajak KBB Moncer di 2026, Pajak Capai 22,47 Persen Namun PBB Tertinggal

Senin, 20 April 2026 - 14:29 WIB

HUT Kabupaten Bandung ke-385 Jadi Momentum Aksi Nyata: Dadang M Naser Ajak Warga Fokus Rawat Lingkungan

Jumat, 17 April 2026 - 07:54 WIB

Tak Punya SLF, Satpol PP KBB Siap Matikan Operasional Tower Protelindo di Padalarang

Rabu, 15 April 2026 - 19:49 WIB

Skandal Pencatutan Nama Prabowo Subianto, DPRD KBB Sebut PT Protelindo Bohongi Publik

Rabu, 15 April 2026 - 17:35 WIB

Jeje Alami Kecelakaan, Diduga Rem Blong Truk Box Container Hantam Pembatas Jalan di KBB

Berita Terbaru