Bertambah! 57 Siswa SMPN 1 Cisarua Keracunan MBG, 27 Dilarikan ke Puskesmas

- Penulis

Selasa, 14 Oktober 2025 - 16:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebanyak 57 siswa SMP Negeri 1 Cisarua KBB, mengalami gejala keracunan massal setelah menyantap menu MBG, pada Selasa (14/10/2025). Foto: Abdul Kholilulloh

i

Sebanyak 57 siswa SMP Negeri 1 Cisarua KBB, mengalami gejala keracunan massal setelah menyantap menu MBG, pada Selasa (14/10/2025). Foto: Abdul Kholilulloh

SEKITARKITA.id – Kasus dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) kian bertambah.

Sebanyak 57 siswa SMP Negeri 1 Cisarua KBB, mengalami gejala keracunan massal setelah menyantap menu MBG, pada Selasa (14/10/2025).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, gejala mual, pusing, dan muntah mulai dirasakan sekitar pukul 11.00 WIB, beberapa jam setelah menu MBG disantap pada jam istirahat pertama pukul 09.30 WIB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Situasi sekolah mendadak mencekam. Satu per satu siswa tumbang di area kelas maupun halaman sekolah.

Sebanyak 57 siswa SMP Negeri 1 Cisarua KBB, mengalami gejala keracunan massal setelah menyantap menu MBG, pada Selasa (14/10/2025). Foto: Abdul Kholilulloh
Sebanyak 57 siswa SMP Negeri 1 Cisarua KBB, mengalami gejala keracunan massal setelah menyantap menu MBG, pada Selasa (14/10/2025). Foto: Abdul Kholilulloh

Dipantau sekitarkita.id dilokasi, guru dan petugas sekolah langsung memberikan pertolongan pertama sebelum tenaga medis dari Puskesmas Cisarua datang ke lokasi.

Kepala Sekolah SMPN 1 Cisarua, Agus Solihin, membenarkan adanya dugaan keracunan massal tersebut. Menurutnya, total 57 siswa mengalami gejala serupa.

“Yang dibawa ke dokter ada sekitar 27 orang, sedangkan yang ditangani langsung di sekolah sekitar 30 siswa. Gejalanya rata-rata mual, pusing, hingga muntah,” ujar Agus.

Baca Juga:  Pemkab Bandung Barat Dorong Sekolah Berbudaya Lingkungan: Adiwiyata 2025 Jadi Momentum Lahirkan Generasi Cinta Bumi

Pihak sekolah melakukan langkah antisipatif dengan memberikan air kelapa muda kepada siswa yang mengalami gejala ringan sambil menunggu tim medis datang.

“Menu MBG hari ini ada ayam, sayur, dan buah melon,” tambahnya.

Pihak sekolah berjanji akan berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan keamanan makanan program MBG ke depan.

“Kami akan berkordinasi dengan dinas terkait untuk kedepannya,” ungkapnya.

Salah satu siswa menyebut gejala muncul setelah mengonsumsi ayam kecap, sayur, dan melon.

“Setelah makan, kepala mulai pusing dan mual,” ujarnya dengan wajah pucat.

Beberapa siswa lain merasakan hal serupa, terutama setelah makan buah melon. Namun, penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan dari Puskesmas dan Dinas Kesehatan KBB.

Melihat banyak siswa tumbang secara bersamaan, petugas TNI dan Polri ikut membantu evakuasi korban ke Puskesmas dan mengatur lalu lintas di depan sekolah yang sempat macet akibat kepanikan orang tua.

Suasana sekolah berubah tegang, beberapa orang tua terlihat menangis menunggu kabar anaknya.

Pihak Dinas Kesehatan KBB telah menurunkan tim untuk mengambil sampel makanan MBG dan melakukan uji laboratorium.

Baca Juga:  Bantu Korban Banjir di Bekasi, Yon D Brimob Polda Metro Jaya Dirikan Dapur Lapangan

“Kami sudah ambil sampel makanan dari dapur penyedia MBG. Hasil uji laboratorium akan segera kami sampaikan,” ujar petugas Dinkes di lapangan.

Insiden ini menambah daftar kasus keracunan massal program MBG di berbagai daerah. Banyak pihak mendesak pemerintah melakukan evaluasi sistem distribusi dan pengawasan makanan sekolah agar kejadian serupa tidak terulang.

Para orang tua siswa mendukung program pemerintah, namun meminta pengawasan lebih ketat.

“Programnya bagus, tapi jangan sampai anak-anak jadi korban,” kata salah satu orang tua dengan nada kecewa.

Hingga berita ini diturunkan, sebagian siswa masih menjalani perawatan di Puskesmas Cisarua, sementara lainnya mulai membaik setelah penanganan medis.

“Sudah mulai membaik Alhamdulillah,” ujar petugas medis.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 
Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan
Website PWI Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah, Grand Launching 1 Oktober 2026
Polemik Lahan SDN 2 Kertamulya Kembali Mencuat, Disdik Klaim Pemda KBB Pernah Menang Sengketa
Sengketa Lahan Memanas, Spanduk Ahli Waris Muncul di SDN 2 Kertamulya Bandung Barat
Bangunan Diduga Tutupi Saluran Drainase, Komisi I DPRD KBB Panggil RSIA Kartini Padalarang 
Kabar Haru dari Laut Jawa, Faisal Korban Selamat Kapal Virgo Akhirnya Pulang ke Bandung Barat
Prajurit Yonif TP 938 Pancasona Raih Podium 1 Pocari Sweat Run 2026 di Bandung

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 22:27 WIB

Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 

Rabu, 23 September 2026 - 21:29 WIB

Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan

Rabu, 23 September 2026 - 18:55 WIB

Website PWI Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah, Grand Launching 1 Oktober 2026

Selasa, 22 September 2026 - 15:18 WIB

Polemik Lahan SDN 2 Kertamulya Kembali Mencuat, Disdik Klaim Pemda KBB Pernah Menang Sengketa

Selasa, 22 September 2026 - 12:01 WIB

Sengketa Lahan Memanas, Spanduk Ahli Waris Muncul di SDN 2 Kertamulya Bandung Barat

Berita Terbaru