Bandung Barat, SekitarKita.id,- Momentum HUT Kabupaten Bandung Barat (KBB) ke-17 menjadi hari bersejarah bagi masyarakat, tema ciamik yang di ambil yakni ‘Ngawangun Lembur’ menjadi ajang menjalin kerjasama serta kolaborasi membangun sesuai visi misi pemekaran.
Disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) KBB, Rismanto, tema Hari Jadi Bandung Barat sangat bagus dan memiliki makna kebersamaan yang kuat dalam membangun wilayahnya.
“Topik atau tema hari jadi ke 17 ini sangat bagus ngawangun lembur, kata kuncinya ini kolaborasi, dan hari ini memang yang kita butuhkan itu kebersamaan agar kuat, kenapa agar kuat ya karena tantangan pembangunan kedepan terbukti dengan perjalanan,” kata Rismanto usai menghadiri Rapat Paripurna di Ballroom Gedung B lantai 4, kompleks Pemkab Bandung Barat, Rabu 19 Juni 2024.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menyebut, menurutnya, pemerintah daerah (Pemda) Bandung Barat harus senan tiasa memberikan peningkatan kualitas pembangunan fisik maupun non fisik, termasuk pelayanan.
“Yang berikutnya saya menegaskan bahwa insya Allah kita semua harus optimis bahwa kedepannya KBB akan maju tumbuh sejahtera sesuai cita-cita, minimal ada tiga kata kunci mari kita sama-sama wujudkan, pertama intregritas komitmen, kejujuran, kolaboratif di tingkat DPRD, pemerintah,” ujar Rismanto.
Pihaknya juga menyinggung sedikit terkait Pemilukada 2024 di KBB, ia mengajak kepada seluruh elemen masyarakat baik pemerintah, TNI-Polri, maupun stacholder terkait harus berintergritas dalam komitmen penyelenggaraan Pilkada kedepan.
“Tadi saya singgung khususnya di Pilkada kalo komitmennya berintregritas, penyelenggaraannya berintregritas, ya insya Allah sosok pemimpinnya yang terpilih pasti berintregritas, juga dalam pembangunannya,” imbuhnya.
Ditanya soal potensi yang ada di Bandung Barat, Rismanto menjelaskan, banyak yang harus dikerjakan, termasuk DPRD KBB untuk kiranya giat berkerja keras membangun Bandung Barat dengan menerapkan peraturan daerah (Perda).
“Tentu harus bekerja keras sebaik-baiknya, agar kami bisa membuat beberapa peraturan daerah (Perda) regulasi yang memang relevan dengan kebutuhan potensi di KBB,” jelasnya.
“Prodak perda DPRD ada sekitar 217 Perda, tapi coba kita cek lagi ke sekretariat ada juga keputusan DPRD dan juga keputusan pimpinan DPRD,” sambungnya.
Ia pun menjelaskan, DPRD KBB memiliki fungsi sebagai pengawas pembuat Perda dan juga penganggaran, begitu juga seluruh anggota dewan memiliki tugas dan saling melengkapi agar menjadi prodak Perda yang relevan.
“Saya rasa fungsi melekat di kami fungsi pengawasan pembuat perda dan penganggaran, berarti kami memiliki fungsi saling melengkapi dan menjadi bagian unsur dari pemerintahan daerah, saya rasa tupoksi itu mengharuskan dan memang sudah menjadi tugas kami,” jelas Rismanto kembali.
Diakhir, Rismanto berpesan kepada masyarakat Bandung Barat untuk selalu optimis dan mengawal pembangunan, sesuai apa yang di cita-cita kan pemekaran KBB. semoga tercapai.
“Tetap optimis, bahwa insya Allah Bandung Barat akan maju tumbuh, berkembang, sejahtera sebagaimana cita-cita pemekaran dengan tadi kebersamaan, serta kerja keras,” imbuh Rismanto seraya mengamini.
Penulis : Abdul Kholilulloh
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : laporan tim SekitarKita.id








