MQ. Iswara Ajak Anggota DPRD Terpilih Golkar untuk Pantau Kemiskinan Ekstrem di Berbagai Daerah Terpencil

- Penulis

Jumat, 19 Juli 2024 - 20:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Bandung, SekitarKita.id – Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, MQ Iswara mengajak seluruh Anggota DPRD terpilih dari Partai Golkar hasil Pemilu 2024 untuk turun ke lapangan guna memantau kemiskinan ekstrem yang kerap terjadi di berbagai daerah terpencil.

Hal itu diungkapkan MQ Iswara saat menjadi narasumber rutinitas rutin Pendidikan Politik (Dikpol) Peningkatan Kapasitas Calon Anggota Legislatif (Caleg) Terpilih DPRD Kabupaten/Kota dari Partai Golkar Gelombang I di Aula DPD Partai Golkar, Provinsi Jawa Barat, Jl. Maskumambang, Kota Bandung, Jumat (19/7/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Iswara, di pundak anggota DPRD terpilih ada tanggung jawab yang diemban, yakni menjawab apa yang menjadi harapan rakyat saat kampanye. Janji-janji politik harus sesegera dituntaskan dengan cara anggota DPRD terpilih mampu memahami peran dan fungsinya, khususnya di bidang anggaran.

“Calon legislatif terpilih harus sesegera memahami dan menghayati Struktur APBD di daerahnya masing-masing. Mulai dari urusan wajib, belanja modal, mencapai mengapa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di suatu daerah masih rendah,” ujar Tim Mahir Wantimpres RI.

Baca Juga:  Gedung IKALUIN Jakarta Diresmikan, Kang Ace: Dilaksanakan Usai Pemilu Agar Tidak Digunakan untuk Kepentingan Politik

Dalam kesempatan itu, MQ Iswara menjelaskan, anggota DPRD harus sesegera lihat berapa besar belanja modal dalam APBD dan korelasinya dengan neraca aset atau kekayaan kabupaten/kota.

“Kita harus sesegera pahami bagaimana efisiensi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah dapat berjalan dengan baik,” lanjut Calon Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Terpilih Hasil Pemilihan Legislatif 2024 itu.

Selanjutnya, ia memaparkan secara rinci bagaimana Pemerintah Daerah didorong untuk terus berupaya meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah dengan mendapatkan keuntungan dari berbagai instrumen perencanaan dan penganggaran. Yakni diwujudkan melalui beberapa dokumen penting yang menjadi pedoman dalam setiap tahap perencanaan dan penganggaran pembangunan daerah.

Dokumen-dokumen tersebut mencakup RPJPD (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah), RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah), RKA-PPKD (Rencana Kerja dan Anggaran Pejabat Pengelola Keuangan Daerah), dan RKA-SKPD (Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah).

Kemudian Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, DPA-SKPD (Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah) dan DPA-PPKD (Dokumen Pelaksanaan Anggaran Pejabat Pengelola Keuangan Daerah)

Baca Juga:  Workshop Public Talking Don Bosco 1 dengan Trainer Priska

“Proses penyusunan anggaran berawal di tingkat desa/kelurahan melalui Musrenbang Desa/Kelurahan, kemudian berlanjut ke tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, mencapai nasional,” jelas Iswara.

Pada setiap tahap, tutur Iswara, masukan dari berbagai pemangku kepentingan diperhitungkan untuk memastikan anggaran yang disiapkan bisa memenuhi kebutuhan dan prioritas pembangunan daerah.

“Untuk memberikan dorongan transparansi dan akuntabilitas, pemerintah juga mengacu pada beberapa regulasi, antara lain Permendagri 13 Tahun 2006, Permendagri 59 Tahun 2007, Permendagri 21 Tahun 2011 mencapai Permendagri 77 Tahun 2020. Semua itu, tampaknya, perlu dimengerti oleh setiap anggota DPRD,” tutur MQ Iswara yang juga Ketua DPP Partai Golkar itu.

Selain itu, tutur dia, ada bermacam-macam regulasi pemerintah yang menjadi rujukan utama di antaranya PP No. 58 Tahun 2005 dan PP No. 12 Tahun 2019. Upaya ini diharapkan bisa meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran daerah.

Dengan demikian, bisa dipastikan setiap pengeluaran daerah bisa dipertanggungjawabkan secara baik, sekaligus memberikan dorongan bagi pembangunan berkelanjutan dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat.

Baca Juga:  Harga bitcoin naik drastis kembali ke rp1,5 miliar

“Melalui anggota DPRD yang memahami fungsi dan tugasnya sebagai wakil rakyat, pemerintah daerah diharapkan bisa terus meningkatkan kapasitas dan integritas aparaturnya dalam mengelola keuangan daerah guna sampai tujuan pembangunan yang diinginkan,”

“Karena dengan adanya sistem pengelolaan yang lebih baik, masyarakat dapat berharap pada peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan yang lebih merata di masa depan,” sambung Iswara.

[ad_2]

Source link



Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Video Detik-detik Tanggul Sungai Cikalintu Bandung Jebol, Puluhan Rumah Terdampak
520 Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung di KBB, Gedung KDMP Turut Terdampak
Peduli Generasi Sehat, Bersama Pemkab P4KBB Terjunkan Penyuluh Stunting ke Sekolah dan Pesantren
Miris! Sewa Tempat Latihan Nunggak 10 Bulan, Mental Kontingen Bowling NPCI KBB Jelang Peparda 2026 Terganggu 
Derita Atlet Disabilitas KBB Jelang Peparda VII Jabar: Tak Ada Anggaran Latihan, Malah Diusir
Wali Kota Farhan Siagakan Bandung Dua Hari, 11 Polisi Jadi Korban Kericuhan Demo
Aksi Demo Bandung Berujung Ricuh, Truk Polisi Jadi Sasaran Lemparan Massa
Asep Dedih Lantik KKI Bandung Barat, Ketua Terpilih Edy Syafrudin Bidik Atlet Berprestasi

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Video Detik-detik Tanggul Sungai Cikalintu Bandung Jebol, Puluhan Rumah Terdampak

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:02 WIB

520 Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung di KBB, Gedung KDMP Turut Terdampak

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:14 WIB

Peduli Generasi Sehat, Bersama Pemkab P4KBB Terjunkan Penyuluh Stunting ke Sekolah dan Pesantren

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:45 WIB

Miris! Sewa Tempat Latihan Nunggak 10 Bulan, Mental Kontingen Bowling NPCI KBB Jelang Peparda 2026 Terganggu 

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Derita Atlet Disabilitas KBB Jelang Peparda VII Jabar: Tak Ada Anggaran Latihan, Malah Diusir

Berita Terbaru