Pasca Ambruk, Warga Padalarang Swadaya Bangun Jembatan Darurat dari Anyaman Bambu

- Penulis

Selasa, 15 April 2025 - 19:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEKITARKITA.id – Warga di Kampung Atlas Rancabali, RT 04 RW 05, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), bergotong royong membangun jembatan darurat menggunakan anyaman bambu, pasca ambruknya jembatan penghubung akibat banjir besar yang terjadi pada 24 Maret 2025 lalu.

Pantauan Sekitarkita.id di lokasi pada Selasa (15/4/2025), jembatan yang menghubungkan dua kampung tersebut sebelumnya terputus karena fondasi jembatan lama tergerus luapan aliran sungai. Akibatnya, aktivitas warga terganggu dan harus memutar sejauh lima kilometer.

Nendi (42), tokoh masyarakat Kampung Sukamaju, mengatakan bahwa jembatan ini merupakan akses utama warga, bukan sekadar jalur alternatif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga di Kampung Atlas Rancabali, RT 04 RW 05, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) bangun jembatan darurat menggunakan bambu pasca ambruk secara swadaya (foto: Abdul Kholilulloh)
Warga di Kampung Atlas Rancabali, RT 04 RW 05, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) bangun jembatan darurat menggunakan bambu pasca ambruk secara swadaya (foto: Abdul Kholilulloh)

“Warga mayoritas pedagang dan anak sekolah, mereka sangat terdampak. Jembatan darurat dari bambu ini dibuat agar anak-anak sekolah bisa tetap melintas,” ujar Nendi.

Namun, Nendi menyoroti kondisi jembatan bambu yang rawan hanyut karena aliran sungai yang deras. Ia berharap pembangunan jembatan permanen bisa segera direalisasikan.

“Jembatan ini sangat vital. Setiap hari banyak yang melintas, tapi semua merasa was-was,” katanya.

Baca Juga:  DPRD KBB Ungkap Krisis Kepala Sekolah dan Pengawas di Bandung Barat

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, telah merespons keluhan warga dan meminta jajaran pemerintah daerah hingga desa segera memperbaiki jembatan. Namun, menurut Nendi, hingga saat ini masih belum ada perbaikan konkret di lapangan.

Related Posts

“Pihak desa bilang masih dibahas. Padahal tidak butuh anggaran besar. Warga sudah lakukan swadaya, tinggal didukung saja,” ungkapnya.

Pemdes dan Kecamatan Cek Lokasi, Bahas Status dan Perizinan

Kepala Desa Padalarang, Karom, menyampaikan apresiasi atas inisiatif warga. Namun, ia menjelaskan bahwa pembangunan jembatan permanen terkendala status lahan dan kewenangan.

Kepala Desa Padalarang, Karom (foto: Abdul Kholilulloh)
Kepala Desa Padalarang, Karom (foto: Abdul Kholilulloh)

“Status tanah milik desa, tapi saluran air di bawah jembatan kemungkinan milik BBWS Citarum Harum atau Dinas PUTR. Jadi perlu izin dulu,” jelas Karom.

Menurutnya, jika status lahan adalah milik BBWS, maka harus dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun jika milik Dinas PUTR Pengairan, cukup izin di tingkat kabupaten.

Baca Juga:  Heboh, BPD di Karawang Diduga Mengintimidasi PT Inti Ganda Perdana

Karom juga menyebutkan bahwa estimasi anggaran untuk membangun kembali jembatan, lengkap dengan tembok penahan tanah (TPT), diperkirakan mencapai Rp800 juta.

“Pembangunan bisa pakai anggaran pembangunan lain, karena ini sifatnya mendesak,” katanya.

Camat Padalarang: Anggaran Sedang Disiapkan

Disisi lain, Camat Padalarang, Agus Achmad Setiawan, memastikan pihaknya sudah meninjau langsung lokasi dan telah mengajukan laporan tertulis ke pimpinan daerah. Ia menekankan bahwa koordinasi lintas sektor tengah berjalan aktif.

Camat Padalarang, Agus Achmad Setiawan (foto: Abdul Kholilulloh)
Camat Padalarang, Agus Achmad Setiawan (foto: Abdul Kholilulloh)

“Pak Bupati dan Wakil Bupati sudah menugaskan kami bersama PUTR menindaklanjuti. Perhitungan anggaran juga sudah dilakukan oleh Dinas PUTR,” ujar Agus.

Ia menambahkan bahwa meski proses masih berjalan, pihak kecamatan dan desa tetap berkomitmen mengawal pembangunan jembatan tersebut.

“Kami mohon warga bersabar. Proses perbaikan infrastruktur seperti ini memang perlu waktu, apalagi menyangkut kewenangan irigasi,” pungkasnya.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kades Akui Tak Ada Anggaran, Warga Bandung Barat Swadaya Perbaiki Jalan, Terkumpul Rp40 Juta
Skandal ASN KBB Live TikTok Minta Fee 1 Persen, Bupati Jeje Perintahkan Inspektorat Periksa IYP
Carut Marut Bandung Barat, P4KBB Bocorkan PR Besar: PAD, Infrastruktur hingga Flyover Cimareme
DPD IPHI 1987 Jabar Dorong Tata Kelola Organisasi dan Penguatan Profesi Advokat
IPHI 1987 Gelar Rapimnas di HUT ke-39, Regulasi Profesi Advokat Jadi Sorotan
Raffi Ahmad Puji Jeje Ritchie Ismail, Tapi Ingatkan: Tak Ada Superman dalam Pemerintahan
IPHI 1987 Dorong Pembaruan UU Advokat, Maria Salikin: Tingkatkan Profesionalisme Advokat
P4KBB Sentil Pemkab Bandung Barat: Tekanan Fiskal Jangan Jadi Alasan Abaikan Layanan Publik

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:23 WIB

Kades Akui Tak Ada Anggaran, Warga Bandung Barat Swadaya Perbaiki Jalan, Terkumpul Rp40 Juta

Senin, 10 Agustus 2026 - 21:30 WIB

Skandal ASN KBB Live TikTok Minta Fee 1 Persen, Bupati Jeje Perintahkan Inspektorat Periksa IYP

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:16 WIB

Carut Marut Bandung Barat, P4KBB Bocorkan PR Besar: PAD, Infrastruktur hingga Flyover Cimareme

Minggu, 9 Agustus 2026 - 07:36 WIB

DPD IPHI 1987 Jabar Dorong Tata Kelola Organisasi dan Penguatan Profesi Advokat

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Raffi Ahmad Puji Jeje Ritchie Ismail, Tapi Ingatkan: Tak Ada Superman dalam Pemerintahan

Berita Terbaru