[ad_1]
Motor matic membutuhkan perawatan juga perhatian dengan cara yang lain dengan motor bebek atau game. Akibat motor matic bergerak dengan mendapatkan keuntungan dari transmisi otomatis dari CVT atau Incessantly Variable Transmission yang berfungsi meneruskan putaran mesin ke roda belakang dengan begitu motor bisa berjalan juga digunakan berkendara.
Ada sejumlah Komponen pada satu rangkaian CVT, diantaranya pressure belt, pressure pulley, pushed pulley, juga outer comp grab. Setiap komponen CVT saling memberi dukungan satu sama lain dengan begitu putaran kerja mesin bisa diteruskan ke roda belakang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengingat pentingnya fungsi dari setiap komponen CVT, maka diperlukan perawatan berkala agar kondisinya tetap terjaga juga performa motor tetap maksimal.
Ada sejumlah komponen yang perlu diperhatikan agar CVT tetap bekerja secara optimum:
1. Power Belt
Power belt berfungsi untuk meneruskan tenaga mesin ke roda belakang. Power belt yang sudah termakan usia atau kurang terawat cukup berisiko ketika digunakan sebab sewaktu-waktu bisa putus. Karenanya, perlu dilakukan pemeriksaan setiap 8000 km juga menggantinya secara rutin sesuai dengan jadwal perawatan berkala. Secara visible jika pressure belt sudah mulai terdapat retak, tersebut jadi salah satu indikasi pressure belt perlu dirubah. Indikasi pressure belt perlu dirubah lainnya ialah jika terdengar bunyi berdecit atau suara kasar saat motor dijalankan juga sulit dapatkan kecepatan sesuai kemampuan motor itu.
2. Curler Weight
Curler berfungsi sebagai pemberi tekanan keluar pada rumah curler. Hal ini bisa memberikan perubahan pada diameter pulley saat mesin berputar. Perubahan diameter ini akan memengaruhi kecepatan laju sepedamotor.
Kondisi curler yang sudah berubah atau penyok merupakan indikasi perlu dilakukan penggantian. Suara berisik pada CVT dan bisa menjadi jalur bahwa curler weight sudah sepertinya tidak baik.
3. Transmission Equipment Oil
Oli transmisi atau dan bisa disebut oli gardan berfungsi sebagai pelumasan pada bagian transmisi untuk melindungi dan mengoptimalkan kinerja pada space CVT seperti tools juga bearing-bearing di dalamnya.
Jika suara kasar di space CVT terdengar, hal tersebut dan merupakan salah satu indikasi bahwa oli transmisi sudah kotor juga perlu dirubah.
4. Kampas Kopling Matic
Kampas kopling mempunyai fungsi untuk menyalurkan tenaga mesin menuju roda belakang. Pada motor roda dua di bawah 150 cc, period pemeriksaan setiap 8000 km, sedangkan untuk kapasitas mesin 150 cc ke atas setiap 12.000 km.
Indikasi kampas kopling harus segera dirubah bisa dilihat secara visible dimana kondisi kampas kopling sudah tipis. Selain tersebut, dan bisa dirasakan ketika motor roda dua berakselerasi. Motor terasa lambat bahkan ketika mesin di RPM tinggi.
Jangan lupa untuk memercayakan perawatan motor roda dua Honda di AHASS terdekat, agar servisnya pasti juga bergaransi dari ahlinya dan yang tak kalah penting, suku cadang yang digunakan 100% asli. Gunakan layanan reserving servis juga layanan kunjung agar bebas antri.
[ad_2]
Sumber: motorkux








