Tata Ruang Jadi Perhatian, Kang Ace Sebut Hal Ini Salah Satu Aspek Potensi Bencana

- Penulis

Jumat, 3 November 2023 - 13:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tubagus Ace Hasan Syadzily

i

Tubagus Ace Hasan Syadzily

Sosial, Sekitarkita.id – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Tubagus Ace Hasan Syadzily mengajak para pelaku usaha di Bandung Barat untuk memperhatikan tata ruang guna mengurangi risiko bencana.

Kesadaran akan pentingnya perencanaan tata ruang ini harus ada kolaborasi antara sektor usaha, pemerintah, dan masyarakat adalah kunci dalam upaya penanggulangan bencana yang efektif.

Hal tersebut disampaikan Kang Ace panggilan akrabnya, saat menjadi narasumber dalam Fasilitasi Lembaga Usaha Dalam Penanggulangan Bencana Bussiness Continuity Plan (BCP) di Belviu Hotel, Bandung pada Jumat, 3 November 2023.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kabupaten Bandung Barat merupakan salah satu daerah yang rawan tertimpa bencana. Oleh karena itu pelaku usaha harus memperhatikan tata ruang. Kalau mau usaha cari tempatnya yang safety (aman),” kata Kang Ace yang juga Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) itu.

Kang Ace juga menjelaskan, untuk memperhatikan tata ruang guna mengurangi risiko bencana merupakan langkah yang penting untuk keselamatan dan keberlanjutan di wilayah Kabupaten Bandung Barat.

Baca Juga:  Damai, Polsek Padalarang Lakukan Mediasi Terkait Kasus Dugaan Pemukulan Pelajar

Dengan perencanaan tata ruang yang bijaksana, dapat membantu mencegah atau mengurangi dampak bencana yang mungkin terjadi di wilayah tersebut.

Upaya untuk meningkatkan kesadaran dan persiapan bisnis dalam menghadapi bencana adalah langkah yang sangat positif untuk keamanan dan keberlangsungan usaha.

Pendekatan Kang Ace yang mendorong pengusaha untuk bersinergi dalam penanggulangan bencana adalah pendekatan yang bijaksana.

Related Posts

Memang benar bahwa penanggulangan bencana tidak boleh hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata.

Melibatkan sektor swasta, termasuk dunia usaha, dapat memperkuat upaya penanggulangan bencana dengan sumber daya tambahan dan pemahaman yang berbeda.

Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta merupakan kunci keberhasilan dalam menghadapi bencana dan memitigasi dampaknya.

Baca Juga:  Pembongkaran Bangli di Sukamulya Padalarang, Warga RW 25 Pertanyakan Keadilan

“Salah satu masalah dalam tata ruang adalah mementingkan ekonomi ketimbang keselamatan. Jadi kedepan penting sekali tata ruang diperhatikan sebagai salah satu aspek potensi bencana,” ujarnya.

Apresiasi yang diberikan oleh Kang Ace yang juga Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat ini, kepada dunia usaha yang telah berkontribusi dalam membangun kesiapsiagaan terhadap bencana adalah tindakan yang sangat positif.

Ini mengakui peran penting dunia usaha dalam upaya penanggulangan bencana. Dengan menjadi pilar dalam penanggulangan bencana, dunia usaha dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam menjaga keamanan dan keberlanjutan wilayah.

“Dunia usaha harus memiliki kesadaran yang sama dalam usaha penanggulangan bencana yang sesekali bisa mengancam masyarakat secara tiba-tiba,” papar wakil rakyat asal Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Bandung dan Bandung Barat tersebut.

Pentingnya nilai-nilai kearifan lokal dalam penanggulangan bencana adalah hal yang sangat berharga. Contoh seperti lumbung-lumbung padi di desa-desa mencerminkan kebijakan bijaksana dalam menghadapi kemungkinan bencana seperti kelaparan.

Memanfaatkan tradisi dan praktik-praktik lokal yang sudah terbukti dapat menjadi tambahan strategi yang efektif dalam mengurangi risiko bencana.

Baca Juga:  Soal berita pelanggaran Kades di Lembang, Jurnalis kantor RMOLJabar diintimidasi OTK hingga dicekik

Kang Ace memberikan pandangan yang berharga dengan menghubungkan kearifan lokal dengan penanggulangan bencana modern

Menggunakan lumbung-lumbung padi untuk menjaga ketahanan pangan selama musim paceklik adalah strategi yang cerdas dan perlu dipertimbangkan kembali dalam menghadapi masalah kekeringan di Indonesia.

Upaya pencegahan dan antisipasi sejak awal adalah langkah yang bijaksana dalam menghadapi tantangan seperti kekeringan.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, kita dapat lebih baik memitigasi dampak kekeringan dan menjaga ketersediaan sumber daya pangan. Kang Ace memberikan wawasan yang bernilai dalam hal ini.

Permintaan Kang Ace kepada BPBD Kabupaten Bandung Barat untuk menyediakan mobil tangki pengangkut air bersih bagi desa-desa yang mengalami kesulitan air adalah langkah yang sangat penting dalam mengatasi masalah kekeringan.

Perubahan iklim memang membawa dampak serius, termasuk kekeringan, dan menyediakan pasokan air bersih adalah respons yang sangat diperlukan untuk membantu masyarakat yang terdampak.***



Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Cimahi Musnahkan 653.321 Butir Obat Keras dan 8.164 Psikotropika
Tahap Kedua Penertiban Bangli di Padalarang Berlanjut, Warga Diberi Waktu Bongkar Mandiri
Bupati Jeje Tinjau Siswa Naik Rakit di Waduk Saguling, Siapkan Transportasi Antar Jemput
PWI Jabar Kecam Oknum Wartawan Ngamuk di SDN Sukabumi, Tegaskan Wartawan Bukan Preman
Kondisi Pasca 16 Bangunan Liar Dibongkar, Pedagang di Padalarang Belum Dapat Relokasi
Ngeri! Pelajar SMP Tewas Terlindas Truk di Padalarang Bandung Barat
Pembongkaran Bangli di Sukamulya Padalarang, Warga RW 25 Pertanyakan Keadilan
Tahap Pertama, 16 Bangunan Liar di Padalarang Akhirnya Dibongkar Paksa!

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 08:51 WIB

Polres Cimahi Musnahkan 653.321 Butir Obat Keras dan 8.164 Psikotropika

Rabu, 2 September 2026 - 20:03 WIB

Tahap Kedua Penertiban Bangli di Padalarang Berlanjut, Warga Diberi Waktu Bongkar Mandiri

Rabu, 2 September 2026 - 09:46 WIB

Bupati Jeje Tinjau Siswa Naik Rakit di Waduk Saguling, Siapkan Transportasi Antar Jemput

Rabu, 2 September 2026 - 08:32 WIB

PWI Jabar Kecam Oknum Wartawan Ngamuk di SDN Sukabumi, Tegaskan Wartawan Bukan Preman

Selasa, 1 September 2026 - 14:23 WIB

Kondisi Pasca 16 Bangunan Liar Dibongkar, Pedagang di Padalarang Belum Dapat Relokasi

Berita Terbaru