[ad_1]
Minuman yang menyegarkan adalah salah satu kenikmatan hidup yang sederhana. Minuman ringan, jus buah, dan kopi spesial hanyalah beberapa pilihan yang nikmat. Tetapi, andai Anda berjuang melawan masalah kesehatan, mencari tau minuman lezat yang juga mempunyai khasiat antiperadangan mungkin saja menjadi tantangan yang terus berlanjut.
Peradangan adalah proses tubuh yang customary dan penting. Peradangan merupakan cara sistem imun merespons penyakit, cedera, dan kuman. Peradangan yang umum bisa dikarenakan nyeri, pembengkakan, atau perubahan warna, namun ketidaknyamanan yang ditimbulkannya seharusnya ringan. Tetapi, bagi sebagian orang, peradangan terjadi pada jaringan yang sehat—saat itulah peradangan bisa menjadi masalah. Untungnya, kita bisa mengendalikan pola makan untuk membantu kita melawan peradangan. Apakah Anda menderita peradangan kronis atau hanya mencoba mempertahankan cara hidup yang sadar kesehatan, para mahir menyampaikan ada karakteristik nutrisi tertentu yang perlu diperhatikan saat untuk memilih minuman antiperadangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Ben Carvosso adalah seorang chiropractor dengan minat khusus dalam gizi, kesehatan, dan kebugaran.
Air
Menurut Yayasan Arthritis, hanya satu minuman yang benar-benar bersifat antiradang: air putih. Tetap terhidrasi membantu membuang racun dan melumasi sendi, yang membantu mengurangi radang. Andai Anda ingin menambahkan beberapa variasi selain asupan air harian yang direkomendasikan, para mahir gizi menyarankan sejumlah minuman yang juga menawarkan manfaat antiradang.
Teh hijau
“Teh hijau merupakan salah satu minuman paling terkenal yang bisa mengurangi peradangan,” tutur pakar gizi Ben Carvosso. Observasi memperlihatkan bahwa teh hijau bisa mengurangi peradangan, dengan satu studi menyimpulkan bahwa orang yang rutin mengonsumsi ekstrak teh hijau mempunyai kadar protein C-reaktif yang lebih rendah, yang merupakan indikator peradangan.
Penting juga untuk menyiapkan teh hijau dengan cara yang memaksimalkan manfaatnya. “Mencelupkan kantong teh ke dalam air panas tidak akan membuat senyawanya larut ke dalam air,” tutur Carvosso. “Anda perlu mendiamkan teh sebelum meminumnya.” Selain memperhatikan cara menyeduh teh, Carvosso juga menyarankan untuk menghindari gula tambahan guna mengurangi kemungkinan peradangan kronis.
Jus Delima
Hal lain yang perlu diperhatikan saat mengidentifikasi minuman antiradang: antioksidan. “Antioksidan membantu melawan stres oksidatif, mengurangi peradangan dalam tubuh,” tutur Carvosso. Salah satu minuman kaya antioksidan yang direkomendasikan Carvosso adalah jus buah delima, yang juga mengandung senyawa tanaman punicalagin. Observasi memperlihatkan bahwa punicalagin—yang ditemukan dalam buah, daun, dan kulit buah delima—mempunyai sifat antiradang.
Andai Anda tidak menyukai buah delima, minuman lain yang mengandung antioksidan termasuk jus anggur, kopi, dan bahkan anggur merah–tentu saja dalam jumlah sedang–juga bisa membantu. Agar diingat untuk memperhatikan kandungan gula tambahannya!
Minuman Kunyit
Anda mungkin saja ingin memakai kunyit saat memasak hidangan India dan Asia Tenggara favorit Anda, namun ternyata rempah berwarna oranye tua ini juga dapat menjadi tambahan yang baik untuk nutrition anti-inflamasi. Kunyit mengandung kurkumin, senyawa tanaman lain yang menurut observasi bisa membantu mengurangi peradangan. Menjelang musim gugur, “susu emas”—minuman tradisional India yang dibuat dengan susu panas, kunyit, dan rempah-rempah lainnya—adalah salah satu pilihan yang tepat untuk dinikmati.
Teh Jahe
Andai Anda bukan penggemar teh hijau namun masih mencari tau minuman yang mempunyai khasiat antiradang, teh jahe dapat menjadi pilihan yang tepat untuk Anda. Ditemukan dalam jahe segar, gingerol adalah senyawa tanaman lain yang menurut observasi bisa meredakan radang. “Teh jahe mudah dibuat di rumah dan merupakan minuman hangat untuk musim dingin,” tutur Carvosso.
[ad_2]
Sumber: realsimple.com







