Keracunan Massal MBG di Lembang Tembus 201 Siswa, Dinkes KBB Bentuk Tim Investigasi

- Penulis

Rabu, 29 Oktober 2025 - 17:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Food Tray MBG/ Ompreng Stainless (dok. Sekitarkita.id/ Abdul Kholilulloh)

i

Food Tray MBG/ Ompreng Stainless (dok. Sekitarkita.id/ Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) bergerak cepat menangani kasus gejala keracunan makanan yang menimpa para pelajar di wilayah Cibodas, Kecamatan Lembang, usai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (28/10/2025).

Hingga Rabu (29/10/2025) sore, jumlah korban mencapai 201 pelajar dari empat sekolah, yakni SDN 2 Cibodas, SDN Buahbatu, SMPN 4 Lembang, dan SMK PNC.

Dari jumlah tersebut, 169 siswa dinyatakan sembuh, sementara 32 lainnya masih menjalani perawatan medis di beberapa fasilitas kesehatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan KBB, perawatan dilakukan di sejumlah titik, antara lain Puskesmas Cibodas, RSUD Lembang, Klinik Sespim, dan Posko Darurat Desa Cibodas.

Sebagian besar korban sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan intensif.

Korban Keracunan usai santap makanan progam MBG di Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)
Korban Keracunan usai santap makanan progam MBG di Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh)

Plt. Kepala Dinas Kesehatan KBB, dr. Lia, mengatakan pihaknya langsung menurunkan tim lapangan untuk melakukan investigasi serta mengambil sampel makanan MBG guna diperiksa di laboratorium.

“Kami sedang melakukan uji laboratorium untuk memastikan sumber penyebab keracunan. Semua pasien dalam kondisi stabil dan masih dalam pengawasan tenaga medis,” ujar dr. Lia kepada Sekitarkita.id, Rabu (29/10/2025).

Baca Juga:  Urus Dokumen Kependudukan Kini dari Sekolah, SIDILAN Menyapa 680 SD di KBB
Related Posts

Ia menambahkan, Pemkab Bandung Barat berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya dalam hal pengawasan distribusi dan kebersihan makanan.

“Kami ingin memastikan program MBG tetap berjalan aman dan bermanfaat. Ke depan, pengawasan terhadap kualitas makanan akan ditingkatkan agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tegasnya.

Food Tray MBG/ Ompreng Stainless (dok. Sekitarkita.id/ Abdul Kholilulloh)
Food Tray MBG/ Ompreng Stainless (dok. Sekitarkita.id/ Abdul Kholilulloh)

Sementara itu, Kepala Desa Cibodas, Dindin Sukaya, menyebut pihak desa bersama tenaga kesehatan telah menyiapkan GOR Desa Cibodas sebagai posko darurat.

Langkah ini dilakukan agar penanganan korban dapat dilakukan dengan cepat dan terkoordinasi.

“Kami fokus membantu warga dan siswa yang terdampak. Untuk penyebab pastinya, kami masih menunggu hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan,” jelas Dindin.

Kejadian ini bermula pada Selasa siang, sekitar pukul 14.00 WIB, saat sejumlah siswa mengalami mual, muntah, dan pusing setelah menyantap makanan MBG.

Baca Juga:  DPRD KBB Imam Tunggara Fokus Kawal Pembangunan 2026, Posyandu hingga Stunting Jadi Perhatian

Dalam waktu beberapa jam, jumlah korban meningkat hingga ratusan, membuat fasilitas kesehatan di Lembang penuh sesak oleh pelajar yang datang untuk berobat.

Beberapa ambulans dikerahkan untuk mengevakuasi korban dengan gejala berat ke rumah sakit rujukan. Meski sempat terjadi kepanikan, kondisi kini berangsur membaik seiring pulihnya sebagian besar siswa.

Kasus dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lembang ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Selain fokus pada penanganan medis, langkah evaluasi terhadap keamanan pangan sekolah menjadi prioritas utama agar program unggulan ini tetap berjalan dengan aman dan berkualitas bagi pelajar di Kabupaten Bandung Barat.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kades Akui Tak Ada Anggaran, Warga Bandung Barat Swadaya Perbaiki Jalan, Terkumpul Rp40 Juta
Skandal ASN KBB Live TikTok Minta Fee 1 Persen, Bupati Jeje Perintahkan Inspektorat Periksa IYP
Carut Marut Bandung Barat, P4KBB Bocorkan PR Besar: PAD, Infrastruktur hingga Flyover Cimareme
DPD IPHI 1987 Jabar Dorong Tata Kelola Organisasi dan Penguatan Profesi Advokat
IPHI 1987 Gelar Rapimnas di HUT ke-39, Regulasi Profesi Advokat Jadi Sorotan
Raffi Ahmad Puji Jeje Ritchie Ismail, Tapi Ingatkan: Tak Ada Superman dalam Pemerintahan
IPHI 1987 Dorong Pembaruan UU Advokat, Maria Salikin: Tingkatkan Profesionalisme Advokat
P4KBB Sentil Pemkab Bandung Barat: Tekanan Fiskal Jangan Jadi Alasan Abaikan Layanan Publik

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:23 WIB

Kades Akui Tak Ada Anggaran, Warga Bandung Barat Swadaya Perbaiki Jalan, Terkumpul Rp40 Juta

Senin, 10 Agustus 2026 - 21:30 WIB

Skandal ASN KBB Live TikTok Minta Fee 1 Persen, Bupati Jeje Perintahkan Inspektorat Periksa IYP

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:16 WIB

Carut Marut Bandung Barat, P4KBB Bocorkan PR Besar: PAD, Infrastruktur hingga Flyover Cimareme

Minggu, 9 Agustus 2026 - 07:36 WIB

DPD IPHI 1987 Jabar Dorong Tata Kelola Organisasi dan Penguatan Profesi Advokat

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Raffi Ahmad Puji Jeje Ritchie Ismail, Tapi Ingatkan: Tak Ada Superman dalam Pemerintahan

Berita Terbaru