SEKITARKITA.id – Dari kawasan sejuk Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, sosok pengusaha muda Julius Robinson membuktikan bahwa bisnis tidak melulu soal keuntungan.
Melalui berbagai lini usaha yang ia rintis, Julius menghadirkan konsep kewirausahaan berbasis keberlanjutan lingkungan dan kepedulian sosial.
Pria 48 tahun kelahiran Palembang ini telah menetap di Bandung sejak 1997, saat menempuh pendidikan di Universitas Kristen Maranatha.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kini, ia tinggal bersama istri dan tiga anaknya di kawasan Villa Istana Bunga, Parongpong, sembari memimpin sejumlah perusahaan yang dibangunnya dari nol.
Perjalanan usaha Julius dimulai pada 2005 melalui perusahaan konstruksi. Seiring waktu, ia melebarkan sayap ke sektor teknologi informasi (IT), peternakan ayam petelur, hingga lembaga sosial.
Di bidang peternakan, ia mendirikan PT Eggcologic Bumi Lestari yang aktif beroperasi sejak 2022. Perusahaan ini mengelola tiga titik kandang ayam petelur di Saguling, Cihideung Parongpong, dan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat.
Dengan populasi sekitar 60 ribu ekor ayam, produksi telur mencapai kurang lebih 3 ton per hari. Distribusi dilakukan melalui agen, distributor, hingga retailer. Meski kapasitas produksi tergolong besar, permintaan pasar disebut masih melampaui suplai yang tersedia.
Usaha tersebut mempekerjakan 32 karyawan dengan estimasi omzet harian sekitar Rp60 juta, menjadikannya salah satu unit usaha peternakan produktif di wilayah Bandung Barat.
Bisnis Berbasis Pelestarian Lingkungan
Yang membedakan usaha Julius adalah komitmennya terhadap lingkungan. Sejak 2016, ia menjalankan program donasi pohon dengan skema unik: setiap 100 kilogram telur yang terjual, dialokasikan untuk penanaman satu pohon.
Hingga kini, lebih dari 4.000 pohon telah ditanam di sejumlah wilayah seperti Bojongsoang, Cisanti, Gunung Masigit, dan Lembang.
Perjalanan program lingkungan tersebut antara lain:
-2017: Pendanaan reboisasi pasca kebakaran hutan di Riau
-2018: Donasi rumput vetiver untuk mendukung program Citarum Harum
-2019: Kajian pakan ayam berbasis biomassa alam
-2020–2021: Riset telur protein premium saat pandemi
-2022: Aktivasi penuh operasional PT Eggcologic
Tak hanya pohon, perusahaan juga rutin mendonasikan sekitar 15 kilogram telur per minggu untuk panti asuhan, panti jompo, korban bencana, serta program penanganan stunting.
Sebagai bagian dari komitmen sosial, pada 25 Februari 2025 perusahaan menargetkan penanaman 1.000 pohon serta distribusi 500 kilogram telur di wilayah Pasirlangu, Cisarua, dalam rangka bantuan kebencanaan dan pemulihan lingkungan.
Langkah ini menjadi bagian dari visi jangka panjang Julius untuk memperluas dampak sosial dan ekologis usahanya.
Tak berhenti di sektor riil, Julius juga merintis inovasi di bidang blockchain dan cryptocurrency melalui pengembangan EggMpire Token (EGGM).
Konsep ini mengintegrasikan donasi lingkungan dan sosial ekonomi berbasis token digital dengan sistem sertifikat aksi iklim dan sosial secara instan.
Melalui pemanfaatan smart contract di jaringan Ethereum, sistem ini memungkinkan pemesanan instan penanaman pohon dan distribusi telur kepada masyarakat kurang mampu.
Julius bersama rekan-rekannya di ekosistem web3 juga terus mengembangkan peternakan ayam secara berkelanjutan.
Dari hasil net profit penjualan telur, likuiditas EGGM ditingkatkan setiap hari tanpa batas, sebagai bagian dari model ekonomi sirkular yang ia bangun.
Kisah Julius Robinson menjadi contoh bahwa bisnis modern dapat berjalan seiring dengan misi keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan sosial.
Dari Bandung untuk bumi, ia menunjukkan bahwa kewirausahaan bisa menjadi motor perubahan yang nyata—baik bagi lingkungan, masyarakat, maupun generasi mendatang.
Editor : Abdul Kholilulloh








