Siap Launching Nasional, Pemkab Bandung Barat Dorong Percepatan Koperasi Desa Merah Putih, 6 Kecamatan Kantongi SK Kemenkumham

- Penulis

Kamis, 17 Juli 2025 - 19:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DiskopUKM KBB telah menyerahkan akta pendirian koperasi dan Surat Keputusan (SK) pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkumham RI) kepada koperasi-koperasi desa yang tersebar di enam kecamatan, termasuk Padalarang dan Batujajar (foto: Abdul Kholilulloh)

i

DiskopUKM KBB telah menyerahkan akta pendirian koperasi dan Surat Keputusan (SK) pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkumham RI) kepada koperasi-koperasi desa yang tersebar di enam kecamatan, termasuk Padalarang dan Batujajar (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) terus mempercepat implementasi program Koperasi Desa Merah Putih, sebagai bagian dari program strategis nasional yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto.

Sebagai langkah awal, DiskopUKM KBB telah menyerahkan akta pendirian koperasi dan Surat Keputusan (SK) pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkumham RI) kepada koperasi-koperasi desa yang tersebar di enam kecamatan, termasuk Padalarang dan Batujajar.

“Kami mulai menyerahkan akta dan SK ini sejak Selasa lalu. Hingga hari ini, sudah enam kecamatan yang menerima, yaitu Lembang, Ngamprah, Parongpong, Cisarua, Padalarang, dan Batujajar,” ujar Rochmat Bahtiar, SAP, Kepala Bidang Koperasi dan UMKM KBB, saat penyerahan akta di Aula Kecamatan Padalarang, Kamis (17/7/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan telah diserahkannya akta dan SK Kemenkumham, para ketua koperasi desa Merah Putih kini dapat memproses Nomor Induk Berusaha (NIB) dan pembukaan rekening koperasi. Langkah ini penting agar koperasi bisa segera memulai kegiatan operasional, bahkan sebelum launching nasional Koperasi Merah Putih yang dijadwalkan 21 Juli 2025 di Klaten, Jawa Tengah, dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo.

Baca Juga:  Tuntas, Pemkab Bandung Barat Terima Surat Pelunasan Pembiayaan Utang Rp285 Miliar dari PT SMI
Rochmat Bahtiar, SAP, Kepala Bidang Koperasi dan UMKM KBB (foto: Abdul Kholilulloh)
Rochmat Bahtiar, SAP, Kepala Bidang Koperasi dan UMKM KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Rochmat menambahkan bahwa beberapa koperasi desa di Bandung Barat bahkan sudah memulai aktivitas. Salah satunya adalah Desa Cikole di Kecamatan Lembang yang menjadi desa pertama meluncurkan koperasi Merah Putih di wilayah KBB.

Program Koperasi Merah Putih memiliki enam kategori usaha utama, di antaranya, Gerai sembako, Gerai alat pertanian, Klinik dan apotek, Gudang dan logistik, Simpan pinjam

Namun, DiskopUKM menyarankan agar koperasi desa memulai dari usaha yang paling mudah dijalankan, sesuai kebutuhan masyarakat dan potensi lokal desa.

Related Posts

“Kami anjurkan koperasi desa aktif berkomunikasi dengan DiskopUKM, BUMDes, maupun vendor dan suplier yang ada di wilayah masing-masing,” jelas Rochmat.

DiskopUKM KBB telah menyerahkan akta pendirian koperasi dan Surat Keputusan (SK) pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkumham RI) kepada koperasi-koperasi desa yang tersebar di enam kecamatan, termasuk Padalarang dan Batujajar (foto: Abdul Kholilulloh)
DiskopUKM KBB telah menyerahkan akta pendirian koperasi dan Surat Keputusan (SK) pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkumham RI) kepada koperasi-koperasi desa yang tersebar di enam kecamatan, termasuk Padalarang dan Batujajar (foto: Abdul Kholilulloh)

Skema Pembiayaan: Tidak Langsung Dapat Bantuan Modal

Menanggapi besarnya anggaran program ini, Rochmat menegaskan bahwa bantuan modal dari pemerintah pusat bukan berupa hibah dan bukan pinjaman langsung, melainkan melalui skema pembiayaan dari perbankan seperti Himbara (Himpunan Bank Milik Negara), LPDB (Lembaga Pendanaan Dana Bergulir) dibawah kementrian keuangan (Kemenkeu), dan potensi dukungan CSR.

Baca Juga:  Kuota Haji Bandung Barat 2026 Turun Drastis, Hanya 89 Jemaah Diberangkatkan

“Perlu dicatat, koperasi tetap harus melalui proses asesmen bisnis oleh lembaga keuangan. Tidak serta merta langsung dapat modal hanya karena sudah berbadan hukum,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah pusat tengah menyiapkan petunjuk teknis (juknis) dan petunjuk pelaksanaan (juklak) mengenai pengelolaan dana desa yang dialokasikan untuk koperasi Merah Putih. Hal ini akan menjadi acuan desa dalam mengelola dan mengembangkan koperasinya.

Potensi Wilayah Jadi Kunci: Dari Desa Wisata hingga Pertanian

KBB memiliki potensi wilayah yang beragam. Wilayah utara seperti Lembang kaya akan desa wisata dan bisa dimaksimalkan dengan koperasi yang menyediakan produk olahan lokal, suvenir, dan hasil tani. Sementara wilayah selatan dan barat yang memiliki banyak sawah bisa menjadi pemasok kebutuhan pangan, menciptakan sinergi antar desa.

“Koperasi bisa jadi penghubung antara desa wisata dengan petani desa lainnya, menciptakan rantai pasok dan nilai tambah produk lokal,” ujar Rochmat.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pasca Ledakan Tabung Gas, Polsek Padalarang Pasang Garis Polisi di Lokasi Fried Chicken
Ngeri! Ledakan Tabung Gas di Padalarang Lukai Lima Orang, Tiga Korban Alami Luka Bakar hingga Melepuh
Siswa Dipulangkan Lebih Awal Tanpa Alasan, Disdik KBB Evaluasi Disiplin Guru SD di Ngamprah
Bawa Misi Ketahanan Pangan ke Bandung Barat, Dadang M Naser Tebar Ribuan Benih Ikan di Padalarang
Gegara Pelantikan Kepsek, Jam Belajar Siswa SD di Ngamprah Dipangkas, Disiplin Guru Disorot
Pasca Viral, Satgas Citarum Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Sungai Cihaur Padalarang
Soal Dana Bos, SMPN 2 Ngamprah Disorot, Sejumlah Fasilitas Rusak hingga 29 Ruang Kelas Diusulkan Direvitalisasi
Kasus Dugaan Pelecehan di SMPN 2 Ngamprah, Alumni Soroti Lemahnya Perlindungan Siswa

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:15 WIB

Pasca Ledakan Tabung Gas, Polsek Padalarang Pasang Garis Polisi di Lokasi Fried Chicken

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:16 WIB

Ngeri! Ledakan Tabung Gas di Padalarang Lukai Lima Orang, Tiga Korban Alami Luka Bakar hingga Melepuh

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:02 WIB

Siswa Dipulangkan Lebih Awal Tanpa Alasan, Disdik KBB Evaluasi Disiplin Guru SD di Ngamprah

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:46 WIB

Bawa Misi Ketahanan Pangan ke Bandung Barat, Dadang M Naser Tebar Ribuan Benih Ikan di Padalarang

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:30 WIB

Gegara Pelantikan Kepsek, Jam Belajar Siswa SD di Ngamprah Dipangkas, Disiplin Guru Disorot

Berita Terbaru