Perkuat otot ketahanan Anda – Sistem Kesehatan Mayo Hospital

- Penulis

Selasa, 16 Juli 2024 - 23:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perkuat otot ketahanan Anda – Sistem Kesehatan Mayo Hospital

[ad_1]

Orang yang tangguh itu dibentuk, bukan dilahirkan. Sepertinya tidak ada gen atau sifat kepribadian yang membuat seseorang tangguh. Itu adalah keterampilan yang bisa Anda latih dan perkuat, seperti halnya Anda melatih otot. Menjadi lebih tangguh adalah sesuatu yang bisa Anda kembangkan di usia atau fase kehidupan apa pun.

Ini, bukan itu: Mengenali ketahanan

Ketahanan adalah kemampuan untuk beradaptasi dengan kesulitan dan tantangan serta mengelola dampaknya terhadap kehidupan Anda. Ketahanan adalah cara Anda menghadapi kesulitan, berdiri kembali, dan bahkan mencegah atau mendahului kesulitan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bayangkan tanda bergemuruh di jalan raya. Saat ban Anda menyentuh tanda tersebut, akan ada gemuruh yang memberi sinyal kepada Anda untuk mengambil tindakan agar bisa kembali ke jalan. Tanda bergemuruh adalah contoh ketahanan. Tanda ini memberi tahu Anda tentang pemicu stres dengan begitu Anda bisa memperbaiki arah dan sembuh diri.

Ketahanan bukanlah menundukkan kepala, terus maju dan memendam emosi. Ketahanan bukanlah mengabaikan atau berpura-pura sepertinya tidak terpengaruh oleh kekacauan hidup.

Sebaliknya, ketangguhan adalah merespons secara positif untuk membantu Anda bergerak maju.

Mengatasi hal negatif

Bagian dari ketahanan adalah menemukan sisi positif dalam sisi negatif. Andaikan, seseorang mungkin saja merasakan kecelakaan yang mengerikan dan diberi tahu bahwa ia tidak akan dapat berjalan lagi. Itu dapat menjadi hal yang sangat negatif. Ketahanan bisa membantu mereka menemukan minim hal positif dan bertindak berdasarkan hal itu, seperti bergabung dengan tim basket kursi roda atau mengadvokasi orang-orang penyandang disabilitas.

Ini sepertinya tidak mudah. ​​Otak manusia sudah terprogram untuk bersikap negatif. Sejauh evolusi, manusia perlu memperhatikan ancaman untuk memastikan keberlangsungan hidup. Maju cepat ke masa kini. Orang sepertinya tidak perlu lagi khawatir dimakan harimau bertaring tajam; namun sekarang, ada tekanan hidup sehari-hari yang mereka takuti. Tombol “lawan atau lari” berada pada posisi aktif, yang menjadikan sikap negatif sebagai mode default.

Baca Juga:  Ini adalah toko kelontong paling populer di Amerika sementara itu

Melatih otak Anda menuju hal positif

Meningkatkan kesadaran saat Anda terjebak dalam kenegatifan dapat sangat ampuh. Kesadaran memungkinkan Anda untuk berhenti, campur tangan, dan fokus pada jalan yang lebih positif. Begitulah cara Anda mengembangkan dan memperkuat ketahanan Anda.

Tujuh strategi untuk menumbuhkan dan memfokuskan pada hal positif adalah:

1. Data diri tiga hal baik di awal atau akhir hari Anda.

{Peristiwa} ini sepertinya tidak harus segera besar. Bagi kebiasaan banyak orang, peristiwa positif berada dalam rentang kecil mencapai sedang, seperti bertemu teman di toko, menemukan uang dolar yang tertinggal di saku, atau mengetahui bahwa suara aneh di mobil Anda hanya memerlukan perbaikan cepat dan murah.

Yang penting bukanlah intensitas pengalaman positif; namun seberapa terus menerus kita mengenalinya. Latihan ini membantu melatih otak kita untuk lebih memperhatikan hal-hal positif. Cobalah mengidentifikasi tiga hal baik setiap hari sepanjang dua minggu, dan Anda akan secara otomatis mulai mengenali hal-hal positif tersebut.

2. Berlatihlah bersyukur.

Tanyakan pada diri Anda, “Siapa atau apa yang saya syukuri?” Sekali lagi, ini lebih dari sekadar hal-hal besar sebab mudah untuk melupakan semua hal kecil yang Anda hargai.

Sebuah observasi yang dilakukan di antara para biarawati meminta mereka untuk menghitung berkat-berkat mereka, bukan beban-beban mereka. Mereka dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok membuat jurnal harian tentang berkat-berkat mereka; kelompok lainnya adalah kelompok kontrol. Para peneliti menemukan bahwa para biarawati yang menyampaikan rasa syukur lebih banyak sekali hidup mencapai satu dekade lebih lama daripada mereka yang berada dalam kelompok kontrol.

Baca Juga:  Dampak Mengejutkan dari Hidrasi pada Umur Panjang

Untuk melatih keterampilan ketahanan ini, tuliskan secara tertata hal-hal yang Anda syukuri atau kirimkan seseorang surat rasa terima kasih, electronic mail, atau teks.

3. Cobalah sesuatu yang dengan cara yang berbeda.

Otak Anda menyukai hal-hal baru. Perhatikan peralatan bermain baru di taman atau ambil rute yang dengan cara yang berbeda ke toko. Di toko, belilah barang yang belum pernah Anda coba sebelumnya.

4. Habiskan waktu di alam.

Alam penuh dengan hal-hal baru. Perhatikan keindahan di sekitar Anda: apa yang ada di langit, pola kulit pohon, dan bagaimana cahaya mengalir melalui awan setelah badai. Cobalah menghabiskan waktu lima menit di luar ruang dan catat dalam benak Anda apa yang Anda melihat, cium, dengar, dan rasakan.

5. Fokus pada apa yang bisa Anda kendalikan.

Anda terjebak macet. Sepertinya tidak ada yang bisa Anda lakukan terhadap kecelakaan kecil yang baru saja terjadi di depan Anda. Apakah Anda menjadi gelisah? Atau apakah Anda menarik napas dalam-dalam untuk meredakan stres dan mengevaluasi situasi? Apakah Anda dalam bahaya? Sepertinya tidak. Apakah Anda akan ketinggalan pesawat? Mungkin saja sepertinya tidak. Apakah ada jalan keluar di depan yang bisa Anda ambil? Ya. Apakah ini tragedi atau ketidaknyamanan? Ketidaknyamanan. Apakah ini akan menjadi masalah 10 hari dari sekarang? Sepertinya tidak.

Baca Juga:  Peringati HUT Bhayangkara ke-79, Polri Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Ojol di Kabupaten Bandung

Berfokuslah pada apa yang bisa Anda kendalikan: reaksi Anda terhadap situasi.

6. Membina hubungan.

Hubungan sangat penting untuk ketahanan. Anda bisa terhubung dengan orang yang dengan cara yang berbeda untuk alasan yang dengan cara yang berbeda. Anda untuk membuat pilihan siapa yang ada di kelompok Anda dan mengapa. Orang-orang ini dia yang Anda hargai dan yang menghargai Anda. Mereka adalah orang-orang yang akan ada untuk Anda saat menghadapi tantangan hidup, baik besar maupun kecil.

7. Bersikap penuh perhatian.

Kesadaran berarti fokus pada untuk saat ini dan memerhatikan. Tetapi, menjadi penuh kesadaran itu sulit. Otak mudah dibajak dari masa kini oleh pikiran tentang masa lalu dan masa depan serta pikiran menghakimi tentang diri sendiri dan orang lain.

Kali berikutnya Anda sedang mengobrol dan pikiran Anda mulai melayang ke jawaban yang akan Anda katakan, kembalikan perhatian Anda ke si pembicara.

Mewariskan 'gen' ketahanan

Anda sepertinya tidak perlu mencoba semua strategi ini sekaligus. Pilih satu dan cobalah.

Memperkuat otot ketahanan Anda adalah sebuah bolak-balik. Melatih keterampilan ini sejauh hidup bisa membantu Anda tumbuh. Ini juga merupakan keterampilan yang bisa Anda ajarkan kepada anak-anak dan menyiapkan mereka untuk menjadi lebih tangguh saat mereka menghadapi pasang surut kehidupan.

Rosean Bishop, Ph.D.adalah seorang psikolog di bidang Psikiatri & Psikologi di Mankato, Minnesota.

[ad_2]

mayoclinichealthsystem.org



Berita Terkait

Usai Protes MBG, Kepala SPPG Padalarang: Menu Disusun Sesuai Ketentuan
Orangtua Keluhkan Menu MBG di SDN Sukamaju KBB: Makanan Dinilai Tak Layak, Distribusi Kerap Telat
Bangkitkan Ekonomi Peternak, Dispernakan KBB Kembangkan Sentra Sapi Perah di Wilayah Selatan
Perkuat Peran Masyarakat, Dispernakan KBB Gencarkan Edukasi Cegah Zoonosis
Keracunan Massal MBG di Lembang Tembus 201 Siswa, Dinkes KBB Bentuk Tim Investigasi
Bantah Keracunan Menu MBG, Ketua Yayasan SMK Wika Padalarang: Cuman Lima Doang!
Diduga Keracunan Usai Santap MBG, 5 Siswa SMK Wika dan SMP KPM di Padalarang Dilarikan ke Puskesmas
Ironis! Anak Anggota DPRD KBB Jadi Korban Keracunan Usai Santap MBG di SMPN 1 Cisarua

Berita Terkait

Senin, 24 November 2025 - 10:24 WIB

Usai Protes MBG, Kepala SPPG Padalarang: Menu Disusun Sesuai Ketentuan

Rabu, 19 November 2025 - 13:27 WIB

Orangtua Keluhkan Menu MBG di SDN Sukamaju KBB: Makanan Dinilai Tak Layak, Distribusi Kerap Telat

Kamis, 13 November 2025 - 21:53 WIB

Bangkitkan Ekonomi Peternak, Dispernakan KBB Kembangkan Sentra Sapi Perah di Wilayah Selatan

Rabu, 12 November 2025 - 17:08 WIB

Perkuat Peran Masyarakat, Dispernakan KBB Gencarkan Edukasi Cegah Zoonosis

Rabu, 29 Oktober 2025 - 17:56 WIB

Keracunan Massal MBG di Lembang Tembus 201 Siswa, Dinkes KBB Bentuk Tim Investigasi

Berita Terbaru