Kehamilan di komunitas LGBTQ+ – Sistem Kesehatan Mayo Health facility

- Penulis

Selasa, 11 Juni 2024 - 20:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kehamilan LGBTQ - mayoclinichealthsystem

i

Ilustrasi kehamilan LGBTQ - mayoclinichealthsystem

[ad_1]

Menurut baru-baru ini Jajak pendapat Gallup 8% generasi milenial — orang yang lahir antara tahun 1981–1996 — serta 22,3% Generasi Z — orang yang lahir antara tahun 1997–2004 — mengidentifikasi diri mereka sebagai LGBT, atau lesbian, homosexual, biseksual, transgender, atau interseks, serta masih cukup banyak lagi yang bisa mengenali identifikasi mereka.

Orang yang mengidentifikasi diri sebagai LGBTQ+ bisa mempunyai kehamilan serta bayi yang sehat dengan cara berbagai garis pembuahan. Tetapi, mereka mungkin saja menghadapi tantangan yang memiliki pengaruh pada kesehatan serta kehamilan mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perawatan kehamilan paling tak henti-hentinya difokuskan pada orang hamil. Tetapi, sepertinya tidak semua orang yang sedang hamil mengidentifikasi dirinya sebagai perempuan.

Data diri gender mereka mungkin saja dengan cara yang berbeda dengan jenis kelamin yang ditetapkan saat lahir. Terlepas dari jenis kelamin atau identifikasi, perawatan prenatal sangat penting bagi orang yang sedang hamil.

Perawatan sebelum serta selagi kehamilan

Penyedia layanan kebidanan memastikan bahwa semua pasien menerima perawatan yang komprehensif serta penuh kasih sayang tanpa memandang identifikasi gender atau orientasi seksual mereka.

Baca Juga:  Disruptive Docs Mempersembahkan Konferensi Revolusi Kesehatan 2024
Related Posts

Perencanaan pra-kehamilan sebelum pembuahan, konseling genetik, atau skrining karier merupakan hal yang penting dalam membangun keluarga. Siapa pun yang berpikir untuk hamil harus segera mempertimbangkan layanan itu serta faktor risiko kesehatan pribadi apa pun.

Selain tersebut, siapa pun yang mempertimbangkan terapi hormon untuk perawatan yang memberi dorongan untuk gender harus segera berdiskusi dengan tim layanan kesehatan mereka apakah mereka ingin mempertahankan kesuburan sebelum memulai pengobatan.

Komunikasi yang terbuka serta saling menghormati antara pasien serta tim perawatannya menciptakan lingkungan yang menumbuhkan kepercayaan serta inklusivitas, termasuk penggunaan kata ganti yang netral gender atau menegaskan gender.

Masyarakat harus segera menemukan tim perawatan yang bisa membuat mereka merasa nyaman untuk melakukan percakapan yang jujur ​​serta proaktif tentang segala kekhawatiran, termasuk pengalaman obstetrik atau kehamilan sebelumnya, trauma, pelecehan, atau kondisi kesehatan kronis.

Baca Juga:  BINUS UNIVERSITY Resmi Miliki Guru Besar Bidang Teknik Industri & Sistem, Komitmen Untuk Menciptakan Berbagai Solusi Inovatif

Setiap kehamilan, persalinan, serta persalinan yaitu unik, serta membuat spesialisasi hasil yang sehat bagi ibu hamil serta bayi bisa mengurangi kecemasan serta kekhawatiran.

Fokus pada dukungan serta kesejahteraan

Dukungan selagi kehamilan yaitu prioritas, apa pun jenis hubungan atau statusnya. Sistem pendukung yang kuat bisa meliputi pasangan, keluarga, atau teman. Sangat penting untuk menjaga kesehatan psychological seseorang yang sedang hamil selagi kehamilan serta masa nifas.

Observasi memperlihatkan bahwa tingkat depresi pascapersalinan cenderung lebih tinggi pada keluarga LGBTQ+. Orang dewasa LGBTQ+ mempunyai a kemungkinan lebih tinggi merasakan kondisi kesehatan psychological dibandingkan orang dewasa heteroseksual. Faktor risiko gangguan pascapersalinan serta kecemasan bisa tetap berkorespondensi dengan kehamilan, kehilangan bayi, atau kelahiran prematur.

Pemeriksaan kesehatan psychological bisa mengidentifikasi gejala depresi selagi kehamilan serta masa nifas. Meski demikian ada kecenderungan untuk membuat spesialisasi kesehatan fisik seseorang selagi kehamilan, penting untuk terus mengevaluasi kesehatan emosionalnya selagi perawatan obstetrik.

Masyarakat sepertinya tidak perlu ragu untuk mendiskusikan perasaan atau perubahan suasana hati mereka selagi kehamilan dengan tim perawatan mereka.

Baca Juga:  Apakah Telur Merupakan Sumber Protein yang Berlebihan? Sebuah RD Menimbang

Seorang mahir kebidanan bisa mendiskusikan serta merekomendasikan pilihan pengobatan kesehatan psychological yang aman selagi kehamilan.

Menciptakan lingkungan perawatan yang inklusif

Perawatan kebidanan yang inklusif bagi kelompok LGBTQ+ yaitu bagian penting dalam memberikan layanan kesehatan yang adil serta penuh kasih.

Mulai dari perencanaan prakehamilan serta perawatan pranatal sampai persalinan, tim perawatan harus segera memberi dorongan untuk serta menghormati semua orang, menemui pasien di mana pun mereka berada, tanpa memandang orientasi seksual, identifikasi gender, atau komposisi keluarga mereka.

Upaya serta pendidikan yang berkelanjutan berupaya untuk menciptakan lingkungan inklusif di mana setiap orang menerima perawatan serta dukungan yang mereka butuhkan.

Percakapan terbuka antara pasien serta tim perawatannya membantu tim itu memberikan layanan berkualitas, dukungan kesehatan psychological, serta mengatasi masalah reproduksi dengan begitu semua orang merasa dihormati selagi kehamilan serta bolak-balik membangun keluarga.

Sara Robinson, MD, yaitu dokter Kedokteran Keluarga di Mankato, Minnesota.

[ad_2]

mayoclinichealthsystem.org



Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Debu Kapur Kepung SDN Gunungmasigit Bandung Barat, Aktivitas KBM Terganggu hingga Krisis Air Bersih
Berobat Sepulang Kerja Kini Bisa, Pemkot Cimahi Resmikan Klinik Sore di Padasuka
HUT KBB ke-19, Dinkes Bandung Barat Tegaskan Pelayanan Kesehatan Jadi Prioritas Utama
Viral! Warga Sakit di Cipatat Ditandu 500 Meter ke Ambulans, Jalan Rusak Tuai Sorotan
Kekurangan Nakes Jadi Tantangan RSUD Cikalongwetan, DPRD KBB Siap Sokong Anggaran
Dokter Spesialis Jarang Ngantor, DPRD KBB Soroti Pelayanan di RSUD Cikalongwetan 
Belatung Ikut Ngantor, Sampah Jadi Pegawai Teladan di Ngamprah Bandung Barat
Bupati Jeje Geram Sidak RSUD Cililin, Keluhan Pasien Soal Pelayanan Buruk Akhirnya Meledak

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:10 WIB

Debu Kapur Kepung SDN Gunungmasigit Bandung Barat, Aktivitas KBM Terganggu hingga Krisis Air Bersih

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:38 WIB

Berobat Sepulang Kerja Kini Bisa, Pemkot Cimahi Resmikan Klinik Sore di Padasuka

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:42 WIB

HUT KBB ke-19, Dinkes Bandung Barat Tegaskan Pelayanan Kesehatan Jadi Prioritas Utama

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:34 WIB

Viral! Warga Sakit di Cipatat Ditandu 500 Meter ke Ambulans, Jalan Rusak Tuai Sorotan

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:33 WIB

Kekurangan Nakes Jadi Tantangan RSUD Cikalongwetan, DPRD KBB Siap Sokong Anggaran

Berita Terbaru