[ad_1]
Sarapan tidak diragukan lagi merupakan bagian penting dari kegiatan pagi yang sehat. Dan terus menerus kali, perbincangan berkisar pada makanan ideally suited untuk sarapan seimbang—atau dalam beberapa kasus, apakah Anda sebaiknya sarapan atau tidak. Tetapi, andai Anda sudah rutin makan pagi, Anda mungkin saja bertanya-tanya apakah waktu makan yang tepat itu penting. Untuk menyadarinya, kami menghubungi mahir vitamin untuk mempelajari waktu terbaik untuk sarapan, ditambah apakah mungkin saja untuk sarapan terlambat dan apakah Anda harus segera menikmati sarapan pada waktu yang sama setiap hari.
- Marissa (Meshulam) KarpMS, RD, CDN, adalah mahir vitamin terdaftar dan pendiri MPM Vitamin
- Hana SantoniMDN, RDN, LD, mahir gizi mahir gizi terdaftar di The Ohio State College Wexner Scientific Center
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Waktu Terbaik untuk Sarapan
Waktu terbaik untuk sarapan tiba waktubukan waktu pada jam. “Sebagian besar dari kita membutuhkan makanan dalam waktu satu sampai tiga jam setelah bangkit tidur,” tutur Marissa (Meshulam) Karp, MS, RD, CDN. Tentu saja, faktor-faktor seperti jadwal, tingkat aktivitas, dan kondisi medis akan menyelesaikan waktu yang optimum untuk Anda. Tetapi secara umum, satu sampai tiga jam setelah bangkit tidur adalah waktu yang tepat, dengan kebiasaan banyak orang jatuh dalam jangka waktu satu jam.
Jadi, apa ilmu di balik waktu ini? Hannah Santoni, MDN, RDN, LD, menjelaskan: “Saat kita tidur semalaman, tubuh kita bekerja mencerna makan malam tadi sambil beristirahat dan melakukan perbaikan. Di pagi hari, sudah berjam-jam sejak makan terakhir, dikarenakan gula darah turun secara alami.” Sarapan secepatnya setelah bangkit tidur akan mengisi kembali gula darah, memastikan tubuh Anda mempunyai cukup glukosa (yaitu energi) untuk berfungsi secara optimum.
Andai Anda melewatkan sarapan atau menunggu terlalu lama, kemungkinan besarnya Anda akan merasa lelah dan letih. Terlebih lagi, hormon stres kortisol akan bekerja berlebihan, “mengganggu ritme sirkadian alami tubuh dan keseimbangan hormon,” tutur Santoni. Melewatkan atau menunda sarapan juga bisa mempersulit praktik makan seimbang selama hari, sebab Anda cenderung merasa lapar saat makan siang. Pada gilirannya, hal ini bisa meningkatkan kemungkinan makan berlebihan dan untuk membuat pilihan makanan yang kurang bergizi, catat Karp.
Bisakah Anda Sarapan Terlambat?
Mungkin saja saja Anda sarapan terlambat—namun sekali lagi, ini lebih tentang waktu vs. waktu tertentu. Itu sebab tubuh Anda tetap membutuhkan makanan setelah menjalani masa puasa, baik Anda biasanya bangkit jam 5 pagi atau jam 12 siang. Makan pagi ini akan berbuka puasa, memberikan energi, dan memberi dukungan ritme sirkadian Anda dengan cara mengendalikan kadar gula darah dan hormon, catatan Santoni.
Meski begitu, sarapan pagi lebih dari tiga jam setelah bangkit tidur dianggap terlambat. Dan tergantung kapan Anda makan, itu mungkin saja lebih seperti makan siang. Meski begitu, menurut Karp, tidak disarankan untuk melewatkan sarapan sama sekali dan menunggu makan siang. Hal ini bisa dikarenakan rendahnya gula darah dan tingkat energi, serta efek samping lain (seperti rasa lapar yang hebat) yang dikatakan di atas.
Haruskah Anda Sarapan di Waktu yang Sama Setiap Hari?
Andai memungkinkan, sebaiknya sarapan pada waktu yang sama setiap hari. Itu sebab tubuh kita beroperasi berdasarkan jam internal, atau ritme sirkadian, tutur Karp. Jam ini bekerja paling baik ketika kita melakukan sesuatu, seperti makan, dengan jadwal yang teratur. “Dengan makan pada waktu yang sama setiap hari, tubuh kita mengantisipasi apa yang nanti akan terjadi dan terbiasa bekerja pada waktu tersebut,” tutur Karp. Santoni menganut gagasan serupa, dan berbagi bahwa mengikuti kegiatan dan pola makan yang konsisten bisa bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan metabolisme.
Tentu saja, kehidupan terjadi, dan Anda mungkin saja sarapan lebih awal atau lebih lambat pada hari-hari tertentu—dan itu tidak masalah! Tetapi secara umum, sebab tubuh bekerja paling baik andai dilakukan secara rutin, ada baiknya mencoba menetapkan waktu sarapan yang teratur.
Saat Anda melakukannya, fokuslah pada makanan berprotein tinggi dan berserat tinggi, yang akan memberi dukungan rasa kenyang dan energi. Butuh inspirasi? Ambil tip dari Santoni dan nikmati parfait yogurt Yunani yang dibuat dengan granola, biji chia, dan beri, atau sandwich sarapan yang dibuat dengan muffin Inggris gandum utuh, telur, alpukat, dan bayam.
[ad_2]
Sumber: realsimple.com








